Appa: iya begitulah, uang yang ku taruh di dashboard terbang dan aku segera mengambilnya. Jalannya sepi, aku pikir tidak ada mobil. Ternyata ada sedan yang melaju dari arah yang berlawanan. Maafkan Appa ya
Aku memandangi Appa yang tetap tersenyum meskipun ia sudah tahu bahwa 2 gigi depannya patah, pahanya kena 30 jahitan dan tangan kirinya patah. Aku hanya bisa mengelus elus Appa yang belum bisa keluar dari rumah sakit ini..
Leeteuk: astaga, aku tak bisa mengatakan sesuatu kalau Hankyung mengalami hal yang sama seperti Pak Jinki.. aku pasti menangis setiap hari
Saya: haha, Bu Teuki masak seperti itu sih? Tidak begitu lah
Hankyung: haha, maafkan istri saya yang terlalu lebay
Aku menatap seisi ruangan yang tadi penuh dengan tamu. Dari keluarga Kangin oppa dan Kibum, Bu Teuki Pak Hankyung yang baru menjenguk, dan kini Hyunsu dan Shiwon oppa. Aku menghampiri mereka yang masih duduk menunggu
Hyunsu: tamunya banyak sekali ya dari tadi?
Saya: iya, tetangga baruku yang namanya Kangin oppa beberapa jam yang lalu datang bersama adik dan Ummanya, ia sangat berisik dan tidak bisa mengontrol suaranya.
Hyunsu: aku lihat namja yang tadi hidungnya mancung dan badannya kurus, itu adiknya atau kakaknya?
Saya: oh, itu Kibum. Dia adiknya
Hyunsu: ohhhh….. sepertinya dia lumayan ganteng
Aku mendengus. Setelah Taemin dan Kyuhyun oppa, sekarang Kibum??
Shiwon: menurutku sih lebih tampan Kyuhyun saeng, tetangga kita yang dulu
Saya: eh? Oppa kenal Kyuhyun oppa juga?
Shiwon: iya, dia dulu tinggal di sekitar rumah kami. Tapi sekarang dia pindah sendiri entah kemana
Saya: dia ngekos di seberang rumahku, oppa
Hyunsu: eh, jadi yang waktu itu menjemputmu….. Kyuhyun oppa yang dulu tinggal di dekat rumah kita, oppa?
Shiwon: sepertinya begitu, dia punya kakak perempuan yang namanya Cho Ara. Keluarganya pindah ke China sementara kakaknya kuliah di Amerika
Saya: sedengar aku sih marganya memang Cho. Oh ya ampun… dunia itu sempit sekali ya, nanti ku pertemukan oppa dengannya deh
Shiwon oppa hanya tersenyum tipis dengan pandangan mata yang lurus menatap ke depan. Benar2 anggun, berbeda dengan adiknya *haha maaf cuy kalau ada yang merasa*
Leeteuk: Minsu-sshi, kami pulang dulu ya. jaga Appa mu baik2, semoga beliau lekas sembuh dan kembali seperti semula
Saya: terimakasih Ahjumma…
Hankyung: hati2 ya selama menjaga. Jaga kesehatan, Yesung mungkin berniat menemanimu beberapa hari
Aku tertawa sambil menyalami mereka berdua. Aku senang biarpun mereka berdua sibuk, tapi masih menyempatkan diri menjenguk Appa ku
Hyunsu: Om Jinkiiiiiiiiiiiiiiii.. bagaimana keadaannya? Sudah baikan?
Appa: jahitannya sudah dilepas dari 2 hari yang lalu, tapi tangan yang patah ini masih belum bisa bekerja dengan baik. Hehe
Shiwon: banyak2 minum susu Ahjusshi. Supaya tulang Ahjusshi bisa menyatu lagi
Appa: terima kasih namja. Namamu siapa?
Shiwon: joesonghabnida, saya belum memperkenalkan diri. je ileum-eun choi Siwon-ibnida
Appa: oh, kau Oppa nya Hyunsu ya?
Shiwon: ne, Ahjusshi..
Appa: kau dewasa sekali ya? cocok sekali mengurus dongsaeng yang kecil dan imut seperti Hyunsu-sshi
Hyunsu: hahahahahahaha Om bisa saja~~
Shiwon oppa tersenyum lagi seperti tadi. Sepertinya sifatnya agak kaku ya, aku jadi sedikit takut
Shiwon: em… Minsu-ah kok diam saja? Ikutlah mengobrol dengan kami
Saya: ah, tidak… aku sedang memperhatikan kalian saja. Aku terlalu senang karena Appa sudah bangun sehingga aku jadi sering melamun lagi. Hahaha
Hyunsu: kamu memperhatikan Shiwon ya? jangan coba2 berbohong denganku loh~~
Aku menelan ludah. Kok bisa2nya dia tahu kalau aku memperhatikan oppa nya yang serba formal ini
Saya: tapi kalau aku memperhatikan Shiwon oppa, bukan berarti aku suka padanya kan?
Mereka semua tertawa kea rah ku, aku tidak mengerti. Biasanya orang akan mengambil kesimpulan kalau aku senang memperhatikan namja tertentu di kampusku, padahal aku hanya memeprhatikan penampilannya yang nyentrik atau mungkin wajahnya yang menurutku unik atau aneh
Hyunsu: tidak lah, kan kau suka sama Hee.. upsssss maaf keceplosan
Wajahku langsung memanas karena perkataan Hyunsu barusan, nyaris saja ia membocorkan rahasia yang sudah tersimpan 3 bulan lamanya. Jantungku berdebar-debar takut Appa bisa menebaknya dan mungkin ia akan meledekku
Shiwon: siapa, saeng?
Appa: oh, pria cantik yang kemarin menemanimu menjagaku ya? siapa namanya?? Aduuuh Appa lupa
Saya: Appa, please…. Jangan dibahas~~
Semuanya tertawa ke arahku, termasuk Shiwon oppa. Aduh, lain kali aku tidak akan menilai orang sebelum terlalu dekat dengan orangnya deh
~~~~~~~~~~~~~
4 hari kemudian…
Sabtu yang indah… udaranya segar dan Appa sudah pulang ke rumah. Umma seakrang sudah menghentikan teriakannya untuk membangunkan anak2nya, perasaanku agak tenang sekarang
Di lantai 2, aku melihat Eunhyuk oppa dengan perut six pack nya menari nari indah di dalam kamarnya, sementara Sungmin oppa bermain piano dengan mukanya yang masih suntuk, Ryeowook dan Shindong oppa keluar dari pagar untuk jogging, dan Kyuhyun oppa masih tertidur dengan wajahnya yang polos. Tapi kok, di sebelah mulutnya ada sesuatu yang basah? Jangan jangan….. hiiiih aku tidak ingin memikirkannya
Keluarga kami sudah utuh lagi seperti biasa, mungkin Appa butuh bantuan untuk menyangga tangan kirinya yang masih di gips. Ia diberi cuti sebulan oleh kantornya, tapi ia tetap berusaha mengerjakan tugas2 yang dikirimkan ke emailnya, benar2 rajin Appa ku
Suara: noona… noona ada di kamar?
Saya: Ya Taemin, ada apa?
Taemin: Umma menyuruhmu buang sampah, bungkusannya sudah di dekat gerbang semua
Oh crap.. kenapa di sabtu yang indah ini harus berurusan dengan sampah??
.....
Saya: Ya tuhan….. bungkusannya sampai 3 begini?? Umma masak apa sih untuk Appa kemarin?
Aku mengeluh melihat bungkusan sampah berjubel hampir memenuhi garasi. Saat Appa pulang dari rumah sakit, Umma membuatkan makanan yang enak2, bahkan mengundang beberapa saudara dan keluarga Kibum untuk berkunjung sebentar. Kangin Oppayang selalu heboh dan ribut, sedikit meramaikan suasana. Ia menghibur Appa dan membuat Appa melupakan tangannya yang belum pulih benar, sementara Ummanya mengobrol dengan Ummaku, Kibum mengobrol dengan Minho dan Jonghyun. Aku dan Taemin sibuk di dapur, meskipun lelah tapi waktu itu sangat menyenangkan.
Saat aku sudah sampai di kotak sampah besar, terlihat Heechul oppa dalam posisi yang aneh dan mencurigakan sambil mengacung acungkan tangannya ke sesuatu
Saya: Oppa ngapain jongkok disitu? Apa yang oppa lakukan?
Heechul oppa tampaknya tersentak mendengar teguranku dan menengok, ia memicingkan matanya tajam ke arahku.
Saya: aigoooooooooooooooo, seram sekali tatapan oppa. Apa yang oppa lakukan sih disitu? Minggir, aku mau buang sampah
Heechul: dia ketakutan melihat wajahmu yang jutek dan kurus itu tau..
Aku melongok sedikit. Di depannya ada anak kucing berwarna jingga putih yang sedang menghabiskan susu di dalam potongan gelas plastik. lucu sekaliii darimana ia dapat kucing seperti itu?
Saya: itu milikmu?
Heechul: bukan, aku menemukannya di dekat tempat les. Kubawa saja, soalnya dia kesepian…
Saya: lalu kenapa tidak ditaruh di kost2an?
Heechul: Bu Teukie bilang aku tidak boleh memeliharanya. Huhuhuhuhu
Aiiiiih, dia pura2 menangis…. sok manis sekali kelakuannya~
Aku melihat rambut Heechul oppa, kok rasanya ada yang berbeda ya?
Saya: sejak kapan rambut oppa berwarna coklat, bergelombang dan panjangnya setengkuk leher? Seingatku rambut oppa dibawah pundak deh
Heechul: aku memotongnya dan mengecatnya dengan warna coklat. awalnya aku mau warna vermillion, tapi kata dongsaeng di Super Jjang, warnanya terlalu menyala. Jadi coklat saja… oh iya, hari ini kau ada waktu?
Ia berdiri dan merapihkan bajunya yang kusut. Wangi tubuhnya menyeruak ke hidungku, aneh sekali orang ini.. sudah mandi masak mainannya di tempat sampah??
Saya: aku tidak ada kuliah hari ini, dan malam minggu aku tidak ada acara. Ada apa?
Heechul: jalan2 yuk~ ke tempat les Kyuhyun, atau ke tempat sunset waktu itu.
Saya: hem? Ke les vokal itu, ada acara apa memangnya?
Heechul: katanya sih ada paduan suara lagi seperti waktu itu, kamu mau menontonnya? Atau kau lebih senang melihat sunset?
Aku tersenyum sambil membuang kantung sampah dan berusaha agar tidak menakuti kucing kecil yang masih sibuk menghabiskan susunya itu, sudah lama sekali aku tidak jalan2 dengan Heechul oppa, aku harus memanfaatkan waktu dengan baik selagi ada kesempatan
Saya: terserah Oppa saja
Heechul: kalau aku ajak bunuh diri, juga mau ya?
Saya: arrrgh kecuali yang itu~~!!
Ia tertawa sambil mengucek ucek kepalaku. Pelan2 kusembunyikan wajahku yang mulai memerah dan panas
Heechul: Minsu-sshi, kau suka kucing tidak?
Wah, baru pertama kali aku mendengar ia memanggil namaku. Senangnya~~~~ *heboh sendiri*
Saya: aku suka sekali, tapi aku lebih suka kucing kampung daripada ras. Mengurusnya lebih mudah dan mereka bisa mencari tikus, hehehe
Ia memandangi kucing warna jingga sambil memandangiku juga secara bergantian. Ekspresi bingungnya membuat wajahnya semakin indah saja di mataku.
Saya: ada apa?
Heechul: oooh, tidak apa2.. baiklah, nanti kujemput jam 7 malam atau jam 4 ya?
Saya: baiklah. Eh terus ini kucingnya bagaimana?
Ia memandangi kucing yang sudah selesai minum itu sambil memandangiku lagi bergantian *apa2an sih kelakuannya itu?*
Heechul: biarkan saja disini, dia mirip denganmu. Pantas kalau ditaruh disini. Hihihi
Hah? Maksudnya apa sih?! Dia melecehkanku?!
Sebelum ia masuk ke dalam rumah Bu Teukie, ia tertawa kecil sambil terus memicingkan matanya ke arahku. Huh sok misterius sekali sih dia~~
Jam 3 Sore..
Jonghyun: Minsu… ada Sungmin hyung..
Aku sontak terbangun dari tidur siang yang nyenyak dan kepalaku membentur kepala Jonghyun hingga ia terjerembap di tumpukan pakaian kotor di pojok kamarku
Minsu: ahhhhhhhhhh, mianhae Jonghyun oppa. Tadi kau bilang,… Sungmin oppa kesini?
Aku membantu Jonghyun oppa bangkit dari tumpukan bajuku, ia mengelus elus kepalanya yang sepertinya benjol
Jonghyun: iya, tadi Minho yang membukakan pintu. Perbaiki kebiasaanmu kek, jangan langsung bangun seperti itu, sudah berapa kali kau membuat semua orang yang membangunkanmu terhempas di pakaian kotormu?
Saya: aduh maafkan aku oppaaaaa~~~ aku memang selalu begitu setiap bangun tidur. Aku tidak bisa memperbaikinya
Jonghyun; tapi masih lumayan sekarang sih, daripada waktu kecil dulu..
Saya: me.. memang kenapa?
Jonghyun: waktu kamu masih berumur 4 tahun, kamu langsung melompat dari tempat tidur kalau sudah bangun
Aku berpikir.. memangnya iya ya? kok aku tidak merasa ya? ah sudahlah… itu sudah 15 tahun yang lalu.
Aku pergi ke kamar mandi dan mandi sesegera mungkin *aku tidak ingin wajah jelekku terlihat oleh Sungmin oppa~~* dan turun ke bawah. Loh, kok Sungmin oppa nya tidak ada?
Saya: tadi katanya, ada Sungmin oppa ya? dimana dia?
Minho: dia tadi keluar sebentar, mau mengambil sesuatu. Susul saja
Terdorong rasa penasaran, aku membuka pintu rumah untuk mencarinya. Saat kubuka, terlihat kucing berwarna jingga yang tadi kulihat di dekat tong sampah, sejajar dengan mukaku
Saya: aigooooooooooooooooooo, ku.. kucing?
Sungmin: ini dari Heechul hyung untukmu, Minsu-sshi. Hihihihi
Aku memperhatikan kucing yang Sungmin oppa gendong2 dengan wajah yang ceria, bulunya putih dan bersih, seperti habis dimandikan. Lehernya diberi kalung warna hitam
Saya: ini.. benar2 untukku?
Sungmin: iyaaaaaaa…. Heechul hyung sedang mencuci motornya, katanya kalian akan jalan2 sore ini… jadi aku mewakilinya memberikan kucing kecil ini. Sudah dimandikan dan diberi makan~~
Aku menerima kucing dari genggaman Sungmin oppa, aku mencium kucing kecil itu, hmmmmm wangi sekali. Pasti Heechul oppa yang memandikannya
Saya: namanya siapa?
Sungmin: hyung belum memberinya nama, kau saja yang memberinya nama
Tiba2 Taemin datang menyeruak dan merebut kucing kecil itu dari tanganku
Taemin: aigooooooooooo imutnyaaa~~~ dari siapa noona?
Saya: dari.. dari Heechul oppa
Sungmin: sebaiknya beri nama saja dia, mau dikasih nama siapa?
Tiba2 setelah berbicara dengan Taemin tadi, aku mendapat inspirasi. Sebuah nama yang bagus menurutku
Saya: aku mau menamainya Heemin
~~~~~~~~~~~~~
Jam 5 sore….
Saya: jadi.. kita pergi ke pantai nih?
Heechul: kita memang sudah di pantai kan? Kau tidak melihatnya?
Aku melihat ke sekitar, memang sih kami berdua sudah ada di pantai sekarang, tapi aku masih tetap tidak percaya. Aku pikir Heechul oppa akan membawaku ke tempat sunset di puncak bukit seperti waktu itu
Saya: kok tumben oppa membawaku ke pantai?
Heechul: akhir2 ini aku asma, dan ada yang bilang pantai bagus untuk menyembuhkannya. Lagipula bukit itu sudah membosankan, aku sudah mengunjunginya berkali kali
Saya: hahahahaha alasan oppa sangat masuk akal
Heechul oppa tersenyum tipis seperti waktu di rumah sakit, dan menggenggam tanganku. Mengajakku duduk di bawah motor, di pasir pantai yang bersih dan putih
Saya: oppa… em, terima kasih ya, sudah memberikan kucingnya untukku. Anak kucing itu sangat lucu, dan wangi…
Heechul: aku yang memandikannya dengan sampoku, hahahaha kau beri nama siapa?
Aku merenggut dadaku yang berdebar-debar tak karuan, pikiranku melayang menghayal dan rasanya sangat menyenangkan
Saya: em…. Aku tidak akan memberitahukannya padamu untuk saat ini
Heechul: kenapa?
Saya: em…. Karena namanya merupakan kejutan untukmu, hahahaha
Ia memandangiku dalam sekali, sampai2 rasanya seluruh tubuhku membeku karena pandangannya. Ia mendekatkan dirinya kearahku, mengelus pipiku dan mendekati wajahku lagi
Heechul: aku ingin berlama-lama disini bersamamu Minsu, aku.. benar2 kangen saat-saat kita bersama
Aku mengalihkan wajahku yang mulai merah dengan membuka poni ratanya yang berwarna coklat
Saya: sekarang kan kita sudah sama-sama…… eh, sunsetnya sudah mun…
Saat aku melihat matahari berwarna vermillion beberapa meter dari mataku, aku melihat dua pasangan sedang berpelukan mesra dan…. Berciuman
Heechul: hem? Kau kenal pasangan mesra itu?
Saya: tidak tahu juga sih, tapi rasanya kok familiar ya? eh….??
Dua pasangan itu berangkulan mesra dan berlari-larian, si namja mengejar yeojanya dengan lengan yang dibuka lebar..
Heechul: eh…. Kok rasanya aku mengenalnya juga ya?
ASTAGA~~~ Aku baru ingat siapa mereka…
Itu kan….. Wonhee dan Jonghyun oppa?
Bersambung..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar