Rabu, 01 Desember 2010

SuSHINee Fanfict Part 22

Onew Appa’s POV

“Sudah beberapa hari ya, semenjak keluarga Kim pindah ke Amerika?” ujar Key di hari Sabtu ini, beberapa hari ini ia masih khawatir akan keadaan Minsu karena menurutnya Minsu mengalami kedepresian lagi. Padahal menurutku tidak, hanya saja…. Sikapnya sedikit berubah.
“Menurutku, mereka tetangga yang baik. Kangin-sshi memperhatikan keadaan Minsu dengan baik, bahkan ia mengajak Minsu makan malam dirumahnya.”
“Aissssh, tapi kenapa kantung mata Minsu membengkak sehabis mereka selesai makan malam?” tanya Key. “Aku curiga sesuatu terjadi pada Minsu.”
“Yaa kenapa kau berburuk sangka seperti itu?” protesku. “Minsu bilang ia hanya mencurahkan seluruh unek2nya kepada Youngwoon, dan dia mendengarkan semua keluh kesah Minsu.”
“Kau yakin kan dengan apa yang ia katakan??” tanya Key memastikan. “Oh iya, bagaimana penelusuranmu masalah peneror putri kita?”
“Aku sudah minta tolong Hyunsu dan Wonhee.” Ujarku. “Mungkin beberapa menit lagi mereka akan datang dan melapor. Jonghyun juga ikut andil dalam penelusuran ini.”
“Oh jinjja?” jawab Key tidak percaya. “Yah semoga misi kita berhasil ya. aku tidak mau anakku terus2an murung seperti sekarang.”
“Yaaaa aku juga tidak mau, aku melakukan penyelidikan ini demi Minsu.” Jawabku. “Aku agak terkejut juga mendengar pernyataan dari Heechul-sshi waktu itu, aku tidak menyangka Heechul menyelamatkan Minsu dengan mengorbankan perasaannya sendiri.”
“Ah, tapi aku tidak suka kalau keadaannya menjadi seperti ini Yeobo.” Sergah Key, “Teukie-sshi cerita padaku. Heechul-sshi juga mengalami frustasi selama 2 minggu. Bahkan ia membuat Teukie-sshi menangis karena masakan buatannya tidak disentuh Heechul-sshi sama sekali.”
“Whoaaaa….. Hankyung-ah juga cerita padaku sih.” Jawabku. “Dan bahkan, Heechul-sshi meninggalkan Super Jjang untuk mencari suasana baru, kata Hankyung-sshi ia pulang ke rumahnya.”
“Bukannya rumah Heechul-sshi sangat jauh dari Seoul ya? dia pergi dengan motor kan? Aku tidak lihat motornya di halaman depan rumah Teukie-sshi.” Ujar Key, “Yaa… ada telpon, angkat sana.”
Aku menuruti perkataan Key dan segera mengangkat telepon yang ada di ruang keluarga, “Yeoboseo…. Ah Jonghyun~~ kau sudah jemput Yeoja-yeoja itu?”
“Nee Appa.” Jawab Jonghyun dari seberang telepon. “Bahkan Hyunsu sudah membuka pintu pagar supaya mobilku bisa masuk.”
“Ah jinjja?” tanyaku tidak percaya. “Baiklah, nanti segera tutup pagarnya dan masuk ke rumah. Appa tidak mau menunggu lama.”
“Ahhh~~ Wonhee-sshi,” panggil Key di ruang tamu. “Hyunsu mana? Kalian datang tepat waktu~~ kami sedang membicarakan penelusuran sang peneror loh, ohohoho”
Aku masuk ke dalam ruang tamu dan mempersilahkan mereka berdua duduk, sementara Jonghyun pergi ke ruang makan. “Oke, bagaimana penelusurannya para Yeoja?”
“Yah, mungkin dalam beberapa hari kita bisa menangkap peneror itu.” Jawab Hyunsu positif. “Kita butuh polisi atau anggota yang cukup banyak untuk menangkap mereka.”
“Memangnya kenapa kalau kita saja?” tanyaku penasaran. “Apa kita berenam, dengan Jonghyun dan Kyuhyun-ah tidak cukup banyak?”
“Aku ragu, Ahjusshi…” jawab Wonhee dengan gugup. “Kurasa jumlah penerornya lebih dari sepuluh orang.”
“mwo… lebih dari sepuluh orang?!” otomatis aku membelalakkan mataku. “Ternyata orang yang kita hadapi begitu mengerikan.”

.....

Wonhee’s POV

“Aku ragu, Ahjusshi…” jawabku gugup. “Kurasa jumlah penerornya lebih dari sepuluh orang.”
“mwo… lebih dari sepuluh orang?!” Jinki Ahjusshi membelalakkan matanya. “Ternyata orang yang kita hadapi begitu mengerikan.”
“Bukan mengerikan lagi Appa. Tapi sakit jiwa.” Jawab Jonghyun oppa dari yang baru muncul. “Maaf tadi aku makan dulu, soalnya lapar. Hehehehe”
“Minsu masih di kamarnya kan?” tanya Ahjumma Key. “Aku tidak ingin dia mendengar pembicaraan kita.”
“Nee Umma, dia masih dikamar kok. Tadi aku mengintipinya sebentar.” Jawab oppa sembari duduk di sampingku.
“Wonhee-sshi, ceritakan apa yang kau dapatkan dari penelusuranmu.” Ujar Hyunsu memulai pembicaraan
“Nee…. Aku membuntuti Minsu selama di kampus. Dia sudah tidak di teror lagi, tapi terkadang ia seperti mendapat bad luck.”
“Maksudmu bagaimana?” tanya Hyunsu tidak mengerti.
“Dia sering terpeleset, tersiram air bekas kolam di kampus, atau tidak sengaja tersangkut di paku sehingga bajunya robek. Apa memang sifatnya yang berubah, dari yang ceria menjadi pendiam?”
“Aissssssssssssssh, sudah kuduga. Sifatnya tertukar dengan Minho yang sekarang~~” ujar Ahjumma Key sedih. “Mungkin ini kemajuan untuk Minho, tapi… aku tetap sedih kalau Minsu menjadi seperti ini.”
Hyunsu mengelus elus punggung Ahjumma Key seraya berkata, “lalu apa lagi yang kau temukan? Ada bukti nyata yang bisa menjelaskan kalau pelakunya adalah seorang Namja atau Yeoja, begitu?”
“Kupikir itu yeoja.” Jawabku mantap. “Tidak mungkin Minsu diteror oleh seorang namja. Mungkin itu terjadi dengan kasus Kangin oppa, tapi selama di kampus… Minsu adalah mahasiswa yang baik. Dia tidak pernah macam-macam dengan yeoja. Dia bukan orang seperti itu.”
“Kau pernah lihat salah satu Yeoja nya?” tanya Ahjusshi Jinki
“aku pernah melihatnya sedang bersama dengan salah satu teman kami di kampus, ia diajak oleh yeoja itu untuk berkenalan dengan temannya. Lalu mereka naik mobil entah kemana.”
“Mobilnya warna apa jagi?” tanya Jonghyun oppa ingin tahu.
“Kalau tidak salah, warna platina.” Jawabku sambil mengingat ingat. “Memang kenapa?”
“Ahhhh~~ itu mobil yang dilihat Yesung hyung saat ia ditenggelamkan di laut!” jawab Jonghyun oppa antusias, “Kau melihatnya 2 hari sebelum Heechul hyung memutuskan hubungannya dengan Minsu kan?”
Aku mengangguk diselingi dengan pendapat Hyunsu. “Mungkin saja salah satu temanmu itu bagian dari komplotan yang meneror Minsu.”
“Tidak kok,” jawabku lagi. “Dia innocent, dia tidak ikut ke dalam mobil itu. Dia bilang yeoja pemilik mobil platina itu yang menyuruhnya. Tapi ia tidak terlalu kenal.”
“Lalu… sesudah mereka putus, apa masih ada yang meneror Minsu lagi?” tanya Ahjumma Key
“Minsu-sshi akhir-akhir ini jarang masuk, ia baru masuk saat mendekati ujian akhir kan? Jadi selama penelusuranku sih…. Tidak ada yang menerornya. Tapi dia jadi lebih ceroboh daripada yang dulu” jawabku.
“Tidak mungkin ia seceroboh itu sampai badannya kena siram air kolam.” Hyunsu mulai menganalisis. “Mungkin saja ia betul2 disiram, tapi secara tidak langsung. Jadi orang2 mengiranya ia bertindak ceroboh.”
“Benar juga sih.” Jawab Jonghyun oppa. “Lalu…… apa saja hasil penelitianmu akhir2 ini Hyunsu?”
“Oke, akan kujelaskan.” Jawab Hyunsu mantap

......

Hyunsu’s POV

“Lalu…… apa saja hasil penelitianmu akhir2 ini Hyunsu?” Jonghyun oppa tiba2 bertanya padaku.
“Oke, akan kujelaskan.” Jawabku mantap. “Aku suka membaca surat2 teror yang ditujukan ke Minsu tanpa ia ketahui, dan dilihat dari bentuk tulisan….. mereka menggunakan Koran.”
“Astaga, semakin susah saja petunjuknya~” keluh Ahjumma Key.
“Kira2 dia masih menyimpannya tidak ya?” Ahjusshi Jinki berpikir sebentar. “Apa aku harus menyuruh Taemin untuk membongkar kamarnya?”
“Tidak usah, beberapa waktu yang lalu aku membereskan kamarnya dan menemukan beberapa surat di tong sampah.” Ujar Ahjumma Key sambil menunjukkan kertas-kertas tersebut. “Beberapa surat dari Heechul-sshi, dan 2 lembar surat dengan tempelan huruf dari Koran.”
Aku mengambil satu surat dari tangan Ahjumma, dan membacanya dengan seksama. “KAU…. TIDAK… INGIN MATI….. KAN? JA… JAUHI….. SUSAENG… NIM? Astaga, peneror ini sakit jiwa!!”
“Aku tak menyangka putriku bisa mendapatkan semacam surat teror seperti ini.” Ucap Ahjumma khawatir. “mungkin ini sudah kejadian lalu, tapi kalau aku jadi Minsu… mungkin aku akan trauma.”
“Hyunsu, apakah Heechul-sshi adalah dosen yang terkenal dan eksis di universitas Sangji?” tanya Ahjusshi
“Waktu itu, aku menanyakannya pada Kyuhyun oppa. Dan ia bilang…. Iya, bahkan beberapa fakultas membuat fans club untuknya. Ahjumma Teukie sampai kerepotan menerima surat2 dari para Yeoja”
“Astaga…. Mungkin Heechul hyung harus pindah profesi.” Komentar Jonghyun oppa. “Lalu… apa kita akan melakukan penelusuran lagi, atau segera bergerak untuk menangkap para peneror?”
“Entahlah…” keluh Ahjusshi. “Kalau Wonhee bilang jumlah kita tidak cukup, apa yang harus kita lakukan?”
“Benar juga. Tidak mungkin cukup, peneror bisa berasal dari dua universitas kan?” jawab Ahjumma.
“Bahkan mereka bisa saja berkoalisi dan membentuk grup peneror?” Wonhee berhipotesis lagi. “Heechul oppa sangat terkenal, tidak mungkin ada yang merelakan Minsu, seorang Yeoja biasa… berpacaran dengan Heechul oppa.”
Semua orang terlihat pusing dan bingung dengan hasil diskusi masing2. Ahjusshi tidak mungkin mengajak para tetangga sekitar untuk melawan para peneror itu, karena aku yakin Ahjusshi tidak begitu mengenal mereka semua. Begitu juga dengan Ahjumma, meskipun beliau terkenal di komplek.. rasanya tidak mungkin.
Tiba2 HPku berbunyi, ada pesan dari Kyuhyun oppa *hehe*…
Saat kubuka, ada foto nya bersama dengan beberapa anak Super Jjang. Bahkan ada Heechul, Sungmin dan Shindong oppa disana. Dibawahnya tertulis ‘Aku merindukan saat-saat ini. Menurutmu, kapan kita berkumpul seperti ini lagi?’
Ahaaaa~~~ tiba2 ide cemerlang terlintas di pikiranku. Dengan segera, kuberitahukan Ahjusshi Jinki.
“Ahjusshi, bagaimana kalau penyergapan, penyerangan atau penangkapan ini kita lakukan bersama Namja-namja dari Super Jjang? Jumlah mereka 7 orang lebih.. kalau kita gabungkan kekuatan…”
“Kita nyaris ber lima belas~~” potong Wonhee. “Ide bagus Hyunsu, ayo kita ke Super Jjang~~”
“Tapi sebelumnya, telpon Leeteuk-sshi dulu ya. aku khawatir dia sedang tidak ada dirumah.” Ujar Ahjumma. “Mungkin saja beliau mau diajak bekerja sama dengan kita, mungkin Hankyung-sshi juga mau. Wah…. Idemu cemerlang. Hyunsu-sshi~~ ohohohoho”
“Baiklah, telepon segera Key.” Perintah Ahjusshi Jinki. “Kita tidak boleh mengumbar-umbar waktu. Sekalian kita bersiap-siap ke Super Jjang. Jonghyun, telpon Taemin atau Minho untuk menjaga rumah.”
Jonghyun oppa mengangguk seiring dengan bangkitnya kami dari ruang tamu dan segera bersiap ke rumah Ahjumma Leeteuk..
Semoga rencana ini berhasil…

.....

Ahjumma Leeteuk’s POV

KRINGGGGGGGGGGGGG~~~
“Yaa!! Tolong angkat teleponnya~~~” teriakku dari ruang makan. Aku sedang sibuk memberskan bekas-bekas sisa makan siang para Namja yang tidak pernah rapih sekalipun. Tentu saja Ryeowook selalu setia membantuku.
KRIIIIIIIIIIIIIIIIIIINNNNNGGGG~~~!!!!
“Yaaaak!!! Apa tidak ada yang di ruang tv?!” dengan gusar aku segera menuju ruang tv dan ternyata benar…. Ruangan hanya diributkan dengan lagu yang dilantunkan dari sebuah acara tv. Kemana para Namja itu?
“Aisssssssh…….. pasti mereka bersembunyi dikamar. Padahal kan tadi masih banyak yang berkumpul disini.” Keluhku sambil mengangkat telepon. “Yeoboseo?”
“Ah Teukie-sshi~~ kebetulan sekali.” Terdengar suara Key di seberang. “Ada yang ingin ku.. ah maksudnya, ada yang ingin kami sampaikan padamu.. pada seluruh Namja Super Jjang.”
“Nee.. apa itu?” jawabku penasaran. Sudah lama aku tidak bergosip dengan Key. Ohohohoho~~
“Nanti saja Teukie-sshi, kami akan segera kesana. Jangan lupa kumpulkan semua Namja mu ya, hehe.”
“Baiklah.” Jawabku sambil mengakhiri pembicaraan. Aku mengambil megaphone dari kamar Hankyung, menyalakannya dan berteriak..
“ANAK-ANAAAAAAAAAAAAAK!!!!! TURUN KE BAWAH JEBAAAAAAAAL~~~!!!!”

~~~~~

“Oh…. Menelusur dan menangkap peneror Minsu-sshi?” tanya Ryeowook. “Sebisa mungkin aku akan membantu.”
“Aku juga.” Timpal Eunhyuk. “Aku hanya ingin Heechul hyung dan Minsu-sshi kembali seperti dulu, tanpa ada kekosongan diantara mereka berdua.”
“Baiklah, kita akan membantu Ahjumma Key kan anak-anaaaaak??” tanyaku
“Neeeeeeeeeee…….” Jawab semuanya. “Aku pasti akan membantu, aku tidak ingin Heechul hyung bersedih dengan wajahnya yang tampan itu.” Lanjut Kyuhyun.
“Gomawo, chingu…” jawab Hyunsu-ah yang duduk berdekatan dengan Kyuhyun. “Kita harus bekerjasama untuk kebahagiaan mereka berdua. Ya kan?”
“Nee.” Jawab Kyuhyun mantap. Wajah Key dan Jinki-sshi terlihat sumringah dan bahagia, syukurlah..
“Baiklah, bagaimana kalau kita bicarakan saja rencananya?” tanya Jinki-sshi
“Ide bagus Ahjusshi, ayo kita bicarakan.” Jawab Yesung dan Donghae bersamaan. Namun beberapa saat ketika kami sedang membicarakan rencananya, Hankyung ijin untuk keluar dari kerumunan.
“Yeobo, kau mau kemana? Kau juga harus berpartisipasi untuk rencana ini~~” pintaku. “Katanya kau menyukai Heechul-sshi, kau juga harus menolongnya kan?”
“Babo, aku menerima pesan dari rekan kerjaku.” Keluh Hankyung sambil memegangi pinggangnya yang akhir2 ini dikeluhkan. “Aku harus menelponnya, nanti aku kembali lagi. Tenang saja.” Jawabnya
“Jadi…. Beberapa dari kami menguntit di Sangji, dan sisanya membantu Hyunsu dan Wonhee di kampus mereka?” Donghae memastikan rencana sekali lagi, dibalas dengan anggukan dari Jinki-sshi.
“Baiklah…” timpalku. “Tapi…… aku, Hankyung, Key dan kau…. Apa yang kita lakukan?” tanyaku bingung.
“Kita menunggu laporan dan barang bukti dari anak-anak di kantor polisi.” Jawab Key. “Wonhee-sshi sengaja menyebar rumor tentang hubungan mereka berdua yang berpacaran lagi, dan reaksi mungkin akan terjadi besok.”
Aku mengangguk, semoga saja aku dan Super Jjang bisa membantu keluarga Jinki hingga sukses…

.....

Ahjusshi Hankyung’s POV

“Yeobo, kau mau kemana?” tanya Teukie “Kau juga harus berpartisipasi untuk rencana ini~~ Katanya kau menyukai Heechul-sshi, kau juga harus menolongnya kan?”
“Babo, aku menerima pesan dari rekan kerjaku.” Keluhku sambil memijat pinggang yang akhir2 ini pegal-pegal “Aku harus menelponnya, nanti aku kembali lagi. Tenang saja.”
Setelah meyakinkan Teukie, aku bergegas ke kamar dan memencet tombol panggil untuk nomor yang tadi mengirimkanku pesan. Nomor Heechul-sshi
“Annyeong haeso…” sapaku terlebih dahulu. “Apa kabar Heechul-sshi? Ini Ahjusshi”
“Nee Ahjusshi~~!!! Apa kabar?!” jawab Heechul di seberang telepon dengan suara yang ceria. “Aku sangat merindukanmu, aku merindukan Super Jjang~~ bagaimana keadaan disana? Baik-baik saja kan?”
”Ya, baik-baik saja kok.” jawabku senang, aku turut bahagia mendengar keceriaannya sudah kembali seperti dulu. ”bagaimana keadaanmu disana?”
”Rumahku sedang dalam cuaca yang cerah karena ini minggu awal musim panas.” jawabnya antusias. ”Kucingku gembira sekali menyambut kehadiranku 3 minggu yang lalu. Badannya yang dulu kurus kering sekarang sudah gemuk kembali.”
”Ah Heebum, syukurlah..” jawabku senang. Aku tahu Heechul-sshi punya peliharaan di rumah dan ia sangat menyayanginya. ”Kau betah disana kan?”
”Ya..... aku tidak bisa bilang tidak betah karena ini kampung halamanku. Tapi tetap saja aku merindukan Super Jjang.” jawabnya sambil tertawa. ”Berlibur disini menghilangkan penat dan stress yang menjalari otakku, hahaha”
”Nee... aku turut senang.” jawabku sambil merebahkan pinggangku yang pegal-pegal di tempat tidur. ”Kau tahu, keluarga Minsu-sshi dan super Jjang sedang merencanakan sesuatu.”
”Oh ya? Apa itu? Dan kenapa mengaitkanku dengan Minsu lagi?” suaranya berubah menjadi tidak enak. ”Ahjusshi sudah tahu kan kalau aku sudah tidak berpacaran degannya lagi? Jangan hubungkan aku dengan...”
”Yaaak~~ aku belum selesai bicara!” potongku cepat. ”Jangan salah sangka dulu. Ini masalah fans mu yang keterlaluan itu, kami akan menangkapnya dan membawanya ke penjara.”
”Fans ku? Aku tidak mengerti..” ujar Heechul dari seberang telepon. “Aku tidak tahu kalau aku punya fans. Mereka tinggal dimana?”
”Ah babo... aku tidak tahu. kata Jinki-ah, kemungkinan besar fans yang terobsesi denganmu itu adalah mahasiswi dari Universitas Sangji. Mereka mungkin semacam Jjang.” aku menjelaskan semuanya sambil menggoyang goyangkan kaki dengan santai.
”Lalu.. apa hubungannya mereka, aku, dan Minsu?” tanya Heechul lagi
”Ah kau ini kok semakin bodoh sih setelah pergi dari Super Jjang?” ledekku. ”Kau memutuskan hubunganmu dengan Minsu karena ingin menyelamatkannya dari teror kan? Nah, para mahasiswi itu yang meneror dan nyaris menenggelamkan Minsu ke laut... seperti yang diceritakan oleh Yesung waktu itu. Kami akan melaporkannya ke polisi, agar mereka tidak mengganggu kalian berdua lagi”
Heechul-sshi tidak menjawab. Aku rasa ia terdiam dan tidak bisa berkata-kata sekalipun, mungkinkah ia setuju dengan rencana Jinki-sshi..... atau sebaliknya?
”Kenapa Ahjusshi Jinki melakukan ini padaku?” Heechul melontarkan pertanyaan yang tidak kuduga sebelumnya. ”apa yang mereka inginkan dariku, dari kami berdua?”
”Heechul-sshi.... Jinki-ah menyukaimu.” jawabku seadanya. ”Mungkin ia ingin Minsu-sshi dan dirimu kembali seperti dulu, kembali mencintai satu sama lain. Makanya ia melakukan semua ini, demi kebahagiaan putri tunggalnya, demi kebahagiaanmu.”
Heechul-sshi tidak menjawab lagi, di seberang telepon terdengar suara bising dapur dan lantunan musik dari radio atau dari manapun, aku tidak tahu.
”Yaa, kau masih disana kan?” panggilku
Hembusan nafas Heechul-sshi masih terdengar…
Namun beberapa detik kemudian, ia mengutarakan kata2 yang membuatku terkejut.....
”Ahjusshi, aku akan pulang malam ini. Mungkin besok pagi aku sudah sampai…. Aku ikut dalam rencana penelusuran ini.”

Bersambung...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar