Eunhyuk’s POV
“mwo?? Dance battle lagi?” tanyaku kepada Taemin.
“Nee Eunhyuk-nim, pembimbingku yang menyuruhnya.” Jawab Taemin. “Semacam ujian praktek untuk kelulusanku. Susaengnim ku bilang kalau ada guru lesnya, diharapkan menari berdua.”
Aku menggaruk kepalaku bingung. “Lalu kita mau pakai konsep apa? Dancing machine lagi?”
“Terserah Eunhyuk-nim saja.” Jawab Taemin singkat. “aku tinggal menunggu dan berlatih saja.”
“Tidak bisa, Taeminnie. Pekan lalu, kau menurut saja waktu kuberikan dancing machine dan alhasil gerakanmu jadi aneh.” Ujarku. Taemin menunduk dengan muka yang sedih. “Eh? Maksudku bukan untuk meledekmu~~ aku tidak ingin kejadian yang sama terulang lagi.”
“joesonghabnida Eunhyuk-nim.” Jawabnya malu-malu sambil menyesap teh yang dibuatkan Ahjumma Leeteuk untuk kami berdua. “aku sedang tidak kreatif akhir2 ini, soalnya aku sedang konsentrasi belajar untuk Ujian akhir 3 bulan lagi.”
“Ohhh arraseo.” Jawabku sambil manggut-manggut. “Kau menyukai seorang artis tidak? Seperti penari atau penyanyi..”
“Aku suka Michael Jackson hyung.” Jawab Taemin dengan wajah yang gembira. “Dia seorang penyanyi sekaligus penari yang hebat~~ biarpun dia sudah tiada, keeksisannya masih tetap ada.”
Aku berpikir sebentar… Michael Jackson?
“Yaaaa Taemin-sshi… bagaimana kalau konsep kita Michael Jackson saja? Aku bisa moon walk. Kau pasti bisa kan?”
Taemin hanya memandangiku dengan mata bulat seakan-akan ia tidak percaya akan apa yang kukatakan barusan. Lalu ia berseru “Neeeeeee~~~ aku bisa aku bisa!! Lets do it hyung, lets do it~~~”
“Hahahahahaha, tenanglah Taemin. Dance battle nya masih beberapa minggu lagi, kalau kau sudah tahu gerakan dasarnya ya itu sudah gampang.” Jawabku santai. “Mari kita bicarakan yang lain.”
Taemin melihat sekitar sambil celingak celinguk. Lalu ia berbisik, “Heechul-nim sedang tidak ada dirumah ya?”
“Benar, dia sedang pulang kampung. Katanya ia mau mengganti suasana.” Jawabku. “Memang kenapa Taemin?”
“Apa dia pergi karena frustasi?” tanya Taemin lagi. “Noona ku sakit selama 2 minggu setelah mereka berpisah. Hyung tahu kabar perpisahan mereka bukan?”
“Kalau Heechul hyung tidak pingsan di ruang musik dan mengurung diri selama berminggu-minggu, aku mungkin tidak tahu.” Jawabku sambil mengingat ingat kejadian menyebalkan itu.
“Jinjja? Dia mengurung diri? Apa dia tidak kelaparan?” tanya Taemin dengan wajah yang antusias.
“Kami bergantian mengantarkan makanan ke kamarnya, dan ia hanya makan satu atau dua sendok. Ahjumma sampai menangis karenanya. Beliau tidak suka kalau masakan buatannya tidak dimakan.”
“Ohhhh begitu.” Ujar Taemin sambil manggut manggut, “Keputusan Heechul-nim sudah bulat kah? Padahal aku menyukainya, aku ingin ia terus bersama noona sampai mereka menikah dan memberikan orangtua ku cucu.”
Mwo? Aku tertawa terbahak bahak mendengar apa yang dikatakan Taemin barusan, “Pikiranmu terlalu jauh Taeminnie. Bahkan noona mu saja belum lulus kuliah.”
“Ahahahaha aku terlalu berharap ya?” ujar Taemin sambil tersenyum.
Aku menggeleng, “Anii.. anii…. Yah, semoga yang terjadi sekarang menjadi yang terbaik buat mereka berdua. Mungkin saja nanti akan ada keajaiban.”
Taemin menyetujui perkataanku sambil meminum teh buatan Ahjumma Leeteuk sampai habis
~~~~~
Taemin’s POV
“Lalu, bagaimana dengan keadaan Minsu-sshi?” tanya Eunhyuk hyung setelah aku menghabiskan teh nya.
“Emmmmmm dia sudah sembuh kok, hari ini dia sudah mulai kuliah lagi.” Jawabku. “Tapi ia berangkat sendiri, mungkin karena Minho harus menjemput Yoora noona terlebih dahulu.”
“Mwo, siapa itu Yoora?” tanya Eunhyuk hyung sambil memakan pisang yang ada di depannya.
“dia Yeoja Chingu nya Minho hyung.” Jelasku
“Whoa…. Minho sudah punya chingu? Kemajuan pesat untuknya, hahahahaha.” Eunhyuk hyung tertawa sambil bertepuk tangan. “Sejak kapan ia punya keberanian untuk bicara dengan seorang Yeoja?”
“Ahahahaha hyung jangan katakan hal seperti itu tentang Minho hyung.” Protesku dengan cara lembut. “Entah lah, mungkin Yoora noona adalah Yeoja mungil yang sangat aegyo? Mereka baru bertemu 2 bulan yang lalu. Yoora noona adalah junior dari hyung.”
“Nee.. kau sudah pernah melihatnya?” tanya Eunhyuk hyung. “Lebih aegyo siapa dibanding chingu mu?”
“Ahhhhh Emma tidak terlihat aegyo hyung, dia Yeoja yang sangat dewasa. Dia tomboy, namun selalu memberikan perhatian lebih untukku. Dengan cara yang berbeda dengan yeoja lain, pastinya.”
“whoaaaaa, kau suka yeoja yang tomboy?” tanya Eunhyuk hyung tidak percaya. “Yah tidak apa-apa lah. Masih lumayan kalau punya chingu, daripada aku…. Aku sudah hampir 4 tahun sendiri.”
“ahahahaha Eunhyuk-nim, kau tidak perlu berkecil hati seperti itu.” Jawabku sambil menepuk nepuk pundaknya. “Bukannya Super Jjang selalu ada untukmu? Kau tidak sendiri, hyung..”
“Nee, kau benar Taeminnie.” Jawab hyung sambil menepuk pundakku dengan gembira, “Kenapa bisa2nya aku bilang kalau aku ini sendirian? Babo~~”
“Ahhhhhhhhhhhhh Eunhyuk-nim, kau lucu sekali,” jawabku sambil tersenyum. “Tapi, Super Jjang rasanya menjadi sepi ya setelah Shindong dan Sungmin hyung pergi?”
“Ya, mungkin agak sepi… tapi aku rasa tidak, kami punya anggota baru di Super Jjang, namanya Lee Donghae. Dia sepupu dari Sungmin hyung.” Jelas Eunhyuk hyung, “Dia orang yang sangat ramah, lucu dan terkadang polos. Kini aku sekamar dengannya.”
“Ah jinjja? Kemana dia sekarang? Aku ingin bertemu dengannya~~” jawabku penuh dengan semangat.
“Dia sedang pulang kerumah nya, ke rumah Sungmin hyung.” Jawab Eunhyuk hyung. “Mungkin kalian bisa bertemu lain kali.”
“Ahhhh sayang sekali,” jawabku agak kecewa. “Apa ciri khas nya?”
“Hem, entahlah. Mungkin dia sering menangis, tapi tidak sesering Wookie-sshi. Dia mudah tersentuh dengan hal2 yang menyangkut keluarganya. Dia yatim piatu, makanya ia diasuh oleh mendiang Appa nya Sungmin hyung.”
“Ah~~ kasihan sekali.” Jawabku, “Yaa Eunhyuk-nim.. bagaimana kalau kita latihan di ruang musik saja? Nanti aku deh yang minta ijin sama Ahjumma Teukie.”
“Mwo? Di ruang musik? Aku tidak yakin Taeminnie.” Jawab Eunhyuk hyung “Terlalu banyak property disana. Kalau berantakan, nanti Ahjumma akan marah padaku.”
“Aiiiisssssh tidak mungkin, kan yang minta ijin aku.. tidak apa-apa lah kalau aku yang dimarahi.”
“Andwae~~ Ahjumma tidak akan mungkin bisa marah padamu Taeminnie. Wajahmu itu terlalu polos untuk disalahkan.”
Aku terdiam memandangi Eunhyuk hyung. Barusan ia bilang apa??? “Mwooooo??? Ahahahahahaha Hyukkie hyung, kau benar2 susaengnim yang lucu sekali, ahahahahaha” aku tertawa lagi sambil menepuk pundaknya berkali-kali, “kalau begitu ke sekolahku saja yuk? Nanti aku kenalkan sama susaengnim ekskul ku. Dia yeoja yang cantik sekali.”
“Eh, jinjja?” tanya Eunhyuk hyung dengan wajah malu2. “Arraseo, ayo kita ke sekolahmu~~~”
~~~~~
Minho’s POV
“Minsu, gwechanaeyo? Kenapa sih tadi kau tidak mau kuantarkan?” ujarku kesal. “Yoora tidak keberatan kok kalau kau ikut menjemputnya.”
“Nee eonni, kenapa eonni malah pergi ke kampus sendiri?” tanya chingu ku. “apa ada urusan lain sebelum ke kampus?”
“Anii, aku sudah lama tidak ke kampus naik bis.. tadi sangat menyenangkan, apalagi ada Kibum-sshi. Aku jadi mengobrol dengannya di bis.” Jawab Minsu lembut, astaga…. Sejak ia putus dengan Heechul hyung, sikap kami jadi tertukar. Ia yang biasanya galak dan kasar, kini menjadi pendiam dan lembut. Begitu juga denganku.
“em….. siapa Kibum-sshi? Dongsaengnya Kangin hyung?” tanyaku penasaran.
“Nee, darimana kau tahu? Kalian sudah pernah berkenalan ya?” ujarnya sambil mengucek ucek matanya. Loh, sejak kapan dia jadi bersikap aegyo seperti itu?
“ah Jinjja, aniiyo aniiyo~~~~ yasudah yasudah.. kau masuk kampus sana. Lihat, Hyunsu-ah sudah menunggumu dari tadi.” Aku mendorong kembaranku yang badannya belum terlihat sehat kea rah Hyunsu yang dari tadi menunggu bersama Kyuhyun hyung.
“Ah oppa,” sahut Yoora dibalik punggungku. “kenapa tadi kau terlihat bingung dengan sikap eonni?”
“Emmmmm, ini bukan seperti yang biasanya yeobo. Minsu tidak pernah selembut ini.” Jelasku.
“Ah jinjja? Memang dulu dia seperti apa? Apa yang terjadi dengannya?” Yoora menggenggam tanganku sambil berjalan kea rah kampus kami.
“Dia putus dengan pacarnya, padahal umur hubungan mereka hampir saja satu tahun.” Jelasku, “Namja chingu nya adalah dosen di Universitas Sangji.”
“Eh? Jadi.. berapa tahun jarak umur mereka? Omooooo, mengagetkan sekali.” Jawab Yoora dengan wajahnya yang mudah merona.
“jarak umur mereka….. 8 tahun, yah tidak jauh-jauh amat sih.” Ujarku sambil menatap ke langit pagi yang masih biru, “kenapa memangnya?”
“Aniiyo, mereka dengan jarak umur 8 tahun saja bisa putus.” Ucap Yoora sambil menunduk, “Bagaimana dengan kita yang belum matang ini? Umurku saja baru 18 tahun oppa.”
“Yaaa, apa yang kau takutkan sih?” aku melepas tangannya dan memegang wajahnya yang kemerahan, “dangsin eul saranghabnida Choi Yoora, aku tidak akan selingkuh.”
“Anii, aku tahu itu oppa, hanya saja….. ini pengalaman pertamaku, aku takut tidak bisa menyeimbangi oppa.”
“Yaaa, apa sih maksudmu yeobo?” aku mencubit pipi Yoora gemas. “Aku juga baru pacaran tahu, ini juga pengalaman pertamaku~~”
“Mwo? Ah… pasti oppa bohong padaku.” Jawab Yoora dengan mata bundarnya yang menggemaskan. “Jangan begitu dong oppa.”
“Anii…. Buat apa aku bohong padamu yeobo? Dulu sikapku sama seperti sikap Minsu yang sekarang. Lembut, pendiam, bahkan selalu melamun.”
“Jinjja? Bahkan wajah oppa tidak terlihat seperti itu, hihihi” Yoora berlari kecil menjauhiku sambil tertawa-tawa.
“Yaa~~ kau mau kemana? Dasar anak kecil.” Ujarku sambil mengejarnya, untung saja pelajaranku mulai satu jam lagi. Jadi aku bisa meladeni Yeoja Chingu ku yang lucu ini *cie cie*
“Tangkap aku oppa~~~ tangkap aku~~~~” ujarnya sambil tertawa tawa kecil. Segera saja aku mengejarnya dan berhasil menangkapnya, tanpa sadar kami berdua jatuh di rerumputan. Dia berada di atasku.
“Eh? Oppa.. mian~~~ mian karena sudah membuatmu ja….”
Kutarik dagunya dan dengan lembut kucium bibirnya. Wangi tubuhnya terasa segar di hidungku…
Hem, ciuman pertama kami di musim semi.. indahnya~
~~~~~
Kibum’s POV
“Nawasseo~~” aku membuka pintu rumah sambil mengelap peluhku. Ya Tuhan, musim semi ini kenapa terasa panas sekali?
“Oh Kibum-sshi, kamu sudah pulang?” tanya Umma dari ruang tamu.
“Nee Umma, aku baru saja menyelesaikan administrasi kuliah. Jadi besok aku akan diwisuda.”
“Ah, selamat ya nak~~ Umma senang sekali mendengarnya.” Umma memelukku lembut, rasanya aku jadi terharu. “Setelah kelulusanmu, apa yang akan kau lakukan Kibum?”
“Aku mau menjaga Umma saja dirumah, tidak apa2 kan?” tanyaku polos. “Biar Kangin hyung saja yang bekerja. Dia punya banyak kemampuan dan kele…”
“Yaaa~~~!! Apa maksudmu berkata sepeti itu?!” Kangin hyung memunculkan sosoknya yang besar dan menakutkan seperti beruang hutan. “Aku tidak bisa lah kalau kerja sendiri. Kau juga harus bekerja dongsaeng~~ enak saja kau enak2an mengurus Umma. Aku menyekolahkanmu tinggi2 supaya kau dapat pekerjaan bagus, bukan hanya untuk mengurus Umma”
Aku tersenyum, “Ah hyung… menurutku pekerjaan di Korea tidak terlalu menyenangkan. Aku ingin ke Amerika lagi, seperti waktu kecil.”
“Amerika????!!!!!! Bagaimana dengan pekerjaanku? Yaa!! Jangan berfikir yang tidak-tidak” seru Kangin hyung
“Kita kan masih punya rumah peninggalan Appa disana,” jelasku “Kenapa tidak kita pergunakan dengan baik? Kenangan masa kecil kita dirumah itu sangat banyak. Kita harus menjaganya baik2.”
“Tidak apa-apa kah Kibum?” tanya Umma. “Bukankah kita pindah kesini supaya kenangan tentang Appa menghilang? Waktu itu, sangat menyedihkan bagimu bukan?”
“Aku sudah melupakannya Umma, kita harus selalu berjalan ke depan.” Jawabku mantap. “hanya itulah satu2nya investasi kita, aku bisa membuka restoran atau membuka bisnis disana. Begitu juga dengan Kangin hyung, ya kan?”
“Hemmmmmh Yaaa~~ kesini kau, ppali.” Kangin hyung menarik kerah bajuku dan mengajakku ke kamarnya. Ia menyuruhku duduk dan ia memandangiku kesal.
“Kau lupa kalau aku masih mengejar Minsu-sshi hah?? Aku mau dia jadi Yeoja Chingu ku~~ kenapa sih kau tidak mendukungku?”
“Ah mian, aku lupa.” Jawabku singkat. “Kalau membicarakan dia, aku jadi ingat kisah patah hatiku…. Aku berusaha menerima alasannya waktu itu, tapi sebenarnya hatiku sakit.”
“Ooooooooh Yeoja mungil itu?” tanya Kangin hyung. “Boleh aku sebut namanya kan? Hyunsu-ah?”
“Nee, dia….” Jawabku sambil menerawang. “Ahhhhhh saat bersamanya adalah saat2 yang menyenangkan, bahkan aku bisa memperlihatkan sifat asliku yang ambisius saat aku bertanding dengan Namja Chingu nya yang sekarang.”
“Oh ya, kau kalah waktu itu.” Kangin hyung mulai mengingat kejadian menyedihkan itu, “Aku tahu hatimu terluka sekali, terlihat dari senyummu yang miris itu.”
“Ah hyung, jangan diingat ingat lagi.” Ujarku sambil tertawa pelan “Bagaimana dengan perasaanmu, hyung?”
“Aku sih, masih berniat untuk menyatakan perasaanku pada Minsu, apalagi dia sekarang sudah putus dengan si banci itu. Mungkin kesempatanku akan terbuka lebar, ahahahahaha.” Tawa Kangin hyung dengan percaya dirinya.
“Bagaimana kalau kau ajak dia ke Amerika untuk tinggal bersama kita? Mungkin saja orang tua nya akan setuju, supaya ia bisa melupakan Heechul hyung juga.”
“Aaaaaaaaaaaaaah Kibum~~” Kangin hyung menepuk pundakku keras. “Kenapa tidak terpikirkan olehku?! Baiklah, akan kukatakan padanya minggu depan. Yeah~~~ fighting!!”
Aku melihat hyung ku yang bersemangat. Betapa beruntungnya ia yang masih punya harapan, tidak seperti aku yang bertepuk sebelah tangan pada akhirnya.
~~~~~
Kangin’s POV
“Yeoboseo Minsu-sshi… apa kabarmu hari ini?” tanya Kibum lewat telepon rumah kami. “Nee, kemarin kita satu bisa ya. kebetulan, Haha..”
Apa?!?! Mereka satu bis??? Kenapa tidak bilang padaku?? Dasar dongsaeng tidak tahu perasaan orang *lebay*
“Aku mau mengundangmu makan malam dirumah kami, bisa tidak?” tanya Kibum terang2an, membuat jantungku berdebar debar. “Nee, Kangin hyung sudah lama tidak ngobrol denganmu. Dia ingin bercerita banyak dan berbagi denganmu.”
Jantungku kembali berdebar tidak karuan, tapi aku ingin mendengar pembicaraan mereka~~~
“Oke, jam 7 ya? kalau mau, nanti Kangin hyung akan menjemputmu. Umma juga ingin berkenalan denganmu, Minsu-sshi… oke?”
Kibum menutup telponnya dan aku olangsung bertanya padanya. “Terus, makanannya bagaimana? Umma kan tidak bisa banyak memasak~ apa kita harus membeli di restoran?”
“Aku yang masak.” Jawab Kibum, “hyung tinggal bilang saja sama Umma tentang rencana kita supaya Umma tidak bingung, bagaimana?”
“Kangin oppa, gamsahabnida buat makanannya.” Jawab Minsu lembut. “Sudah lama aku malas makan. Berkat masakan Ahjumma, nafsu makanku kembali.”
“Gwechanaeyo Minsu….” Aku memandanginya nanar, dia sudah berubah. Tidak seriang dulu.. “Asalkan itu merubahmu kembali seperti dulu, aku pasti senang”
“Mian? Aku tidak dengar oppa.” Jawab Minsu dengan nada suara selembut katun. “Apa oppa mengatakan sesuatu?”
Dengan refleks, kupeluk tubuh Minsu yang rasanya berbeda dengan yang waktu itu, kini ia terasa lebih tipis dan kurus. “aku ingin kau kembali seperti dulu Minsu, aku mencintaimu. Saranghaeyo~~~”
Kupeluk tubuhnya erat. Aku tidak ingin melepasnya lagi, karena hanya sekarang ini lah kesempatanku. “Lupakan dia, jadilah milikku, jadi lah Yeoja Chingu ku……. Jadilah istri untuk anak2ku.”
Tidak ada reaksi dari Minsu meskipun aku makin memeluknya secara intensif, tidak ada jarak diantara kami berdua…
Beberapa detik kemudian, dadanya kembang kempis dan nafasnya tersenggal senggal. Kulepas pelukanku dan mendapati wajahnya yang merah dan basah karena air mata.
“Jeosonghabnida….” Ujarnya sambil menangis, “Aku…. Tidak bisa. Aku……. Aku tidak ingin mendengar kata2 seperti itu lagi. Aku…….. aku tidak bisa mencintai orang lain lagi, jeosonghabnida Kangin oppa, huhuhuhuhuhuhuhuhuhu jeosonghabnida.”
Aku menatapinya nanar. Kenapa ia tetap tidak bisa menerima cintaku yang tulus meskipun ia sudah ditinggalkan oleh orang yang ia cintai??
Aku memeluknya lagi, “Gwechana kalau kau tidak bisa, gwechana…. Seharusnya aku yang minta maaf. Bukan kamu, jeosonghabnida Minsu…. Maaf, maafkan aku”
Ia tidak berhenti menangis, membuat perasaanku semakin sakit saja. “Jebal… berhentilah menangis. Nanti Umma dan Appa mu khawatir, ya?”
Minsu mengangguk anggukkan kepalanya sambil mengusap pipinya yang basah. Lalu aku berkata, “Aku bisa jadi oppa mu. Kau mau kan?”
“Nee oppa, aku mau~~” jawab Minsu ceria.
“Baiklah nanti kalau sudah larut malam, aku antar pulang ya?” tanyaku dibalas dengan anggukannya.
Minsu, seandainya kau tahu kalau sebentar lagi aku akan pergi ke Amerika, batinku. Gwechana, mungkin ini jalan yang terbaik untuk melupakanmu, Yeoja yang berhasil merebut hatiku sejak lama….
Bersambung...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar