Rabu, 01 Desember 2010

SuSHINee Fanfict Part 23

Donghae’s POV

Universitas Sangji, Pukul 9 pagi…

Cuaca pagi ini cukup menyegarkan meskipun ini musim panas. Ini sudah satu jam sejak aku, Eunhyuk dan Jonghyun menelusur dan mengintai di sekitar lokasi. Terkadang kami membuntuti Yeoja yang berpenampilan nyentrik atau Yeoja yang ciri-ciri tubuhnya cocok seperti Jjang.
“Hyung, Sungmin hyung tidak jadi kesini ya?” tanya Jonghyun. “Jam 10 nanti, aku ada mata kuliah. Bagaimana ini?”
“Jangan khawatir.” Jawab Eunhyuk sambil mengintai keadaan sekitar. “Tadi dia sudah ku telpon dan ia bilang sebentar lagi akan kesini. Dia masih ada urusan pekerjaan.”
“Ah syukurlah.” Jawab Jonghyun lega. “Yak~~ lihat, ada Yeoja yang pakaiannya nyentrik sekali.”
“Mana? Mana?” jawabku tak sabaran. Saat ku lihat, ternyata Yeoja itu berpenampilan biasa. Ia memakai rok mini dan kaos warna oranye dengan tulisan yang tidak ku mengerti.
“Akh, kenapa kau bilang itu nyentrik Jonghyun-ah?” protesku.
“Karena dia pakai baju oranye, hehehehe jesonghabnida.” Jonghyun membungkuk sambil meminta maaf padaku.
“Ah tidak apa-apa.” Jawabku sambil meleng. Dalam radius beberapa meter dari lokasi kami, terlihat yeoja yang berkerumun mengikuti seorang yeoja berambut warna kuning platina. “Yak, bisa jadi kah dia sang Jjang?” aku menunjuk kea rah yeoja berambut platina itu.
“Astaga~~ sepertinya intuisimu mampu diandalkan.” Komentar Eunhyuk. “Jadi… kita buntuti mereka nih?”
“Kalo menurutku sih, kita potret saja dari sini.” Usul Jonghyun. “Lalu kita tanyakan pada bagian administrasi Sangji, atau mungkin kita cari saja di website Sangji. Bagaimana?”
“Boleh-boleh saja.” Jawabku sambil mengecilkan volume MP3ku. “Hyukkie, kau bawa kamera Polaroid mu kan?”
“Aku bawa, tapi aku tidak yakin apa wajah yeoja itu bisa terlihat jelas dengan Polaroid ini.” Eunhyuk merogoh rogoh tas nya dan mengeluarkan kamera nya yang gendut dengan susah payah.
“Bagaimana kalau kita berfoto dulu sebelum memotret yeoja cantik nan psycho itu?” ujar Jonghyun sambil tertawa.
“Yak, ini kan masih dugaanku. Kenapa kau bisa menyimpulkan kalau dia pelakunya?” tanyaku heran. “Fotonya nanti saja, rambutku masih berantakan karena belum kusisir. Nanti jelek lagi.”
“Aish, kau narsis sekali Donghae.” Eunhyuk menoyorku sambil tertawa. “Baiklah kita foto yeoja itu dulu ya.” Eunhyuk menyiapkan tangannya di shutter sehingga ia dapat menjepret dengan akurat.
“Haha, minggirlah yeoja-yeoja centil~~ yang eksis itu ingin kami foto.” Gumam Jonghyun. Baru saja Jonghyun menyelesaikan kata2nya, kumpulan yeoja itu minggir…. Dan terlihat jelas wajah si yeoja rambut platina....
Jepreeeeeet!!!

~~~~~

Heechul’s POV

Kemarin sore..

“Heechul-sshi, siapa yang menelponmu?” tanya Heejin noona yang datang tiba-tiba.
“Anii… itu Ahjusshi Hankyung.” Jawabku “Dia menelpon mungkin karena rindu padaku. Kami sering melakukan hal bersama-sama.”
“Ahjusshi? Umur berapa dia?” tanya Noona ku lagi. “Kukira ia menelpon karena uang iuranmu belum lunas. Ahahahaha.”
“Aish, tidak mungkin aku mau berhutang ke Ahjumma Leeteuk. Beliau orang yang baik dan perhatian terhadap kami semua, termasuk aku.” Aku mengelus elus Heebum yang bergelut di lututku dan mengangkatnya ke pangkuanku. “Mereka sudah menganggapku keluarga sendiri.”
“Yak, meskipun begitu… kamilah keluarga aslimu.” Heejin noona mengelus elus rambutku yang megar dan berantakan. “Masuklah, Umma membuatkan kimbap untuk kita.”
“Sebentar… aku menyiapkan makanan untuk Heebum dulu. Oke manissss??” Heebum termenung lucu di gendonganku sembari kucium kumis2nya yang bersih. Lalu aku berjalan ke dapur untuk memberinya makan malam.
“Heechul-sshi, apa pekerjaanmu di Seoul?” tanya Umma. “Kenapa rambutmu jadi kuning begitu?”
“Ah Umma, ini style Seoul… aku harus selalu update dalam masalah penampilan.” Jawabku sok tahu. “Aku dosen di Sangji.”
“Sangji? Almamatermu itu? Kok bisa?” tanya Umma dengan polosnya. Aku hanya tersenyum dan memeluk Umma ku dengan gemas.
“Ya tentu bisa.” Jawabku sambil tertawa. “Oh iya Umma, noona…. Malam ini aku mau kembali ke Seoul.”
“Ah.. kenapa cepat sekali?” protes Heejin noona. “Kau baru disini 3 minggu dan sudah mau pulang? Lagipula kau belum menceritakan Seoul dan apa yang terjadi disana sehingga kau memutuskan untuk pulang.”
“Aish, apa harus kuceritakan sekarang?” tanyaku. Heejin noona mengangguk semangat. “Baiklah kalau begitu.”
“Aku pulang…. Karena aku putus cinta.” Jawabku tanpa basa basi. “Ada seorang yeoja manis dengan tubuhnya yang tinggi kurus yang sudah mengisi hari-hariku. Tapi…. Ia ditakut-takuti oleh entah siapa, Kata Ahjusshi Hankyung mereka fansku. Aku memutuskan hubungan kami untuk keselamatannya”
“Aigoooo Heechul-sshi~~ hebat sekali kau, jadi dosen saja sudah banyak fansnya. Pasti para mahasiswi” Komentar Umma “Tapi pasti perasaanmu sakit sekali kan?”
“Super Jjang dan keluarga yeoja itu memutuskan untuk mencari sang peneror dan menangkapnya, agar hubungan kami bisa berlanjut seperti dulu.” Aku mengalihkan pembicaraan sambil memberikan makanan kepada Heebum.
“Ah aku mengerti…” ujar Heejin noona. “Jadi, kau ikut dalam pencarian itu? Kau yakin tidak apa2? Mahasiswi itu ganas sekali. Berhati-hatilah.”
“Gomawo noona, saranmu sangat membantu. Sejujurnya aku ikut dalam pencarian ini secara transparan. Tidak ada yang tahu kalau aku berpartisipasi. Hanya Ahjusshi yang tahu.”
“Ohhhh….. jadi itu sebabnya Ahjusshi menelponmu?” tanya noona dibalas dengan anggukanku. “Oke, lebih baik kau segera menyiapkan tasmu dan mengecek motormu untuk perjalanan malam nanti.”
“Eh.. eh….. jamkkan man-yo Heechul-sshi. Aku ingin bertanya sesuatu padamu.” Ujar Umma tiba-tiba. “Yeoja itu….. apakah kau masih mencintainya?”
Aku terdiam sesaat. Kenangan kami bergulir lagi di kepalaku, rasanya airmataku ingin jatuh… tapi aku berusaha tersenyum.
“Aku tidak tahu Umma,” jawabku ragu. “Kalau iya… mungkin suatu saat aku akan membawanya kemari.”

~~~~~

Ryeowook’s POV

Universitas T, Pukul 11 siang..

“Kyuhyun kemana sih? Katanya ia hanya mengantar Hyunsu-ah sebentar~~ tapi rasanya kok lama sekali?” protes Shiwon hyung, Oppa dari Hyunsu.
“Tenang saja Shiwon-ah, Kyuhyun mengantar Hyunsu sembari melacak keadaan di sekitar gedung kampus.” Ujar Yesung hyung, “Kudengar teman Wonhee-ah yang disuruh oleh para Jjang itu sekelas dengan Hyunsu pada jam kuliah siang ini.”
“Oh. Aku mengerti,” Shiwon sibuk merapihkan rambutnya yang licin dan penampilannya yang formal dengan kemeja dan celana bahan. “Bagaimana dengan tim Sangji? Mereka sudah memberi laporan?”
“Nee, Jonghyun yang mengirimkanku pesan.” Sahutku. “Iya menemukan seorang yeoja berambut platina yang gerak-geriknya seperti seorang Jjang.”
“Ahhhh lalu apa yang mereka lakukan sekarang?” sahut Yesung. “Eh lihat…. Yeoja itu mukanya sangar sekali, tapi cantik.”
Aku memperhatikan yeoja yang Yesung hyung maksud. Memang sih wajahnya terlihat galak dan kasar, cocok sekali dengan tipe Jjang umumnya.
“Yasudah.. kita ikuti saja dulu. Eh? Kyuhyun telepon. Tunggu sebentar.” Shiwon hyung mengangkat telponnya. “Yeoboseo… yak, dimana kau? Kami menemukan seorang yeoja yang mencurigakan.”
Kami berjalan pelan-pelan mengikuti yeoja berwajah galak itu, sementara Shiwon hyung masih sibuk menelepon Kyuhyun. Ia masuk ke kantin dan kami memutuskan untuk masuk ke kantin juga sekalian memesan makanan, karena kami belum makan siang.
“Kau mau makan apa?” tanya Yesung hyung, “Aku lapar sekali, mau makan samgyupsal saja.”
“Aku ddubboki saja hyung, tolong pesankan. Gamsahabnida.” Setelah aku memesan makanan, aku kembali memerhatikan yeoja itu. Ia makan sendirian di kursi yang terletak beberapa meter dari kursi kami, mencurigakan sekali.
“Maaf, aku baru selesai menelpon.” Ujar Shiwon hyung yang muncul dari arah pintu kantin. Beberapa orang memperhatikannya, beberapa orang berbisik bisik dan beberapa yeoja tersenyum senyum memandanginya. “Kyuhyun bilang ia pulang dulu ke Super Jjang, ada yang tertinggal.”
“Baiklah, Yesung hyung sedang memesankan makanan untuk kita.” Ujarku sambil masih memperhatikan yeoja itu. “Kau pesan makanan dulu saja hyung, kau pasti lapar.”
“Yee. Lihat, Yesung hyung sudah kembali. Aku memesan makanan dulu ya.” Shiwon hyung pamit dan mencari makanan yang menurutnya menarik. Aku jadi teringat masa-masaku dengan Kibum-sshi di Universitas A saat semester 8, sahabat baikku itu kini sudah pergi ke ujung dunia yang tidak tergapai, Amerika.
“Ini ddubboki mu.” Yesung hyung memberikan seplastik ddubboki dan air minum. “apa yang yeoja itu lakukan?”
“Belum ada kemajuan apa-apa.” Ujarku sambil menusukkan satu nasi dengan tusuk gigi. “Yeoja itu memunggungi kita, jadi aku tidak bisa lihat wajahnya dan apa yang kita lakukan.”
“Apa kita harus mendekat kearah kursinya?” bisik Yesung hyung. “Mungkin kita bisa mendapatkan sedikit petunjuk.”
“Em… terserah hyung saja.” Aku sibuk mengunyah ddubboki pedas yang terasa panas di mulutku. “tapi lebih baik kita makan saja dulu, penelusurannya kita tunda sebentar,”
Shiwon hyung datang membawa Beef barbeque yang ia beli dan kami makan bersama. Kami saling mencicipi makanan kami masing-masing sembari membicarakan kehidupan kami masing-masing
“Makanya, menabunglah di….. eh, lihat yeoja tadi.” Ujar Yesung hyung.
Aku mengalihkan perhatianku dari makanan kea rah yeoja tersebut…
Eh? Kok dia menangis?

~~~~~

Sungmin’s POV

“Aisssssssh kenapa telponku tidak diangkat angkat sih?!” gerutuku kesal. Kini posisiku sudah di Sangji setelah menyelesaikan berbagai tugas dan pekerjaan yang memusingkan dari kantor. Kini aku menelepon Eunhyuk dan ia tidak mengangkatnya.
“Hyukkie-sshi~~~~!!! Angkat ppali~~~~” gerutuku kesal. Aku ingin tahu lokasi mereka, sehingga aku bisa menentukan tempat parkir yang sesuai. “apa sih yang terjadi diantara mereka? Kutelepon Donghae tidak diangkat, kutelepon Jonghyun tidak diangkat, kutelepon Eunhyuk tidak diangkat, apa yang…..”
Belum selesai aku menggerutu, terlihat Donghae, Eunhyuk dan Jonghyun berlari terbirit birit dan saling berpencar. Di belakangnya, sekumpulan yeoja mengejar mereka dengan wajah yang marah.
“Akh.. bagaimana ini? Apa ku lerai saja mereka?” aku memikirkan sebuah ide. Dengan berani, aku melajukan mobilku kea rah para kumpulan yeoja itu dan mengklakson mereka hingga mereka terkaget kaget. Aku membuka jendela dan berharap tidak ada yang menyerangku.
“Jesonghabnida, bisa minggir sebentar? Aku mau parkir.” Jawabku lembut sambil mengeluarkan senyum manisku.
“Ahhhhh boleh-boleh saja~~” beberapa yeoja tersihir dengan suara lembutku. *hehehehehe* “Maafkan kami juga, sudah menghalangi oppa yang mau parkir.”
“Ahhh nee. Kenapa kalian tidak masuk kelas? Yeoja cantik seperti kalian pasti pintar-pintar.” Aku menggoda mereka dengan suara lembutku lagi. “Masuk lah ke kelas kalian. Jangan sampai terlambat ya~”
Setelah mereka mengangguk dan pergi ke kelas mereka masing-masing, aku memanggil 3 kawanan yang sedang bersembunyi di balik rerumputan. “Yak.. kenapa kalian dikejar oleh yeoja-yeoja itu? Keluarlah. Masuk ke dalam mobilku.”
Donghae, Eunhyuk dan Jonghyun masuk ke dalam mobilku terburu-buru, nafas mereka tersenggal senggal. “Nyaris saja kita tertangkap. Yeoja disini ganas-ganas ya, wajah mereka saja tidak bersahabat.”
“Kami mengambil foto yeoja ini Sungmin hyung.” Donghae menunjukkan sebuah foto yeoja berambut kuning platina dengan penampilan yang super nyentrik. “Kami rasa dia pelakunya, karena dia sangat eksis di kalangan yeoja-yeoja disini.”
“Tapi saat kami hendak memotretnya, para yeoja itu menyadari keberadaan kami yang sedang menguntit dan mengejar kami.” Lanjut Jonghyun sambil masih terengah-engah. “Untung saja Sungmin hyung datang tepat pada waktu nya, fiuuuuuh~~”
“Ohhhh jadi itu sebabnya kalian tidak mengangkat teleponku??” tanyaku setengah marah dan geli. “Coba kalian cek HP kalian, berapa kali aku menghubungi kalian.”
“Omo….. mianhae hyung, kami tidak menyadarinya karena panik.” Ujar Eunhyuk sambil mengelap keringatnya. “Hyung ternyata miscall lebih dari 5 kali.”
“Gwechana, lalu…… apa yang akan kita lakukan sekarang?” tanyaku. “Kalian kan sudah dapat fotonya, apa kita harus menanyakannya pada bagian administrasi? Siapa yang akan melakukannya, apa aku saja?”
“Kalau hyung yang akan kesana, aku saja yang ikut.” Usul Eunhyuk. “Jonghyun-ah akan kembali ke mobilnya, sementara Donghae yang akan menjagai mobil hyung. Bagaimana?”
“Baiklah, jangan kemana-mana ya Donghae-sshi. Aku cuma keluar sebentar.” Eunhyuk mengikutiku yang keluar dari mobil dan menanyakan pada bagian keamanan, dimana letak bagian administrasi.
“Tadi sangat mendebarkan hyung.” Eunhyuk mulai bercerita padaku, “Untung saja wajahku yang sedang memotret tidak terlihat. Begitu juga dengan mereka berdua.”
“Lalu kenapa kalian bisa tahu kalau mereka mengejar kalian?” tanyaku kembali
“Aku melihatnya dan Jonghyun juga merasakan getaran tanah, tanda kerumunan itu berlari kea rah kami”
Aku mengangguk sambil memperhatikan foto yeoja rambut platina yang seperti Lucifer itu…

~~~~~

Shiwon’s POV

“Ada apa dengan yeoja itu?” tanyaku yang tak menyadari Ryeowook dan Yesung hyung yang memandang lurus ke arah yeoja itu.
“Dia menangis.” Bisik Yesung hyung. “Dan ia sendirian. Apa yang harus kita lakukan?”
“Apa aku harus kesana?” tanyaku ragu-ragu. “Mungkin saja aku bisa menenangkannya.”
“Ide bagus hyung. Tapi kita tunggu Kyuhyun kemari dulu ya.” sahut Ryeowook sambil memencet mencet HPnya. “Dia sudah sampai di gerbang kampus, beberapa menit lagi sampai.”
Benar saja, 10 menit kemudian Kyuhyun datang dengan muka yang polos tanpa dosa. “Mian kalau aku lama. Aku tidak ditunggu kan?”
“Kau ditunggu dari tadi, babo.” Yesung hyung mengacak acak rambut Kyuhyun. “Banyak yang kau lewatkan sedari dari. Makanya jangan pacaran terus, kita dari tadi disini mendapat satu target.”
“Oh ya? yang mana?” tanya Kyuhyun dengan senyum jahatnya yang menggemaskan. Membuatku ingin mencekiknya (?)
“Itu, disitu.” Ryeowook menunjuk dengan dagunya. “Yeoja tadi menangis sebentar disitu, pundaknya gemetaran dan kami mengusulkan supaya Shiwon hyung kesana. Tapi kami menunggumu supaya kau bisa ikut memata-matai dia bersama kami.”
“Nee. Shiwon hyung, saat nanti kau kesana , jangan lupa kirim pesan kepada kami kalau ada pernyataan dari si yeoja. Mungkin saja itu bisa jadi petunjuk.” Otak Kyuhyun yang encer mulai bekerja.
Aku mengangguk dan mulai berjalan kea rah yeoja itu. Lalu aku menyapanya, “Annyeong haseo… boleh aku duduk disini?”
“Ah, nee….. boleh boleh saja.” Yeoja itu membersihkan wajahnya yang basah dengan tisu dan tersenyum
“Boleh tahu siapa namamu? Choi Shiwon imnida, oppa dari Choi Hyunsu. Kau kenal dia?” aku memulai pembicaraan dengan santai.
“Jang Sungri imnida. Nee, aku tahu dia….. dia sunbaeku di universitas ini. Kalau tidak salah ia kuliah di fakultas Ekonomi ya?”
“Nee… ternyata dongsaengku cukup terkenal. Ahahaha….” Ujarku sewajar mungkin. “Ngomong2, kenapa kau menangis sendirian disini?”
“Ah, terlihat ya?” ia memencet-mencet matanya yang masih bengkak. “Aku memikirkan eonnie ku di Sangji, namanya Jang Boora.”
Aku mengetik sebuah draft untuk kukirimkan kepada Kyuhyun. “Apa yang terjadi dengan eonni mu?”
“Dia menyukai dosennya disana. Ia begitu terobsesi dengan Namja itu, sampai suatu hari ia tahu bahwa Yeoja chingu dosennya kuliah disini. Ia menyuruhku untuk membawa yeoja itu kepadanya.” Ucapnya panjang lebar. “Kupikir ia hanya ingin berkenalan dengan yeoja itu, tapi ternyata kudengar ia menenggelamkan yeoja itu di laut bersama teman2nya. Sumpah, aku tidak bermaksud untuk mencelakakan yeoja itu, aku tidak tahu eonni akan menenggelamkannya~~”
Aku mengangguk sambil tetap menulis draft di HPku. “Kalau boleh tahu, siapa nama dosen yang eonni mu suka itu? Oh iya, apa yeoja yang waktu itu ditenggelamkan eonnie mu sudah mati?”
“Aku bersyukur ia tidak mati, tapi sikapnya jadi berubah.” Jawabnya sambil menempelkan tisu di mata kirinya. “Aku sudah bilang sama Boora eonni untuk menghentikan terornya karena mereka sudah putus, tapi kudengar dari Hyunsu mereka sudah kembali bersama. Eonni mendengarnya, dan…..”
“Dan kenapa?” tanyaku ingin tahu. “ceritakan saja padaku, mungkin perasaan sedihmu akan mereda. Dan semoga saja eonnie mu mengurungkan niatnya.”
“Ya, aku harap begitu.” Sungri membersihkan hidungnya yang basah. “ia bilang ia akan melakukan sesuatu pada yeoja itu. Sesuatu yang lebih parah dari hanya sekedar menenggelamkannya.”
“Akh jinjja??” aku mengirimkan draft tersebut ke nomor Kyuhyun dan menulis draft lagi. “Kalau boleh tahu, siapa nama yeoja yang ditenggelamkan eonnie mu itu?”
“Kalau tidak salah namanya Lee Minsu. Bukannya ia teman dari Hyunsu eonnie?”
Jantungku berdebar-debar.. ternyata yeoja ini sangat dekat dengan pelaku peneroran Minsu. Tapi aku berusaha untuk bersikap sewajarnya. “Molla, Hyunsu tidak pernah menceritakan tentang pertemanannya dengan siapapun.” Bohongku.
“Uhhhhhh seandainya saja oppa kenal dengannya, aku ingin menyampaikan permintaan maafku terhadap eonnie Boora.” Ujar Sungri dengan matanya yang masih merah. “Aku sangat menyesal dengan kelakuan kakakku, aku harap aku bisa merubahnya.”
“Mungkin ia harus diberi hukuman yang berat, baru ia menyesal nanti.” Ujarku “Kau pasti sangat sayang dengan eonnie mu itu ya?”
“Tentu saja oppa, eonnie selalu perhatian padaku sampai suatu hari…. Orangtua kami bercerai. Sikapnya berubah menjadi 180 derajat, ia kabur dari rumah dan tinggal dirumah temannya. Tapi sesekali ia menjengukku”
“Ah jinjja?” lagi-lagi aku berusaha menenangkan perasaanku. Satu petunjuk lagi dan semua ini akan berakhir. “Kalau boleh tahu, wajah eonnie mu seperti apa ya? pasti mirip denganmu ya?”
“Aku punya fotonya.” Sungri memberikan selembar foto. “Kalau oppa bertemu dengannya, bisakah oppa menyuruhnya untuk pulang? Ia gampang luluh kalau melihat namja yang tampan, mungkin saja oppa bisa membujuknya.”
Hah? Apa katanya? Jadi maksudnya.... aku ini tampan? Ahahahahaha sudah kuduga *narsis*
“Boleh kupotret? Kali saja aku bertemu dengannya nanti.” Bohongku lagi. Sungri mengangguk dan memperlihatkan foto eonnienya. Terlihat yeoja dengan penampilan yang mencolok dan rambut berwarna kuning platina memeluk Sungri.
Sesaat sebelum memotretnya, tiba-tiba ada pesan multimedia dari Yesung. Terlihat foto yeoja berambut kuning platina dan dengan raut wajah yang sama. Dibawahnya tertulis….
‘Yeoja ini bernama Jang Boora. Ia punya mobil besar dengan warna yang sama dengan rambutnya, dan menurutku… mobil platina itu mirip dengan mobil platina yang aku lihat. Nanti kukirimkan fotonya’
Satu pesan multimedia datang lagi, terlihat yeoja itu sedang memasuki sebuah mobil berwarna kuning platina. Dan dibawahnya tertulis…
‘Mobil ini mirip 100% dengan mobil yang kulihat waktu itu. Ini forward dari Eunhyuk-sshi. Kemarilah, kita pergi ke Super Jjang dan laporkan kepada Ahjusshi Jinki’
Setelah memotret foto yang Sungri berikan, aku mengembalikannya sambil tersenyum. “Semoga saja eonnie mu cepat pulang dan kembali seperti dulu ya, aku berdoa untukmu.”
“Gamsahabnida oppa, kau membuat sebagian bebanku hilang. Gamsahabnida….”
Aku segera pamit dan menghampiri tim ku. Kami berjalan cepat menuju mobilku dan mobil Kyuhyun.
“Petunjuknya kuat sekali!” komentar Ryeowook. “Pasti dia yang menenggelamkan Minsu-sshi.”
“Tenang dulu Wookie.” Ujar Yesung hyung. “Yang harus kita lakukan adalah melapor kepada Ahjumma dan Ahjusshi, lalu menyergap gengnya. Menurut Sungmin, anggota geng yeoja itu sekitar 40 orang.”
“Kita harus menyiapkan mental kita untuk menangkap mereka. Setahuku, yeoja di Sangji lebih galak dan lebih seram daripada namjanya.” Ujar Kyuhyun. “Ada yang mau bareng denganku, hyung?”
“Kalian pergi saja dengan Kyuhyun, aku ada kuliah jam 3 nanti.” Jawabku disusul dengan anggukan mereka. Kami berpisah, aku ke kampus sementara mereka bertiga kembali ke Super Jjang.
Selama dalam perjalanan, jantungnya berdetak cepat….
Pelaku ada di depan mata kami…
Selangkah lagi…. Kami pasti bisa menangkapnya.
Kami harus bisa menangkap mereka!!

Bersambung...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar