Minggu, 19 September 2010

SuSHINee Fanfict Part 7

New Cast:
Kangin: Adik kelas Shindong di SMA. Guru judo. Tetangga baru Keluarga Lee Jinki


Bulan September, Minggu pertama

Sungmin: Minsu-ah… wajahmu dari hari ke hari makin tirus saja
Aku mengelus pipiku pelan, memangnya iya ya?
Kyuhyun: kau diet ya? sudah tinggi kurus masih saja mau kurus
Shindong: lebih baik kalau gemuk sepertiku
Eunhyuk: kau harus jaga pola makan, nanti makin kurus seperti Wookie loh
Ryeowook: ih Eunhyuk hyung kok memberi contohnya seperti aku sih?
Aku mencari cari cermin. Memang iya ya, aku makin kurus?
Yesung: kau makan dengan baik kan selama ini?
Heechul: aku tidak yakin, Yesung-ah. Dia terlalu memikirkan Om Jinki, makanya ia jarang makan
Saya: humhh, kau sok tahu sekali oppa…
Suasana di ruang VVIP tempat Appa dirawat menjadi ramai di hari Sabtu ini. Semua anak Kost SuJj bersama sama menjenguk dan membawakan banyak buah dan makanan. Meskipun begitu, aku tak bisa memakannya.. aku tidak bisa makan kalau Appa belum bangun juga
Heechul: hampir setiap hari aku menjemputmu. Apa itu bukan bukti?
Semua oppa ber ‘oooh’ ria…. Omaigat, aku jadi salah tingkah kalau dipojokkan seperti ini
Sungmin: makanlah yang banyak, Minsu-ah… masak kau juga mau ikut sakit seperti Om Jinki?
Yesung: aku sudah memberitahunya berkali-kali, Sungmin.. tapi dia hanya mengangguk dan tetap seperti ini
Ryeowook: apa Taemin, Jonghyun atau Minho tidak menasehatimu?
Eunhyuk: Taemin sudah memberitahunya, tapi hasilnya sama seperti yang Yesung hyung katakan
Kyuhyun: Jonghyun juga beberapa kali cerita padaku kalau dia makannya sedikit sekali
Shindong: baiklah, aku nasehati sekali lagi ya~~ makanlah yang banyak. Kalau tidak, kau nanti juga sakit. Merepotkan Tante Key..
Aku mengangguk dan Heechul memberikan semangkuk mie instan. Namun aku tidak bisa menyentuhnya entah kenapa..
Yesung: aigooooo~~~~ seperti yang diduga. Lihat kan Shindong??
Semua oppa menghembuskan nafas pasrah dan diam sebentar, tiba2 Sungmin oppa dengan muka cerianya mendekatiku
Sungmin: apa harus kusuapi? Hihihi
Yesung: aku ikut deh..
Kyuhyun: apa aku harus menyanyi dengan Wookie?
Eunhyuk: apa aku harus menari dan do the rap with Shindong hyung?
Heechul: apa harus ku cium terlebih dahulu?
Semua oppa mendekati wajahku, membuat jantungku berdebar debar dan wajahku memanas
Saya: aduuuuuuuuuuuuuuuuh~~!! Tidak usah repot2!!
Tiba2 aku berteriak dan refleks menutup mulutku. Astaga, aku berteriak kencang sekali…
Saya: baiklah, aku makan nih
Aku mengambil mangkuk mie instan itu dan mulai menyendokinya pelan2.. hummmm padahal aku sudah berteriak kencang sekali tadi. Tapi kenapa Appa tidak bangun juga ya?
Yesung: mungkin saja kalau kau makan, Om Jinki akan bangun karena mencium aroma mie instan yang enak. Hehehehe
Shindong: kau lapar Yesung hyung?
Semuanya terdiam sambil memandang Yesung oppa dan langsung tertawa terbahak bahak seperti melihat badut
Heechul: sssssssh ini rumah sakit, jangan keras keras saeng..
Mereka langsung menutup mulutnya dan memperingatkan diri mereka masing masing, kompak sekali mereka.

Sudah nyaris sebulan Appa tidak bangun2 juga. Seluruh keluargaku tetap mendapat giliran untuk menjagai appa, dan kami pun juga masih khawatir karena apabila Appa tidak sadar juga dalam 2 bulan maka pihak rumah sakit akan memindahkannya ke rumah *semacam rumah sakit di rumah gitu*
Sungmin: Minsu-ah…. Bagaimana kuliahmu, lancar kan?
Saya: iya. Lancar kok.. aku berusaha sekeras mungkin agar tidak mengulang lagi, supaya kesedihan Umma tidak bertambah lagi
Eunhyuk: ooooh begitu… kau anak yang rajin ya, seperti yang dikatakan Yesung hyung
Saya: ah oppa, kau bicara yang tidak2,..
Yesung: oooh. Aku bicara sesungguhnya Minsu, keluarga Om Jinki adalah keluarga yang tekun dan rajin.
Ryeowook: ngomong2…. Om Jinki sudah berapa minggu belum bangun?
Saya: sudah hampir sebulan oppa, ini juga yang membuatku sedih dan tidak bisa makan.. aku harap Appa segera bangun dan menjalani rutinitasnya lagi..
Kyuhyun: apa yang terjadi dengannya?
Saya: kalau pulang kerja, ia selalu membuka jendela mobil dan mematikan AC. Mungkin sesuatu terbang keluar dan ia hendak mengambilnya, sehingga ia tertabrak mobil dari arah lain
Shindong: ahhhhhhh, kami doakan semoga Appa mu cepat sembuh ya Minsu-sshi
Saya: terima kasih Oppa, terima kasih karena semuanya telah menjenguk… appa..
Air mataku menetes lagi, aku sungguh terharu dengan kekompakan mereka yang mau menengok dan menemaniku di ruangan yang sunyi dan hanya terdengar suara mesin detak jantung yang meresahkan.
Heechul: cup cup cup lady… nanti kami semua menangis melihatmu bersedih
Ia merangkulku yang kebetulan duduk disebelahnya. Aku mengusap mataku yang buram karena airmata, dan melihat Eunhyuk oppa berkaca-kaca. Begitu juga dengan Ryeowook oppa
Sungmin: yang kuat ya Minsu-ah.. kami semua pasti mendoakan kesembuhan Om Jinki
Aku mengangguk sambil memandangi Shindong dan Yesung oppa menenangkan Ryeowook dan Eunhyuk oppa. Sementara Kyuhyun oppa pergi ke sudut ruangan dan memunggungi kami semua
Saya: terima kasih sekali lagi oppa, dan maaf sudah membuat suasana jadi melankolis seperti ini
Ryeowook: aigoooo~~ kamu tetap rendah hati walaupun bencana sedang menimpamu.
Wookie oppa memelukku erat sekali, dalam hati aku mengutuk Yesung oppa. Arrrrrrggggh dia terlalu banyak bicara!@#$$%^
Eunhyuk: tetap semangat yaa.. aku titipkan kekuatan untukmu dan untuk Taemin.
Ia memelukku juga dengan hidung yang memerah karena menahan tangis, aku mengelus elus punggungnya lembut. Disaat saat seperti ini, malah ia yang harus dikuatkan tahu?! Hahaha aku rasanya ingin tertawa sendiri
Yesung: baik-baik ya selama menjaga Om Jinki, kami pamit dulu.. waktu menjenguknya sudah habis
Setelah Yesung oppa memeluk dan mencium kepalaku, Oppa yang lain juga bangkit dan berpamitan padaku
Heechul: apa aku harus tetap disini dan menemanimu? Kau pasti akan merasa sa…
Saya: berangkat lah ke tempat les, jangan hiraukan aku. Kau harus cari uang, hahahaha
Aku mendorong Heechul oppa yang dengan genitnya akan mencium pipiku. Dan mereka segara menghilang dari hadapanku..
Saya: hhhhhhhhhhhh…. Mereka baik2 ya Appa? Mereka lah yang mewarnai hari2ku selama ini. Aku merasa sangat berterima kasih dengan mereka, kepedulian mereka sangat erat dan kuat..
Aku mengelus tangan Appa yang masih belum bergeming dan memandangi wajah Appa yang masih penuh dengan jahitan dan luka


~~~~~~~~~~~~~


Jam 18.00.. kediaman Lee Jinki’s family..

Minho: jadi… sekarang giliranku ya?
Umma: apa umma saja yang jaga?
Saya: Minho doooooong, kan di jadwal memang tugasnya dia. Sekali-kali lah malam minggu… jangan pacaran terus
Minho: siapa yang pacaran? Aku mau tidur~~
Saya: tidurnya di rumah sakit saja. Sudah sana, hati2 ya…. waspada di jalan
Aku membukakan pintu gerbang supaya mobil Minho bisa keluar dan segera berangkat
Saya: hati2 di jalan Minho~~
Ia mengangguk dan segera berlalu. Malam minggu kali ini benar2 sepi. Jonghyun ikut les vocal bersama Kyuhyun oppa, sementara Taemin belajar untuk ujiannya di hari Senin. Sementara aku sangat malas kalau harus menghabiskan malam bersama Umma dengan membicarakan Heechul oppa
Aku menutup gerbang dan segera bergegas ke dalam rumah, tiba2 ada suara yang sangat besar berteriak ke arahku.
Suara: hai cewek!! Ini rumahnya Pak Jinki kan?!
DEG!! Siapa itu malam malam berteriak dari kejauhan???
Aku menengok pelan pelan, kulihat di depan gerbang, pria berperawakan besar dan kekar dengan potongan rambut pendek berdiri mantap disana
Saya: emmm… iya.
Cowok kekar *julukannya serem euy*: OH! Pak Jinkinya ada?!
Aduh.. kenapa cowok itu harus berteriak teriak sih??? Padahal jarak kami cuman 2 meter jauhnya
Cowok kekar: hei!! Jawab dong!!
Aku mengeryit kesal. Apa2an sih?! Tidak usah berteriak kaleeeeee…. Aku tidak tuli!!
Saya: ga ada!! Lagi di rumah sakit!! *ketus mode on*
Cowok kekar: OH! Kalo gitu, Tantenya aja deh!! Ada nggak?!
Crap, dia berteriak lagi kea rah ku, sangat2 mengganggu~~!!!!
Saya: ummaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa….. ada yang mau ketemu ummaaaaaaaaaaaaaa~~!!!!
Kekesalanku meledak saat aku memanggil Umma. Saat aku hendak masuk, cowok itu berteriak lagi *apa menyahut ya, menurutnya?*
Cowok kekar: HEI! Bukakan gerbangnya dong!! Masak aku disuruh menunggu disini?!
Issssssssssssssssssh berisik~~~!!!! *mad mode on*
Aku segera ke gerbang dengan wajah yang kesal dan membukakan sedikit agar ia bisa masuk. Bisa kulihat wajahnya yang terkesima karena melihat tinggiku yang tidak jauh dari tingginya.
Umma: ooooooh, Kau Youngwoon yang tetangga baru itu kaaaaaaaan??
Cowok kekar: iya tante!! Tapi panggil saja Kangin!!
Anjrit, dia berteriak di depan mukaku!@#$%^$#@!
Umma menjamu cowok kekar yang hobi teriak2 itu di ruang tamu. Wajahnya penuh dengan kegembiraan. Ia melihat ke sekeliling sambil menganga berkali kali. Sementara Umma membuatkan minuman untuknya, ia mencoba membuat pembicaraan denganku
Cowok kekar: hai cewek, jadi kamu putri dari Tante Key? Kukira Tante Key punya 3 putra saja
Aku tersenyum tipis dan mengacuhkannya. Baru kali ini aku mendengar suaranya keluar tanpa teriakan
Cowok kekar: kau ini anak ke berapa?!
Eh?! Baru dipuji sudah menyahut *alias berteriak* lagi?! Omaigaaaaaat~~~
Saya: aku anak kedua~~ kenapa memangnya?
Cowok kekar: OH! Aku kira putra kedua Tante Key laki-laki. Orang disini sering sekali membicarakan keluarga Pak Jinki dari hari pertama aku pindah
Saya: aku punya saudara kembar laki-laki, Minho..
Cowok kekar: OOOOH!! Apa dia setinggimu?!
Aduh, bisa tidak sih dia berhenti menyahut seperti itu?!@#$%^&
Saya: dia lebih tinggi 5 cm dariku
Cowok kekar: WAH, hebat sekali~~ ngomong2 namamu siapa? Aku Kim Youngwoon, tapi panggil saja Kangin
Ia menjulurkan tangannya mantap, aku menggapainya ragu2. Benar saja, ia langsung menjabat tanganku keras dan menggoyang goyangkan tanganku bahkan seluruh anggota tubuhku
Saya: Lee.. Minsu…
Umma: ahhhhhhh, kalian baru ku tinggal beberapa menit sudah saling berkenalan. Memang begitulah kalau jadi tetangga, hohohohoho…
Kangin oppa tertawa keras sekali hingga suaranya membahana di ruang tamu. Aku lagi2 hanya bisa mengeryitkan alis karena heran dengan ketertarikannya dengan hal yang baru ia kenal
Umma: jadi,… Kangin….. sudah berapa lama keluargamu pindah ke komplek ini?
Kangin: yah, kira-kira 3 minggu yang lalu, Tante. Oh iya, aku membawakan kue buatan Umma sendiri, silahkan dicicipi ya!!
Umma: oh tenang saja~~!! Keluarga kami suka sekali kue. Apalagi Minsu, ya kan sayaaang? ohohohohohoho
Aku mengangguk ragu sementara Kangin oppa tertawa keras lagi. Kok bisa2nya Taemin tidak keluar dan protes karena belajarnya jadi terganggu dengan kegembiraan Umma dan Kangin oppa?
Kangin: oh iya, Om nya kemana ya?
Umma: ahhhh~~ sudah sebulan beliau dirawat di rumah sakit karena mengalami kecelakaan. Huhuhu
Wajah Kangin oppa yang penuh kegembiraan berubah menjadi penuh rasa simpati, ia mendekati Umma dan memberikannya selembar tisu. Lalu duduk kembali di sofa yang jaraknya beberapa cm dari sofa yang kududuki
Kangin: sabar ya tante, nanti aku pasti menjenguknya!!
Aku yang dari tadi sibuk dengan diriku sendiri langsung mendelik mendengar perkataan Kangin oppa, sok akrab sekali sih manusia ini?!?!?! Baru pertama kali bertamu ke rumah kami, sudah sok dekat dengan Umma-ku *jealous mode on*
Pintu depan terbuka, terlihat Jonghyun masuk sambil membawa tas nya
Jonghyun: oh… aku pikir kalian sudah tidur. Ternyata ada tamu di malam seperti ini
Kangin: OH!! Aku Kangin, tetangga baru di komplek ini. Aku tinggal 2 rumah dari sini
Ia menjabat tangan Jonghyun seperti ia menjabat tanganku barusan. Namun otot2 Jonghyun dengan mudah menahan setiap goyangannya *widih.. berasa di kapal, goyang2*
Jonghyun: aku Jonghyun, kuliah semester 5..
Umma: Jonghyun putra pertamaku. Aigooooooo~~ lengan kalian sama2 berotot ya?? keren sekaliiiii~~
Jonghyun: punya beliau lebih besar dariku, Umma.. aku ke kamar dulu ya.
Kangin: hahahaha Tante bisa saja~~ ini karena aku suka berenang dan main baseball. HAHAHAHAHA~~!!
Tuhan…. Hentikan keributan di malam minggu ini~!@#$%$%^ *cry* *cry*

.....

Aku menguap sementara mereka berdua masih berbincang bincang sambil tertawa tawa dengan hebohnya. Semakin mereka berisik, semakin aku mengantuk. Benar2 deh.. kebiasaanku yang satu ini sangat menyebalkan. Apalagi kalau terlalu lama mendengar dosen menjelaskan materi *melenceng ke kuliah*
Kangin: OH IYA! Kudengar disini ada kost2an yang isinya pria2 tampan dan berbakat ya??! nama kost2an itu apa ya??
Umma: emmmm apa ya? aduh, Tante lupa. Minsu! Nama kost2an punya Bu Teukie namanya apa yaa??
Aku yang hampir saja masuk ke dunia mimpi, kembali lagi ke ruang tamu yang berisik dan panas, rasanya tidak enak sekali
Saya: Super Jjang. Memang kenapa?
Kangin: AIGOOOO~~~ Namanya seram sekali. Kost2an itu terkenal di sekitar rumahku yang dulu, letaknya dimana ya??
Saya: nih di seberang rumah kami. Umma, aku mau..
Umma: Oh yaaaaa?? Aku tidak tahu kalau kost2an Super Jjang sangat terkenal di wilayah rumahmu yang dulu. Ahahahahah~~!!
Aku menyenderkan leherku di sofa. GOD, PLEASE STOP THEIR EXCITEMENT!!!
Kangin: kakak kelasku sewaktu SMA ngekos disana, sebentar lagi dia akan menikah. Siapa ya namanya?? Aku lupa~~
Saya: emmmm Shindong oppa?
Kangin: OH YA!! BETUL SEKALI~~~
Aku menutup telingaku yang mulai tuli dan berdiri di hadapannya dengan wajah amat sangat kesal
Umma: Minsu, apa yang kau laku…
Saya: TOLONG BERHENTI BERTERIAK DISEBELAHKU. AKU SUDAH MULAI TULI~~~
Ruang tamu menjadi hening sejenak. Diluar dugaan, ia memegangi pergelangan tanganku dengan mantap dan dengan tatapan yang tajam pula. Ia bahkan tidak menghiraukan mataku yang sudah memerah karena mengantuk
Kangin: Oh, maafkan aku manis.. aku guru judo di sekolah sekitar sini, jadi aku tanpa sengaja suka mengeluarkan suara yang lantang dan tegas jika gembira. Itu mengganggumu ya? maafkan aku.
Glek, kok aku jadi salting begini?
Umma: ahahahaha, tidak apa2… Minsu, ayo duduk. Tidak sopan berlaku seperti itu di depan tamu
Saya: maaf Umma, aku mau…
Kangin: Oh sebentar lagi aku juga sudah mau pulang kok?! Temani Umma mu sebentar lagi ya??
Ia memegangi tanganku erat sekali dan menyuruhku duduk secara paksa. Ah sialan, aku mengantuk sekali~~~~
Drrrrrr drrrrrt….. HPku bergetar. SMS dari….. Taemin dan Jonghyun??
‘Noona, bisa tidak tamunya disuruh pulang? Aku tidak bisa belajar nih’
‘Minsu, bilang Umma untuk menyuruh Kangin oppa pulang. Aku mau tidur nih~~ ngantuuuuuk’

Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal, huaaaaaaaaaaaah seandainya aku bisa…
Aku menubrukkan kepalaku di leher sofa. Kangin oppa, cepat pulang sana!!!!

Bersambung..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar