Jumat, 10 September 2010

SuSHINee Fanfict Part 3

New cast:
Sungmin a.k.a abang cute (?) = Teman sekamar Shindong yang baru, ramah dan selalu tersenyum. Punya tatapan mata yang melelehkan *Cyclops X-MEN kaleeee melelehkan*


Taemin: Minsu noona, Minsu noona… banguuuun
Aku mengucek mataku, wajah Taemin dekat sekali dengan wajahku. Otomatis aku berteriak dan mendorongnya hingga terperosok di tumpukkan baju kotor milikku
Saya: astaga Taemin saeeeeeeng, maafkan akuuuuu. Aku pikir kau siapa, sini aku bantu bangun.
Aku membantunya bangun dan memeriksa jikalau adikku yang manis ini terluka atau lecet
Taemin: Minho hyung badannya panas sekali…
Saya: loh, kok lapornya ke aku?
Taemin: masalahnya umma juga tidak bisa bangun dari tempat tidur karena flu berat

…..

Minho: ummmmmmmmmmm ummmmmmmmmmmm *ngeluh*
Aku memegang jidat Minho, panas sekali sampai2 telur bisa matang kalau digoreng diatas dahinya
Umma: uuuh uuuuuuuuuuuuuuh uuuuuuuuuuuuuuuuuuh *ngigau karena gabisa napas*
Oppa: yeoboo, bisa2nya kamu jatuh sakit seperti ini.
Umma: maafin aku yeoboo, maafin umma anak anak
Jonghyun, aku dan Taemin hanya mengangguk angguk kecil. Sebenarnya badanku juga agak panas karena koneksiku antara Minho yang kembar identik. Tapi sekiranya masih bisa melakukan sesuatu seperti masak, kuliah dll
Oppa: yasudah, Jonghyun sama Minsu masak sementara oppa dan Taemin cuci mobil. Bagaimana?
Kami mengangguk setuju. Sebelum kami pergi mengerjakan tugas masing2, aku memegangi tangan Minho yang juga panas
Saya: cepat sembuh ya saeng, kalau sakitnya lama2 nanti aku ketularan sakit juga. Koneksi kita kan sangat kuat
Aku memanggil Minho saeng karena aku lahir beberapa detik lebih dulu daripada dia..
Minho mengangguk dan tidur kembali. Kutempelkan lap basah di dahinya yang lebar lalu aku segera turun dari lantai 2 dan menuju dapur untuk memasak bersama Jonghyun
Jonghyun: kamu cincang dagingnya, aku yang bentuk dumplingnya nanti.
Saya: hari ini bikin dumpling saja?
Jonghyun mengangguk. Ah pembicaraan kita kok tidak pernah lama ya? aku jadi sebal sendiri..
Saya: suara oppa, bagus deh. Indah sekali
Jonghyun yang awalnya sibuk sendiri, menengok ke arahku dengan tatapan yang bingung sekaligus takut
Jonghyun: kamu tahu dari mana? Bahkan aku belum bernyanyi di depan wajahmu. Kau dengar darimana?
Glek, bagaimana ini? Kok kesannya dia marah ya?
Saya: aku tahu dari Kyuhyun oppa, memang kenapa? Salah ya?
Jonghyun: tidak apa2, aku hanya takut umma melarangku ikut les menyanyi.
Saya: kenapa harus disembunyikan? Itu bakatmu oppa
Jonghyun: aku. Hanya. Tidak. Ingin
Aku menelan ludah lagi, sepertinya dia tidak mau bakat alaminya terbuka di depan umum. Dia lebih suka orang lain selain keluarganya yang menyaksikannya.
Jonghyun: sudah dicincang belum dagingnya?
Saya: sudah kok , nih
Jonghyun: buat yang sakit, aku kasih wasabi ya?
Saya: kok begitu? Kan itu pedas sekali oppa
Jonghyun: biar saja, biar ingus mereka lumer dan bisa cepat sembuh
Saya: yang ada mereka malah sakit perut. Merusak dinding lambung loh, kau yang dulu SMA anak ipa bagaimana sih?
Jonghyun tersenyum ala khas nya yang sombong. Arogan sekali sih oppa ku yang satu ini, mentang2 dia anak kesayangan umma. Huh aku tidak peduli
Saya: kau melakukan itu supaya kau bisa les menyanyi setiap pagi kan di kampus? Kalau umma sakit otomatis kau yang harus masak dan kau terpaksa tidak latihan karena hal itu..
Jonghyun: sudahlah kau, diam saja
Saya: aku hanya ingin mengobrol banyak denganmu oppa, seperti kau dan Minho.
Jonghyun hanya melirik dan melanjutkan kesibukannya sambil bersenandung amat sangat kecil, bukannya kalau seperti itu tenggorokannya malah tambah sakit ya?
Jonghyun: siapkan nasinya Minsu. Nanti kau panggil Taemin saja kalau kau sudah mau siap2 berangkat ke kampus.
Saya: iya, baiklah
Sesuai dengan perintah Jonghyun, aku menyiapkan nasi dan memanggil Taemin untuk membawakannya untuk Minho dan umma. Setelah itu aku mandi dan segera berangkat ke kampus
Oppa: dahimu kok jadi menghangat, sayang?
Dahiku dipengangi oleh oppa sesudah aku mandi.memang sih aku merasa agak hangat, tapi aku benar2 yakin kalau aku baik2 saja.
Saya: aku baik2 saja kok Oppa, terima kasih.
Oppa: nanti mau diantar oppa atau Jonghyun?
Saya: aku jalan kaki sendiri saja deh, kantor oppa dan kampus Jonghyun kan jaraknya jauh dari kampusku dan Minho. Aku tidak ingin merepotkan kalian
Oppa: baiklah, tapi hati2 ya dijalan
Beliau mengelus elus kepalaku yang sudah melampauinya, aku terpaksa menunduk supaya ia tidak kesusahan mengelusku


~~~~~~~~~~~~~


Di kampus, akhir pelajaran….
Hyunsu: Minho tidak mengantarmu?
Saya: tidak dia kena demam tadi pagi, Umma juga. Siapa diantara kalian kemarin kuliah dan sekelas dengannya?
Wonhee: aku hanya melihatnya kemarin, dia memang sudah bersin2 sih sejak kemarin pagi. Mungkin daya tahan tubuhnya sedang berkurang
Saya: tapi itu juga bisa memepengaruhiku, uhuk uhuk
Hyunsu: loh, memang kenapa? Kalian kan tidak terlalu dekat kemarin, kamu tidak tidur sekamar dengannya kan?
Wonhee: bukan masalah itu, Hyunsu. Koneksi spiritual antara kembar identik itu kuat sekali, jadi kalau salah satunya sakit pasti yang lain akan sakit juga
Hyunsu: tapi Taemin saeng baik2 saja kaaaaaan? Dia kan tidur sekamar dengan Minho
Aku mengangguk sambil mendengus, kalau Hyunsu sudah membicarakan Taemin, otomatis Wonhee pasti akan membicarakan Jonghyun.
Wonhee: terus Jonghyun oppa bagaimana? Masih rajin seperti biasa?
Tuh kan, beneran~~~
Saya: aku sedang tidak terlalu dekat dengan Jonghyun gara2 kemarin aku mengintipnya di suatu tempat. Ia sedang bernyanyi duet dengan orang di kost2an Bu Teukie yang namanya Kyuhyun oppa. Tapi dia tidak ingin bakatnya itu diketahui siapa siapa. Aneh kan?
Wonhee: lalu, kalian bertengkar?
Saya: tidak, hanya bercekcok sebentar saja. Daripada suasana bertambah panas, aku pergi mandi dan segera berangkat kesini. Uuuuuuh~~
Hyunsu: eh, kenapa Minsu?
Hyunsu memegangi jidatku dan terperanjat
Wonhee: badanmu panas ya? apa efek spiritualnya sudah berjalan?
Saya: entahlah… aku ingin sekali melewatinya dan cepat2 sembuh
Wonhee mengelus elus pundakku dan menyenderkan kepalaku di pundaknya. Kepalaku jadi terasa panas dan berkunang kunang
Hyunsu: mau aku belikan air putih? Mungkin bisa mengurangi panasmu
Saya: kalau Minho belum sembuh, aku juga tidak akan sembuh2. Begitu juga sebaliknya…
Hyunsu: habis kamu jarang sakit sih, aku kan jadi khawatir. Apa aku harus telpon Jonghyun oppa untuk menjemputmu?
Wonhee: jangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan!!!
Aku melirik Wonhee yang tadi berteriak. Kok aku yang mau dijemput, malah dia yang bilang jangan?
Saya: yah, setidaknya ucapan Wonhee barusan juga mewakiliku
Tiba2 HPku berbunyi, telpon dari Eunhyuk oppa?
Saya: ha… halo?
Eunhyuk: kampus mu di bagian mananya? Aku baru saja selesai mengajar tari dan melewati kampusmu. Posisimu dimana saeng?
Saya: aku sedang di bagian Timur, memang kenapa oppa?
Eunhyuk: Yesung, aku dan Kyuhyun hendak menjemputmu. Kudengar dari Om Jinki, Umma dan kembaranmu sedang sakit ya? sekalian mengembalikan CD milik Taemin
Oppa~~ kenapa harus memberitahu hal2 tidak penting seperti itu sih ke oppa2 tetangga seberang?!@#$
Saya: Kok bisa sampai bertiga seperti itu?
Eunhyuk: Yesung dan Kyuhyun yang menjemputku tadi, yasudah kita bertemu di depan gerbang kampusmu saja atau aku ke gedung Timur?
Saya: kalau oppa mau, ke gedung timur saja deh.
Eunhyuk: baiklah, tunggu kami ya…
Telepon dimatikan, langsung saja Wonhee dan Hyunsu memberiku sejuta pertanyaan *lebay parah*
Wonhee: dari siapa tuh?
Hyunsu: kamu punya pacar baru? Dia mau menjemputmu?
Saya: bukaaaan dia bukan pacar baruku. Eunhyuk oppa itu laki2 yang ngekos di tempat Bu Leeteuk, dia guru tari dan dia mau menjemputku karena dia tahu Minho sakit.
Wonhee: Bu Leeteuk? Wah, kost2an itu terkenal sekali tau..
Hyunsu: terkenal bagaimana? Kalau aku tidak tahu, berarti tempat itu belum terkenal
Wonhee menoyor Hyunsu dengan gemas, sementara Hyunsu hanya tertawa tawa bingung
Saya: terkenal bagaimana, Wonhee?
Wonhee: kost2an itu terkenal karena mayoritas penghuni kost nya cowok ganteng, mapan, berbakat, dan lain lain. Kadang2 agensi artis mencari bintang baru dengan menanyakannya kepada Pak Han geng
Saya: Pak Han Kyung maksudmu?
Wonhee: nama beken Pak Hankyung itu Han geng. Kamu tidak pernah lihat di TV ya?
Aku terdiam. Memang aku jarang nonton TV sih karena malas. Tapi, emang beneran itu berita??
Saat kami berjalan pelan2 menuju ke depan gedung Timur, sebuah mobil mengklakson ke arahku
Eunhyuk: Minsu saeeeeeeeng!!
Ah, itu Eunhyuk oppa. Yang menyetir Yesung oppa dan Kyuhyun oppa di belakang. Saat mobil itu berjalan ke arahku dan berhenti di depanku, Kyuhyun oppa keluar dari bangku belakang
Kyuhyun: kamu masuk dulu ya..
Saya: tunggu dulu ya oppa. Guys, aku pulang dulu….
Kulihat Wonhee dan Hyunsu sama2 bengong. Bahkan Hyunsu sampai ternganga
Hyunsu: aigooooooooooooooo manusia dr Korea kah dia? Na…namanya siapa?
Saya: em.. sudah kubilang namanya Kyuhyun oppa,…
Tiba2 Kyuhyun oppa menarik tanganku dan menyuruhku masuk dengan cepat
Kyuhyun: ayo cepat cepat.. sudah sore.
Saya: ba.. baiklah, teman2 aku pulang duluan yaaaaaa
Mereka memandang ke arahku tapi mereka tidak menjawabnya. Wonhee sibuk menenangkan Hyunsu yang berteriak teriak girang dengan wajah yang merah..
Saya: well, sepertinya temanku ada yang menyukai Kyuhyun oppa.
Kyuhyun: terima kasih.
Yesung dan Eunyuk oppa tertawa mendengar jawaban dari Kyuhyun oppa. Hah?? Jawaban apa itu?? Kaku sekali~~


~~~~~~~~~~~~~


Kami sudah sampai di kost2an Bu Leeteuk. Aku ingin sekali pulang, tapi para oppa ‘menculik’ku dan membawaku ke ruang tamu di kost2an Bu Leeteuk. Disana oppa yang lain sudah menunggu
Yesung: karena kau adalah tetangga yang sudah kuanggap adikku sendiri, aku ingin memperkenalkanmu dengan penghuni kost baru Bu Leeteuk
Kerumunan oppa menyingkir dan maju salah satu laki2 yang tidak ku kenal. Kulitnya putih, pandangan matanya tajam dan senyuman dari bibir asimetrisnya membuatku terpana
abang cute *julukannya makin ga jelas* : Kamu Lee Minsu, putri satu2nya keluarga Lee kan? Kenalkan, namaku Sungmin. Aku baru saja pindah kesini, mohon kerjasamanya ya..
belum aku menjawab ‘iya’, seluruh oppa langsung bertepuk tangan. Rasanya sudah seperti peresmian anggota organisasi politik saja. Pak Han geng dan Bu Leeteuk juga ikut2an pula
saya: iya, aku dan oppa2 disini sudah sebagai saudara sendiri. Jadi mulai sekarang Sungmin oppa juga saudaraku
Sungmin oppa tersenyum sambil memperlihatkan gigi yang rapih dari bibir asimetrisnya itu, rasanya wajahku makin panas
Eunhyuk: kau ingin menanyakan sesuatu Sungmin? Oia, nih CDnya Taemin
Aku menerima CD dari tangan Eunhyuk oppa dengan sekuat tenaga, badanku jadi tambah panas..
Sungmin: oh iya, katanya kembaranmu sedang sakit ya? sapa namanya, Minho ya?
Badanku yang semakin panas rasanya jadi lemas. Berhubung ada Heechul oppa disampingku, aku menyenderkan diri di badannya yang besar.. omaigat, wangi sekali badannya…
Saya: Iya, karena kami kembar identik.. aku jadi….
Heechul: astaga, Minsu. Badanmu panas sekali…
Aku sudah tak sanggup membuka mata lebih lebar lagi, para oppa yang memandangiku termasuk Sungmin oppa terlihat buram, yang bisa kurasakan hanya tangan yang mendekap pundakku dengan kuat seakan takut diriku yang sedang sakit ini terjatuh..

Tangannya besar dan halus, sepertinya tangan Heechul oppa…

Bersambung..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar