Senin, 06 September 2010

SuSHINee Fanfict

Author: Ayuningtyas
Genre: Family, romance
Rate: G

Cast:
SHINee family
Aku = Lee Minsu *ngikutin nama bapak*, anak kedua dari SHINee family
Onew = Onew appa, suka beli tahu dan minta dimasakin tahu terus kalo makan. Kepala keluarga SHINee family
Key = Key umma, istri yang jago masak. Sangat sayang kepada keluarga, cerewet dan bawel
Jonghyun = abang dari Minho, Minsu (aku) dan Taemin. Kuliah semester 5
Minho = anak kedua dari SHINee family, kembaranku. Kuliah semester 3
Taemin = adikku, Minho dan Jonghyun. Kelas 12

Kost2an SuJj a.k.a Super Jjang
Han Kyung = pemilik kost2an SuJj dengan para penghuninya yang ganteng2
Leeteuk a.k.a bu teukie = ibu kost SuJj, istri dari Han Kyung
Yesung = anak dari bapak dan ibu kost, karyawan bank.
Shindong = Pemilik kamar kost no 1. hobi tidur, nongkrong dan main puzzle
Eunhyuk = pemilik kamar kost no 3, guru tari. Sekamar dengan Ryeowook
Ryeowook a.k.a abang mini = kuliah semester 7, teman sekamar Eunhyuk
Kyuhyun a.k.a abang ganteng = pemilik kamar no 2. kuliah semester 7, sekamar dengan Heechul
Heechul a.k.a abang Cinderella = guru bahasa Inggris, punya selera style yang aneh2

Choi Hyunsu = minsu’s friend. In crush with Taemin but with Kyuhyun too *playgirl mode on bgt deh*
Ji Wonhee = minsu’s friend. In crush with Jonghyun


Kriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing……..
Aku mengucek mata dan mematikan jam ku, ah sialan masih jam 6. Siapa sih yang mengganti jam wekerku? Kan aku mengaturnya jam 8, huaaaah~~ masih ngantuk
Umma Key: anak anak~~~ banguuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuun!!!!!
Aku terperanjat karena teriakan umma di lantai bawah hingga aku terjatuh dari tempat tidur. Aduh kampreeeeeet pantatku sakiiiiiit~~~~

Di meja makan sudah terhidang makanan yang enak2 dan lezat. Umma memang koki no 1 dirumah kami
Onew appa: yeoboo, bekalku sudah siap?
Umma: iya sudah, Taemiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin~~ sudah selesai belum berpakaiannya?
Taemin: belom ummaaaaaaaaaaaaaaaa, tolong bilang appa untuk menungguku…
Minho masuk ke ruang makan sambil mengucek matanya, tapi lagi2 ia lupa dengan tingginya sehingga kepalanya terbentur pintu
Minho: aduh… wah wangi sekali umma
Umma: kalian boleh makan asal kalian sudah mandi, ayo cepat cepat cepat.. Taemiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin~~ kamu mau telat lagi?!?!?!?!
Taemin: sabar sedikit siiih?!?!? Sebentar lagi aku turun
Aku mengeluh, pagi ini sudah sangat ribut deh.. menyebalkan
Minho: kami baru berangkat ke kampus jam 8 umma, kenapa kami dibangunkan juga?
Saya: umma ya, yang mengatur jam wekerku jadi jam 6 pagi? Aku masih ngantuuuuuk
Umma: iya, memang aku sengaja. kalian ini kok pada malas sih?! Kalian ini kan dicontoh oleh adikmu Taemin. Lihat dong abangmu Jonghyun.. dia bahkan sudah berangkat dari tadi pagi, betapa rajinnya anakku yang satu itu, ohohohohoho
Hah, perginya pagi banget? Mau ngepel sama nyapuin satu kampus dulu??
Minho: yaudah, kamu duluan yang mandi ya Minsu?
Saya: Minho saja dulu, aku mau jogging dulu di depan rumah (?)
Minho tidak menjawabku dan segera keluar dari ruang makan dengan kepala yang terbentur lagi, tidak pernah ingat dia dengan tinggi badannya yang sudah mendekati pilar pintu
Aku keluar rumah, menghirup udara segar sambil meregangkan badanku yang masih lemas. Di seberang rumah terlihat Bu Leeteuk sedang menyiram tanaman, Pak Hankyung membaca Koran, dan di lantai 2 Eunhyuk oppa sedang melakukan peregangan. Ia tidak memakai baju dan terlihat perutnya yang kotak2, ya Tuhaaaaan pagi2 kok sudah diberi pemandangan seperti itu?
Bu Leeteuk: annyeong haseo Minsu~~ umma mu dari tadi pagi sudah ribut sekali ya?
Saya: annyeong haseo Bu teukie. Iya, umma selalu ribet dan repot setiap pagi kecuali hari sabtu dan minggu
Pak Hankyung: umma mu hari ini masak apa? Kalau bahan dasarnya bukan tofu, nanti om minta ya
Aku tertawa mendengar omongan Pak Hankyung. Memang sih umma selalu memasakkan makanan yang bahan dasarnya tahu, karena itu makanan kesukaan appa. Tak heran kalau kami sekeluarga jadi putih2 semua *emangnya ada hubungannya ya?*
Di depan rumah bu Leeteuk, Shindong dan Ryeowook oppa berjalan sambil terengah engah. Sepertinya mereka habis jogging
Ryeowook: shindong hyung, kalau mau kurus kau tidak boleh makan sehabis jogging. Nanti sama aja boong
Shindong: yaudah nanti ingatkan aku ya, oh.. annyeong haseo Minsu saeeeeng~~
Saya: annyeong Shindong oppa~~semangat semangat..
Ia mengepalkan tangannya dan segera masuk ke rumah Bu Leeteuk
Beberapa menit kemudian, appa dan Taemin keluar dari rumah. Appa memanaskan mobil terlebih dahulu
Taemin: umma berisik sekali hari ini, noona
Saya: dia ingin hari pertamamu di kelas 12 dimulai dengan semangat. Dulu kan kamu sering telat, umma tidak ingin kau telat lagi
Appa: Taemin ayo berangkat! Minsu, bantu umma cuci piring sana di dapur
Aku mengangguk sambil membukakan pagar agar mobil bisa keluar. Di seberang terlihat Yesung oppa sudah rapih dan segera berangkat kerja
Yesung: Annyeong Minsu…. Semangat ya?
Saya: Annyeong Yesung oppa. Terima kasih
Dari dalam rumah, lagi2 umma memanggilku dengan suara yang melengking
Umma: Minsuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu, Minho sudah selesai mandi!! Kalau kau tidak segera mandi, kau masak sendiri loooh~~
WHAT?? UMMA KEJAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAM


~~~~~~~~~~~~~


Minho: kami berangkat Umma..
Umma: hati2 sayang, jaga kembaranmu jangan sampai dia bengong dan melamun, nanti dia bisa kerasukan. Kamu juga jaga Minho ya Minsu…..
Aku mengangguk, sudah berapa tahun umma mengatakan hal yang sama berkali kali? Seharusnya yang dijaga supaya tidak melamun terus itu Minho tau, bukan aku… pasti umma lupa.
Minho mengambil kunci mobil dan aku membuka pagar supaya mobil bisa keluar. Kulihat ada dua pria di depan rumah bu Leeteuk. Sepertinya orang yang akan ngekos dirumah Bu Leeteuk
Minho: sampai kapan kamu mau berdiri memegangi pagar seperti itu? Ayo. Nanti kita terlambat
Aku segera menutup pagar dan masuk ke mobil
Saya: nanti kamu pulang jam berapa? Ada tugas yang harus dikerjakan di kampus tidak?
Minho: nggak tahu juga ya. nanti aku sms deh, mau pulang bareng?
Saya: iya, semester kemarin aku mendapat pengalaman buruk karena pulang sendiri
Minho mengerutkan alisnya. Matanya yang bundar menjadi sipit sekali
Minho: pengalaman buruk apa?
Saya: ada perempuan yang salah menyatakan perasaannya karena dia mengira aku Minho, teman2 barumu bahkan menertawaiku,, dia bilang Minho punya kebiasaan berpakaian yang aneh dan.. lebih pendek.
Minho tertawa terbahak bahak seperti baru saja melihat badut beraksi di depannya, uh menyebalkan sekali
Saya: tidak lucu Minho…
Minho: aku tidak membayangkan kalau tinggimu setinggi aku, pasti kau jadi cewek tertinggi di kampus. Bagiku segini saja juga sudah cukup tinggi kok,
Saya: aku tahu, cuman aku tidak terima saja masih dibilang pendek. Mentang2 wajahmu sama dengan wajahku
Minho memarkir mobil, mengambil tas dan memelukku sebelum keluar mobil
Minho: kau harus bangga jadi kembaranku meskipun kita tidak sejenis kelamin, kita ini terkenal Minsu
Aku menggeplak kepala Minho
Saya: itu bukan alasan yang baik, Minho… semakin terkenal semakin berbahaya keadaan sekitar kita
Minho: terserah kau saja. Ayo kita keluar…
Aku membuka pintu mobil dan berjalan bersama Minho.. saat kami hendak memasuki gedung, semua mata tertuju pada kami. Beberapa orang berbisik bisik membicarakan kami
Orang 1: lihat, itu Lee bersaudara.. mirip sekali ya?
Orang 2: yang cewek namanya siapa sih?
Orang 3: tinggi mereka hampir sama ya? sumpah.. yang cewek bisa jadi model tuh
Orang orang: was wes woss….

Susahnya jadi orang terkenal *minta digampar. Hehehehe*


~~~~~~~~~~~~~


Wonhee: Minsu, lagi2 tadi kamu jadi pusat perhatian seluruh anak kampus baru, senangnya~~~
Teman2 kampusku menghampiriku dan mengajak jalan bersama ke kelas pertama jam 9 nanti.
Hyunsu: memang enak ya jadi kembaran dari Minho, punya badan tinggi, postur tubuh yang bagus, mata yang besar serta senyum yang manis. Untung kamu bukan laki2, kalau iya akan ku kejar apapun yang terjadi
Wonhee: Hyunsu ada2 saja sih, oh iya ngomong2 apa kabar Jonghyun oppa?
Saya: dia baik2 saja… saat aku Minho dan Taemin belum bangun, dia sudah berangkat ke kampus.
Wonhee: wah rajinnyaaaaaaaa~~
Saya: bukannya rajin, tapi kerajinan. Tapi ada untungnya juga sih, kita semua jadinya tidak usah membantu umma memasak karena Jjong udah membantu umma.
Wonhee: oh… oppa juga bisa masaaaak?! Kyaa~~
Hyunsu: ih apaan sih Wonhee, pagi2 udah ribut…
Kepala Wonhee dikeplak oleh Hyunsu. Wonhee hanya bisa mengeluh kesakitan dan mengeplak balik Hyunsu. Jadinya keplak2an deh *aku nggak ikut2an loh*

Mereka berdua adalah teman baikku. Wonhee dan aku berteman sejak SMA sementara Hyunsu dan aku baru kenal sejak kuliah. Mereka orang yang asik2 dan setia kawan. Kalau aku sedang dalam kesusahan, mereka dengan senang hati akan membantuku
Hyunsu: emmmmmm terus Taemin apa kabar? Dia naik kelas kan?
Saya: kalau dia tidak naik, umma dan appa pasti akan membakarnya. Hahahahaha ya sudah pasti dia naik kelas.
Hyunsu: em… dia tambah ganteng tidak?
Saya: huaaaah buat apa sih kau menanyakan hal semacam itu~~? Kau ini tergila gila padanya ya?
Wonhee: emang. Mengaku sajalah Hyunsu…
Hyunsu hanya bisa tertawa memendam wajahnya yang merah. Teman2ku ini masing2 suka dengan saudaraku. Wonhee dengan Jonghyun, sementara Hyunsu dengan Taemin. Kalau sudah membicarakan mereka, pasti tidak akan berhenti2 sampai aku berteriak ‘stop’
Hyunsu: eh dosennya udah datang tuh, ayo ayo konsen konseeen
Saya: hah, jangan suka mengalihkan perhatian deh Hyunsu. Seharusnya kau berterima kasih sama dosen itu, hahaha
Kami tertawa bersama dan memulai pelajaran di tahun ajaran baru..

.............

Minho: lama banget sih.. ngapain dulu?
Saya: tadi ngerjain tugas dulu disuruh ama dosennya, udah nih mau pulang?
Minho: yasudah, ayooo
Tiba2 ada seseorang menubrukku, sepertinya suara wanita
Si cewek: maaf Minho oppa, aku cuman mau bilang kalau aku menyukai oppa, bolehkah aku…
Saya: yang Minho disebelah sana. Aku Minsu
Otomatis cewek itu langsung minta maaf dan berlari lagi entah kemana. Minho menahan tawa sambil memperhatikan cewek itu
Saya: hah, kenapa ya setiap ada yang mau menyatakan perasaannya padamu, pasti mereka selalu ke aku. Kayaknya salah satu dari kita harus potong rambut supaya kita bisa dibedakan
Minho memandangi rambut se pundaknya yang kalo dilihat lihat memang mirip dengan rambutku dan mendengus
Minho: aku sebenarnya berkamuflase dengan menmanjangkan rmabutmu, Minsu. Biar mreka semua salah tembak. Bukan nembak aku tapi nembak kamu
Saya: hah, kau kejam sekali Minho. Tapi emangnya kita mirip sekali ya? bentuk tubuh kita kan beda kalau dilihat dari belakang
Minho: semua orang melihatmu dari kejauhan dan dari belakang Minsu, jadi tidak ada yang menyadarinya
Aku melempar buku kea rah Minho. Dan ia menangkapnya dengan mudah sambil tertawa
Saya: aku bosan disama samakan seperti ini, yasudah ayo pulang
Minho: woooooo ada yang marah ada yang marah
Aku mengejar Minho ke kursi setir dan dia menghindariku. Kami jadi lari2an mengelilingi mobil. Tanpa sengaja aku tersandung dan menimpa Minho
Minho: aigoooooo kok badanmu berat sekali sih?
Saya: keterlaluan kau, yang berat itu tulangku, bukan karena aku gendut.. dasar jang…..
Tanpa terasa kelakuan kami diperhatikan oleh Wonhee dan Hyunsu yang memperhatikan kami setengah meter jauhnya
Hyunsu: ya tuhaaaaan kelakuan kalian.. udah seperti orang pacaran
Wonhee: nggak wajar tauk.. ih pisah pisah pisah, menyeramkan
Aku segera bangkit dari posisiku sembari mendorong dada Minho sehingga ia kesakitan. Ia tertawa lagi, dasar menyebalkan


~~~~~~~~~~~~~


Aku melihat rumah Bu Leeteuk ramai sekali, tumben. Ada apa ya?
Saya: Minho, liat deh. Rumahnya Bu teuki ramai sekali, tidak seperti biasanya
Minho: lah terus kenapa? Kau mau kesana untuk meramaikannya? Sudah sana buka gerbangnya
Aku mendengus. Minho selalu saja ketus kalau malam2. Padahal aku sebagai kembarannya tidak seperti itu juga, hanya sesekali saja
Setelah mobil masuk dan terparkir, Minho memanggilku lagi
Minho: eh siapa suruh masuk duluan? Tutup dulu dong pagarnya.
Saya: haaaaaah! Emangnya aku pembantumu? Sesekali kamu kek yang tutup~!
Minho: aku capek nyetir, tolong tutupkan untukku ya
Aku segera menuju pagar, namun tiba2 terdengar suara umma yang memanggilku dari dalam rumah
Umma: Minsu sayaaaaaaaang di garasi ada kantong isi sampah, bisa tolong dibuang ke tempat sampah diluaaaaaaaaaar? Makasih yaaaaaaa
Aku mendengus dan menuruti permintaan umma. Ah sialan, kantongnya berat sekali~~!!! Jadi ribet deh memegangnya
Kutaruh tas dan buku di meja teras dan segera keluar untuk membuang sampah. Entah aku tidak mengerjakannya secara tulus atau apa, tiba2 aku tersandung dan lututku terseret di aspal yang tidak rata
Saya: aduuuuuuuhuhuhuhuhuhu sakit sekali~~~ mana berdarah lagi, huhuhuhu
Aku meruntuk sepanjang panjangnya karena telah melakukan hal paling ceroboh sedunia, air mataku hampir keluar karena perihnya luka ini
Suara: aigoooooooo. Gadis, kau tidak apa2?
Aku mendongak dan melihat seseorang berparas cantik di depan rumah Bu Leeteuk dan menghampiriku. Ia mengambil tisu dan mengusap darah yang ada di lututku, lalu menempelkan plester di lututku. Lalu orang itu membantuku bangun dengan mudah…. Badannya besar dan tangannya halus, kulitnya berwarna putih pualam
Saya: ehm… makasih ya eonni, aku berhutang budi padamu..
Seseorang berparas cantik itu menutup mulutnya sambil menahan tawa. Ada apa dengannya?
Saya: emmm maaf, kenapa eonni? Ada yang lucu?
Ia menghentikan tawanya dan mulai berbicara….
Si cantik(?): karena kamu memanggilku eonni, hahahahahaha apa wajahku begitu cantik?
Aku syok sekaligus kaget, wajahku memerah tanpa kusadari. Suara orang itu ngebass dan dia punya jakun, dia laki laki?! Tapi sumpah… dia cantik sekali~~~~~
Si cantik: aku penghuni kos Bu Leeteuk yang baru, kamu tinggal di seberang rumah Bu Leeteuk kan? Wajahmu mirip dengan om Jinki.
Saya: eh… iya benar, aku Lee Minsu
Si cantik: aku Kim Heechul. Salam kenal ya cantik, mari kuantar kau ke dalam rumah..
Aku masih termenung melihat wajah si cantik itu. Dia benar2 laki2?!?!?!?

Bersambung..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar