Minho’s POV
“Tepat sekali.” Ujar Kyuhyun dan Shiwon secara bersamaan. “Ini foto yeoja yang ditunjukkan oleh dongsaengnya.”
“Jadi…. Dia lah jjang dari Sangji?” tanya Appa tidak percaya. “Tidak kusangka, yeoja cantik ini ternyata Lucifer! Berani sekali ia hendak menghabisi nyawa anakku”
“Tenang Jinki-sshi.. kalau kau marah2 urusannya tidak akan selesai.” Sahut Umma sambil mengelus punggung Appa.
“Tetap saja…. Ini pelanggaran hukum. Sepertinya ia terlalu terobsesi dengan Heechul-sshi, ada2 saja.”
Tiba-tiba ada yang mencolek colek bahuku. Kupikir Minsu, ternyata Taemin yang baru saja pulang sekolah.
“Hyung, kenapa semua hyung dari Super Jjang kerumah kita? Apa ada sesuatu?” tanya Taemin. “Dan kenapa hyung tidak ikut bicara dengan mereka saja? Tidak usah mengintip begini kan?”
“Ah Taemin~ kau mengagetkanku saja.” Ujarku, “Mereka sedang membicarakan masalah pelaku peneroran Minsu noona, dan akan menangkapnya sore ini.”
“Hyung tidak ikut dalam pembicaraan itu?” tanya Taemin dengan wajah polosnya.
“Tidak Taemin, aku ditugaskan untuk menjaga Minsu noona dirumah. Begitu juga dengan kau, kau harus belajar supaya mampu mendapatkan Universitas pilihanmu.”
“Nee. Lalu, apa tidak mencurigakan bagi Minsu noona?” sahut Taemin lagi. “Penangkapan ini diketahui olehnya tidak?”
“Kurasa tidak, tapi aku tidak tahu juga.” Jawabku sambil menggaruk kepala. “Yoora masih berbincang dengan Minsu?”
“Ya, masih…” Taemin menengok kea rah kamar Minsu yang sedikit terbuka. “Kenapa tidak diberitahu saja sih? kan kalau noona tahu, noona pasti akan senang.”
“Molla, jangan tanyakan hal itu kepadaku. Tanya saja pada Appa dan Umma, mungkin mereka ingin memberikan kejutan untuk Minsu noona.” Komentarku “Atau mungkin mereka ingin membicarakannya saat pelakunya sudah tertangkap.”
“Bisa juga sih. Tapi….. apa noona akan senang kalau ada sesuatu yang dirahasiakan dari dirinya? Hyung tahu kan sifat noona seperti apa?”
“Sudahlah jangan banyak tanya. Kalau mau, tanyakan saja sendiri.” Aku mengucek kepala Taemin yang dari tadi bertanya tanpa henti. “Dengar. Kata Appa, ia akan memancing yeoja itu dengan menyuruh Minsu pergi ke pusat perbelanjaan. Hyunsu-ah sudah menyebarkan gossip kalau Heechul hyung dan noona kembali berpacaran, pasti yeoja itu akan terpancing dan akan melakukan sesuatu kepada Minsu.”
“Lalu saat mereka ingin melakukan sesuatu pada noona……. Kita akan menangkapnya? Begitu?” tampaknya Taemin sudah membaca situasi. Aku mengangguk mengiyakan pendapatnya.
“Bagus kalau kau sudah tahu. Dengar, Appa mengirimkanku pesan dari sana. Katanya kau ditugaskan untuk menemani Minsu noona ke pusat perbelanjaan dan melepasnya sendirian. Menjadikannya umpan.”
Taemin mengangguk kuat, “Semoga rencana kita sukses ya? aku ingin Heechul hyung dan Minsu noona kembali menjadi pasangan kekasih.”
“Begitu juga denganku, dongsaeng.” Jawabku sambil tersenyum. “Oh iya, sudah waktunya Yoora pulang. Tolong panggilkan dia dong, sehabis itu kau temani Minsu ya sampai Appa memberikan komando untukmu. Kau sudah dapat pesan darinya kan?”
Taemin mengecek HPnya dan mengangguk, lalu meninggalkanku ke lantai dua untuk menemani Minsu.
~~~~~
Taemin’s POV
“Yoora noona~~ dipanggil Minho hyung. Katanya sudah waktunya pulang.” Panggilku sambil melongok ke dalam kamar noona.
“Ah, nee…. Eonni, aku pulang dulu ya.” pamit Yoora noona sambil keluar dari pintu kamar. “Jaga kesehatanmu~~”
“Baik Yoora, tenang saja.” Jawab Minsu noona sambil tersenyum manis. “Taemin, kenapa kau berdiri disitu saja? Masuklah kalau kau butuh sesuatu.”
“Aniiyo, aku hanya ingin menemani noona sebentar saja.” Jawabku sambil masuk ke kamar noona dan duduk di ranjangnya. “Bagaimana sekolah noona? Sudah baik-baik saja kan?”
“Nee. Kau lihat sendiri kan? Mungkin masih banyak cobaan yang aku hadapi, tapi ini masih lebih ringan dibandingkan yang sebelumnya.” Jawab Minsu noona yang wajahnya sudah kembali normal, tidak cekung lagi. “Ngomong-ngomong, kok oppa dari Super Jjang kerumah kita? Ada apa?”
“Emmm…. Em……. Mereka sedang mencicipi masakan Umma yang baru.” Bohongku sambil mengelap keringat karena gugup. “Roasted beef, noona sudah mencobanya kan? Masakan Western Umma yang pertama.”
“Ohhhh yang itu. Aku sudah pernah mencobanya, dan itu membangkitkan selera makanku. Hihihi.” Noona tertawa lembut. Berbeda sekali dengan noona yang dulu. Minsu noona yang dulu sangat berisik dan ceria, namun kini ia berubah menjadi peka dan lembut.
“Noona, boleh aku bertanya sesuatu? Tapi kalau noona tidak mau menjawabnya, tidak apa-apa.” Ujarku
“Boleh-boleh saja.” Jawab Minsu noona sambil kembali tersenyum lembut. “Apa yang mau kau tanyakan Taeminnie?”
“Apa noona masih mencintai Heechul hyung, meskipun kalian sudah tidak bersama lagi?” tanyaku berani
Raut wajah noona jadi setengah mendung. Mungkin ia ingin mengatakan perasaan yang sesungguhnya, tapi takdir mengatakan ia tidak mampu mengucapkannya. Apa jawaban yang akan keluar dari mulut noona?
“Aku tidak tahu, Taemin.” Matanya berkaca-kaca. “Kalau Tuhan mengijinkan, mungkin ia akan kembali lagi kerumah kita. Betul kan?”
Sebelum aku mengucapkan sesuatu, tiba2 Appa datang. “Minsu, Appa ingin minta tolong padamu. Boleh tidak?”
Jantungku berdenyut agak cepat seiring dengan Appa yang mencium kening noona, kodenya sudah diluncurkan. “Tolong belikan bahan-bahan masakan ini bersama Taemin ya? Umma ingin mencoba resep masakan western lainnya. Taemin, kau mau kan menemani Minsu?”
Pancaran mata Appa mengisyaratkan kalau itu adalah kata kunci dari penyergapan para yeoja itu. “Nee appa.” Jawabku, “Noona kalau mau ganti baju dulu, silahkan. Aku tunggu dibawah ya.”
“Tidak usah ah, aku pakai baju ini saja.” Jawab Minsu noona sambil menyabet catatan belanja dan uang yang ada di tangan appa, “Ayo Taemin, kita berangkat. Haaaah~~ sudah lama aku tidak belanja ke pusat perbelanjaan.”
Kami keluar dari pintu depan, noona membukakan pagar dan aku menyetir mobil keluar pagar.
“Kita belanja di Hyundai saja ya? Appa yang menyuruhku kesana.”
“Baiklah.” Sebelum aku mengganti perseneling, HPku bergetar. Satu pesan dari Appa.
‘pada saat Minsu berbelanja, tinggalkan saja dia dan bergabung dengan tim Appa. Letak dan posisi kami nanti appa informasikan lagi, oh iya… jangan tinggalkan Minsu sebelum appa beri aba-aba’
Aku mengangguk, mengganti perseneling dan menyetir kea rah Hyundai mall. Beberapa menit saat mobil kami sudah keluar komplek, terlihat mobil Jonghyun, mobil Kyuhyun hyung dan mobil Sungmin hyung yang mengikuti kami.
~~~~~
Jonghyun’s POV
“Jagi, aku naik mobil siapa?” tanya Wonhee saat kami sedang menguntit kepergian Taemin dan Minsu
“Aku mau naik sedanku bersama appa, umma, ahjumma dan ahjusshi. Kau naik mobilnya Kyuhyun hyung saja dengan Hyunsu.”
Wonhee mengangguk dan segera pergi bersama Hyunsu dan Kyuhyun hyung ke Super Jjang untuk mengambil mobil, appa menghampiriku setelah melihat posisi mobil yang Taemin bawa.
“Mereka sudah mau keluar komplek, kita harus segera mengikuti dengan cepat.” Ujar appa.
Aku segera ke garasi untuk menyalakan mobil lalu mengeluarkannya dari pagar rumah. Appa masuk mobil bersama dengan ahjumma Leeteuk, sementara umma mengunci pintu pagar.
“Jinki-sshi, sudah kirim pesan ke Minho untuk menyusul kita?” tanya umma sambil masuk ke dalam mobil.
“Sudah. Dia bilang dalam beberapa jam ia akan segera ke Hyundai. Oh iya Teukie-sshi, mana Hankyung-ah?”
“Ia berkata pinggangnya akhir2 ini pegal2, jadi ia ingin jaga rumah saja.” Jelas ahjumma.
“Bukannya ada Heechul-sshi dirumah?” tanya appa sambil mengencangkan sabuk pengamannya.
“Ah aku belum bilang padamu ya?” ujar ahjumma. “Heechul sedang pulang kerumah nya dari 4 minggu yang lalu.”
“Baiklah, ayo kita berangkat Jonghyun. Sungmin-sshi dan Kyuhyun-sshi sudah siap.” Perintah appa.
Aku mengangguk dan menginjak pedal gas kuat-kuat.
.....
Hyundai Mall, pukul 5 sore…
“Minsu sudah belanja, Jinki?” tanya umma was-was, tim kami bertugas mengawasi di dekat supermarket. Sementara tim Sungmin hyung di depan mall, dan tim Kyuhyun di basement tempat Taemin memarkir mobilnya.
“Tinggal sebentar lagi.” Jawab appa. “Tenang Key, aku yakin ini pasti berhasil. Aku sudah panggil polisi untuk menjaga tim Kyuhyun di basement.”
“Tim Jonghyun disini tim Kyuhyun, ganti” suara Hyunsu terdengar dari walkie talkie yang Wonhee bawakan untukku. “Ada mobil warna kuning platina yang memasuki parkiran basement. Apa kita ikuti saja?”
Aku memandangi appa, lalu beliau mengangguk tanda setuju. “Ya ikuti saja. Jangan lupa laporkan posisi kalian ya, ganti.” Jawabku.
“Tim Jonghyun disini tim Sungmin, ganti.” Panggil Eunhyuk hyung dari walkie talkie. “di lobby mall tadi ada mobil warna kuning platina dengan plat mobil yang sama. Beberapa yeoja keluar dari mobil itu dan memasuki mall, kita ikuti saja?”
“Ya ikuti saja hyung.” Jawabku mantap. “Bisa jadi mereka anggota geng si yeoja itu. Mobilnya yang minibus itu kan?”
“Iya, yang minibus itu. Mencolok sekali” sahut Eunhyuk hyung dari sana. “Baiklah, nanti kami laporkan penguntitan mereka.”
“mobil mereka minibus?” tanya ahjumma dengan ekspresi yang sangat terkejut. “minibus dengan warna kuning platina? Sangat mencolok sekali.”
“Ya, aku tahu ahjumma.” Jawabku sambil terkekeh. “Oh iya appa, Taemin melaporkan sesuatu?”
“iya.” Jawab appa. “Minsu sedang galau memilih belanjaan."
Aissssssh, kenapa dia jadi plin plan sih??
~~~~~
Kyuhyun’s POV
“Ada yang keluar dari mobil itu, jagi?” tanya Hyunsu.
“Sepertinya tidak ada, mobil itu hanya parkir dan diam di tempat. Apa kita harus mendekati mobil itu supaya kita bisa mendengar pembicaraan mereka?” tanyaku.
“Sebaiknya begitu.” Jawab Wonhee. “Tapi kita harus tetap berhati-hati, supaya kita tidak ketahuan.”
“Kita jalan kaki kesana saja atau bagaimana nih?” tanya Yesung hyung. “Tim Sungmin bilang, yeoja –yeoja yang keluar dari mobil itu jumlah nya 4 orang. Dan mereka berkeliling di sekitar swalayan karena Eunhyuk-sshi berkali-kali bertemu dengan tim Jonghyun yang sedang dalam posisinya.”
“Baiklah, kita parkir di dekat mobil mereka saja.” Aku mengganti perseneling dan memajukan mobil pelan-pelan. “Resiko ketahuannya kecil.”
“Lihat, itu mobilnya Taemin.” Hyunsu menunjuk kea rah mobil sedan warna merah. “sementara minibus itu parkir hanya berjarak 2 mobil jauhnya, dan disebelah situ kosong. Ayo kita kesana saja.”
Aku memarkir di sebelah kiri minibus itu dengan jarak 3 mobil, sementara mobil Taemin diparkir di sebelah kanan minibus itu. Resiko ketahuan akan semakin mengecil.
“Eh, pintu mobilnya dibuka.” Ucap Wonhee. “Mereka pasti membicarakan sesuatu kalau sedang menunggu. Siapa disini yang pendengarannya tajam?”
Mataku tertuju pada Yesung hyung, dan ia cukup terkejut dengan reaksiku. “Yak. Seenaknya saja kau memilihku. Pendengaranku tidak tajam tau.”
“Tapi ahjumma Teukie bilang hyung pernah mendengar beliau bergosip dengan ahjumma Key dari lantai atas.” Aku mengeluarkan senyum evil ku. “sudahlah, aku percaya sama hyung kok.”
Saat Yesung hyung hendak membuka jendela, tiba2 terdengar suara Jonghyun dari walkie talkie. “Semua tim~~ harap bersiap di basement! Minsu sudah kesana setelah ditinggalkan oleh Taemin.”
“Arraseo~~” jawab tim Sungmin. “Para yeoja itu mengikuti Minsu. Tim Jonghyun, apa kita harus bergabung dengan tim kalian?”
“Tetap ikuti mereka tim Sungmin hyung, tim Kyuhyun hyung… laporkan kepada para polisi untuk segera mempersiapkan diri.” Perintah Jonghyun.
“Arraseo.” Jawab Wonhee. “Yah… kita tidak jadi menguping pembicaraan mereka deh. Mianhae hyung”
“Gwechana.” Jawab Yesung hyung dengan seribu ekspresinya yang aneh. “eh? Aku mendengar sayup-sayip pembicaraan mereka.”
“Jinjja? Apa kata mereka?” tanya Hyunsu penasaran.
Yesung hyung menutup matanya untuk berkonsentrasi mendengarkan suara tersebut dari kaca jendela yang sedikit terbuka. “Mereka akan menganiaya Minsu habis2an…… mereka akan membuat wajah Minsu babak belur dan tidak berbekas.”
“Apa?! Kurang ajar~~” sahut Hyunsu geram. “Kita harus segera mencegahnya!”
“Tenang dulu, Hyunsu..” balas Wonhee. “Kita tunggu sampai saatnya tiba. Jonghyun bilang kalau Minsu sudah dipukul atau dianiaya, baru kita sergap mereka.”
“Begitukah? Jadi…. Kita harus menunggu dulu disini?” tanyaku. Wonhee mengangguk dengan pasti.
“Tim Kyuhyun, disini tim Sungmin. Para yeoja termasuk Minsu sudah masuk ke basement, apa yang harus kita lakukan?” tanya Ryeowook hyung.
“Tim Sungmin, disini tim Jonghyun. Tetap jaga jarak dan jangan sampai ketahuan oleh mereka. Polisi sudah bersiap di posisinya masing2, appa bilang kita akan menyergapnya kalau mereka sudah mulai menganiaya Minsu. Oh iya, Taemin sudah ada di tim kami”
“Arraseo. Minho juga sudah di tim kami. Tadi kami bertemu dengannya saat penguntitan.” Jawab Sungmin hyung.
“Minsu sudah masuk basement tuh.” Yesung menunjuk kea rah Minsu yang berjalan pelan-pelan, disusul dengan kumpulan 4 orang yeoja yang mengikutinya.
~~~~~
Yesung’s POV
“Minsu sudah masuk basement tuh.” aku menunjuk kea rah Minsu yang berjalan pelan-pelan, disusul dengan kumpulan 4 orang yeoja yang mengikutinya.
“Jantungku berdebar-debar hyung.” Ujar Wonhee. “Apa yang harus kita lakukan? Aku takut mereka mambawa senjata tajam.”
“Kalau yang masuk mall sih tidak mungkin.” Jawab Kyuhyun. “Tapi yang di dalam mobil…. Bisa saja.”
“Eh, tim Jonghyun terlihat dari pintu itu.” Ujar Hyunsu. “Mereka lewat pintu darurat.”
“Buka jendelanya lebih lebar, Kyuhyun. Aku ingin mendnegar pembicaraan mereka.” Perintahku.
Kyuhyun membuka jendela lebih lebar, dan terdengarlah pembicaraan mereka berlima.
“Yak, yeoja! Sendirian saja hah?” tanya seorang yeoja yang pandek
“Tidak, aku sedang menunggu adikku, kalian ada urusan apa ya denganku? “ jawab Minsu yang agak takut
“Tidak usah pura2 tidak tahu!” sergah yeoja bersepatu high heels. “Kau pacaran lagi kan dengan Heechul nim?! Sudah kubilang kan dia milik kami?! Kau tuli ya?!”
Salah satu yeoja yang mengerumuni Minsu berjalan kea rah mobil mereka, dan membawa 5 orang yeoja keluar dari minibus itu.
“Omo… banyak sekali~~!! Sebesar apa sih minibus mereka?” komentar Wonhee
“Ssssst….. diam sebentar.” Ujarku sambil terus menatapi kerumunan itu, kini Minsu dikerumuni oleh 9 yeoja dengan penampilan yang mencolok dan norak.
“Tidak usah bohong!!” salah satu yeoja merebut barang belanjaan Minsu dan melemparkannya ke segala arah. Sementara yeoja yang lain mendorongnya hingga terjatuh.
“Mianhae, tapi ini demi Heechul nim. Kau tidak pantas untuknya!! Wajahmu yang cantik ini harus kami rusak agar Heechul nim tidak lagi menyukaimu~~~ ahahahaha!!”
“Yak, sekarang!!” perintah Jonghyun dari walkie talkie. Kami keluar dari mobil dan segera menyergap 9 yeoja itu sekuat tenaga.
“Yak!!!! Apa2an ini?! Lepaskan kami!!!!” teriak yeoja-yeoja itu sambil bersahut-sahutan. Wonhee dan Hyunsu segera memanggil polisi untuk meringkus mereka.
“Kami tidak akan melepaskan kalian yeoja-yeoja nakal!” seru ahjusshi Jinki. “Kalian melanggar hak asasi manusia dengan melakukan penganiayaan terhadap orang yang tidak bersalah.”
“Kami tidak ingin menganiayanya, sumpah!! Kami ingin memberinya peringatan saja!!” ucap yeoja yang kutangkap sambil menangis, ia meronta ronta berusaha melepaskan peganganku.
“Kalian semua… ada apa ini?” tanya Minsu bingung. “kenapa kalian semua ada disini?”
“Kami sengaja merencanakan semua ini, noona.” Jawab Taemin. “Appa memancing Jjang ini untuk menampakkan diri, Jjang inilah yang selama ini meneror noona.”
“Akh Jinjja?” tanya Minsu tidak percaya. Beberapa polisi telah datang dan memborgol tangan mereka satu-satu. “Tapi… berita tentang kembalinya aku dan Heechul-sshi…?”
“Itu Hyunsu yang membuatnya.” Ucap Kyuhyun. “Untuk memancing yeoja ini mendatangimu dan saat mereka hendak menyerangmu, kami meringkus mereka.”
“Ppali~~!!! Masuk ke mobil polisi!!!” seru polisi tersebut. Para yeoja itu hanya bisa menangis sambil meronta-ronta dan berteriak.
Tunggu, dimana yeoja berambut kuning platina nya? Kenapa dia tidak ada diantara mereka?
Dari mobil kuning itu, seorang yeoja berlari cepat.. rambut panjangnya yang berwarna kuning platina bergoyang goyang…. Dan.. ia membawa pisau besar di tangannya
“Mati kau, yeoja sialan!!!!!” teriaknya. Jarak kami dari Minsu terlampau jauh karena kami mengikuti para polisi…. Semuanya berlalu begitu cepat…..
“Ukh, tidak akan kubiarkan kau menyakiti Minsu sekalipun~~” ujar seorang namja dengan pisau menancap di perutnya.
Minsu terdiam dengan pandangan yang takut dan panik, namja itu roboh di depannya… sementara polisi menghampiri si yeoja rambut kuning platina dan melumpuhkannya.
Kami segera kembali ke tempat Minsu yang tantrum. Ahjumma memeluknya dan menutup matanya.
Kulihat namja yang tergeletak berlumuran darah itu….. kami semua terkejut melihatnya.
Dia kan… Heechul-sshi??!!
Bersambung...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar