Sabtu, 18 September 2010

SuSHINee Fanfict Part 6

Saya: appa… appa….
Aku memegangi tangan appa yang diam tak bergerak, sudah beberapa jam aku disini dan appa tak bangun juga.
Minho: besok kita harus kuliah, ayo pulang
Saya: aku pulang sendiri saja, aku tak akan pulang kalau appa belum bangun
Jonghyun: ayolah, jangan keras kepala
Saya: kalau kalian mau pulang ya pulang saja!! Tidak usah memaksaku pulang, aku bisa menginap disini dan pulang besok paginya
Mereka berdua terdiam melihat emosiku keluar seperti itu, Taemin dan umma menunggu diluar karena umma masih sakit flu.
Minho: yasudah, kalau mau pulang kau telpon aku saja. Nanti aku jemput
Saya: yasudah, terima kasih Minho. Hati2 di jalan
Jonghyun dan Minho keluar dari ruangan. Kini tinggal aku dan appa yang masih belum bangun juga, yang ada di ruangan serba steril ini
Saya: Appa…. Sadarlah. Minsu akan masak dubu yang banyak untuk Appa kalau Appa bangun
Aku menangis lagi. Tidak bicara dengan Appa barang semalam saja sudah menyiksa sekali untukku


~~~~~~~~~~~~~


Yesung: jadi.. Om Jinki mengalami tabrakan kemarin malam?
Saya: begitulah..
Yesung: sekarang keadaannya bagaimana?
Saya: masih belum bangun, aku menungguinya terus dari tadi malam
Yesung: aku bisa melihatnya dari kantung matamu, Minsu-sshi. Kamu tidak kuliah?
Saya: sepertinya aku ijin dulu untuk beberapa hari sampai Appa sembuh. Oppa tidak pergi kerja?
Ia tidak menjawab. Yesung oppa memegangi wajahku dan mengelus bagian bawah kedua mataku.
Yesung: hati-hatilah, jangan sampai kau jatuh sakit lagi Minsu-sshi. Apa aku harus mengajak Heechul hyung atau Sungmin kesini?
Saya: ahahahahaha. Sepertinya tidak usah, mereka kan sibuk dengan urusan mereka masing2..
Yesung: selalu saja kamu seperti ini, tidak pernah berubah sejak kecil
Aku menaikkan alisku sebelah. Maksudnya bagaimana?
Yesung: sekali2 repotkanlah orang lain, jangan diam saja dan sibuk dengan urusanmu. Setiap orang kan butuh bantuan dari orang terdekatnya
Aku mengangguk kecil berusaha menahan air mata keluar di pipiku. Yesung oppa juga selalu mengatakan hal yang sama sejak kecil…
Yesung: baiklah, kalau ada apa2 hubungi aku atau anak2 SuJj yang lainnya ya, aku harus berangkat kerja. Jaga dirimu Minsu-sshi
Aku mengangguk lagi dan memandangi Yesung oppa yang semakin jauh dari pandanganku, lalu aku masuk kamar dan mendapati Appa masih tertidur dengan luka2 di wajahnya.
Saya: cepatlah bangun appa, aku merindukanmu
Aku mengelus tangan Appa lembut sambil memandangi alat detak jantung dan saluran pernafasan yang digunakan Appa, airnya semakin menipis dan mulai habis. Alat detak jantung masih menunjukkan keadaan yang stabil..
Appa masih tertidur dengan wajahnya yang damai…
Aku tertidur lagi sambil tetap memegang tangan Appa, tiba2 ada sesuatu yang menepuk nepuk pundakku, dengan terpaksa aku bangun dan ternyata ada Jonghyun yang membangunkanku
Jonghyun: pulanglah, jangan egois. Kami juga mau menemani Appa
Aku melihat Jonghyun bersama Wonhee dan Taemin. Wonhee langsung menghampiri dan memelukku
Wonhee: yang sabar ya, Minsu-sshi.. om Jinki pasti akan segera sadar. Aku doakan untuk kesembuhannya
Saya: terima kasih ya Wonhee. Kau kesini dengan mereka?
Wonhee: iya, aku kemari dengan mereka. Tadi tidak sengaja kami berpapasan di jalan, oh iya.. Hyunsu mencarimu tadi siang. Seharusnya kan kau ada kelas bahasa di jam yang sama dengannya, tapi kau tidak datang dan aku baru tahu apa yang sedang terjadi
Taemin: jadi noona….. kau mau pulang dengan siapa?
Belum aku menjawab pertanyaan Taemin, HPku berdering. Telepon dari Heechul oppa
Saya: halo?
Heechul: kau kuliah hari ini? Mau ku jemput?
Saya: aku… sedang ada di rumah sakit..
Heechul: oh… siapa yang sakit?
Saya: Appa ku.. tapi sebentar lagi aku pulang
Heechul: yasudah. Aku mau menjemputmu tapi aku tidak tahu lokasinya, patokannya di dekat apa?
Saya: em…. Di dekatnya ada swalayan. Jalannya agak menurun dan…
Heechul: baiklah, aku segera kesana..
Tuuuuuuuut tuuuuuuuuuuut, telepon dimatikan..
Hah, di saat2 seperti ini pun dia tetap saja menyebalkan
Taemin: jadi…. Noona pulang dengan siapa?
Saya: Heechul oppa menjemputku, tolong jaga Appa baik2 ya. aku mohon pada kalian
Setelah berbenah dan berpamitan kepada Appa yang masih tertidur, aku keluar dari rumah sakit dan mencari swalayan yang menjadi patokan antara Heechul oppa dan aku untuk bertemu. Untungnya Heechul oppa datang beberapa detik sesudah aku sampai di swalayan itu
Heechul: wajahmu lesu sekali…
Aku tersenyum getir sambil merapihkan rambutku yang tergerai ke depan
Heechul: kok diam saja? Naik dooong~~
Aku naik tanpa suara dan Heechul oppa memeberikan helmnya. Dan baru pertama kali aku menyenderkan seluruh badanku ke punggungnya, aku benar2 lelah dan dalam kondisi mood yang jelek.
Heechul: pegangan yang erat ya…
Aku menuruti kata2nya bagaikan tersihir. Biasanya aku tidak mau melakukannya, yasudahlah.. untuk kesenangannya juga
Motor melaju entah kemana, aku tertidur dalam punggung Heechul oppa yang besar dan lebar. Sudah 2 malam aku tidak bisa tidur karena menunggu Appa tersadar dari komanya. Sebenarnya aku juga tidak ingin pulanh sebelum Appa tersadar, tapi wajah Jonghyun tadi mengerikan sekali. Jadi aku menuruti kemauannya saja daripada kami harus bertengkar lagi
Heechul: sepertinya hari2mu sedang berat. Appa mu sakit apa?
Aku terbangun dari tidurku dan segera melepas peganganku dari Heechul oppa. Aku memandangi sekitar, sepertinya kami berhenti di sebuah tempat yang tinggi dan dapat melihat matahari yang akan terbenam
Saya: kita… dimana?
Heechul: jawab dulu pertanyaanku…
Saya: aku mau pulang oppa, buka ke tempat seperti ini..
Heechul: ku bilang jawab dulu pertanyaanku~~
Saya: oppa benar2 ingin tahu?
Heechul oppa mengangguk angguk sambil melebarkan matanya yang besar dan hitam. Pandangannya dalam sekali, aku seperti tersedot ke dalamnya
Saya: Appa mengalami kecelakaan motor 2 hari yang lalu, ia selalu membiarkan jendela mobil terbuka setiap pulang kerja. Mungkin ada sesuatu yang terbang keluar dan ia ingin mengambilnya. Saat itu dari arah kanan, mobil menabrak Appa.
Heechul: tapi si pelaku bertanggung jawab kan atas apa yang terjadi?
Saya: iya… Umma juga ikut minta maaf atas apa yang terjadi karena itu sebenarnya salah Appa
Heechul: lalu? Apa yang membuatmu merasa sedih?
Saya: aku dan Appa dekat sekali, setiap malam paling tidak kami ngobrol sepatah dua patah kata. Rasanya ada sesuatu yang hilang kalau tidak ada Appa di sekitarku
Heechul: kamu anak papi ya? biarpun sudah umur 19 pun masih dekat dengan Appa mu
Aku terdiam sambil memandang kebawah dalam2. APA YANG IA MAKSUD SIH?!
Saya: salah ya?? salah kalau aku memang dekat dengan Appa?!
Heechul: ya… aku tidak terbiasa melihat seorang cewek seperti itu, biasanya malah mereka selalu bertengkar dengan Appa nya..
Saya: terus.. kalau aku berbeda.. salah?!?!
Heechul: tidak kok, hei kenapa sih dirimu? Kok marah2 seperti itu??
Aku tersadar dari pikiran buta ku. Otakku mungkin sudah terlalu keruh karena menghadapi masalah yang berhubungan dengan Appa
Saya: maaf, hanya saja aku sedang banyak pikiran. Apalagi dengan masalah kecelakaan Appa, mungkin hariku akan semakin berat..
Heechul oppa memandangiku lagi dengan matanya yang besar dan hitam, ia seperti mencari cari sesuatu yang ada di wajah atau mungkin mataku juga
Heechul: lihatlah matahari yang mau terbenam itu.. indah kan? Bukankah itu warna kesukaanmu?
Vermillion? Yah.. aku sangat suka warna itu. Aku merasa terkesima mengetahui Heechul oppa tahu warna kesukaanku.
Heechul: pandangilah selagi kau bisa… kau jarang kan kesini? Kalau mau, aku akan membawamu setiap hari sesudah kau pulang kuliah. Bagaimana?
Aku tak bisa menjawabnya, aku masih terkesima dengan warna vwrmillion yang dipancarkan oleh matahari besar yang akan tenggelam sebentar lagi. Langitnya sudah mulai menggelap dan dibawah tempat kami berhenti, warnanya jadi terang sekali..
Tanpa terasa, Heechul oppa menaruh kepalanya di pundakku. Wajahnya terlihat mengantuk
Heechul: kalau aku sedang pusing karena bahan ajar di tempat bimbelku, aku selalu kesini mencari inspirasi. Terkadang aku gambarkan mataharinya, aku senang bisa menggambarnya biarpun tidak begitu bagus. Hahahaha
Aku cukup terpana melihat keakraban kami berdua seperti ini *tepatnya sih, Heechul oppa yang sok dekat denganku* wajahku yang tadi suntuk dan mendung, kini menjadi lebih ceria
Saya: terima kasih Heechul oppa…
Dengan iseng aku mengacak rambutnya hingga berantakan dan segera turun dari motor untik menghindarinya sambil tertawa
Heechul: wah sial kau.. mentang2 rambutmu tidak panjang..
Saya: rambut panjang itu merepotkan, segini saja sudah repot~~
Heechul: tapi rambut panjangku yang hitam ini, indah kaaaaaaaan?
Aku menjambaknya secepat mungkin dan menghindarinya secepat mungkin, kami berdua tertawa tawa sambil berlarian tak tentu. Oppa berhasil menjambak rambutku dan rasanya sakit sekali~~
Saya: Oppaaaaaaaaaaaaaaaa sakiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit kubalas ka…
Belum aku menyelesaikan kata2ku, aku tak sengaja tersandung dan menubruk Heechul oppa. Jarak kami dekat sekali, aku bahkan sampai merasakan hembusan nafas dan jantungnya yang berdebar-debar..
Heechul: em, Minsu…. Kepalaku terbentur aspal, sakit sekali..
Saya: aigoooo, maafkan aku oppa~~~!!!
Aku segera bangkit dan membantu Heechul oppa bangun. Ia mengelus elus puncak kepalanya yang terbentur tadi
Heechul: hufffff tadi….. menyenangkan sekali
Ia melebarkan matanya yang hitam dan mengelus dadanya. Wajahnya memerah, entah karena kejadian yang barusan atau dia kepanasan dan kelelahan
Saya: emmm sudah tidak begitu sakit kan?
Heechul: …… motorku dimana ya?
Saya: eh?? Itu, disebelah situ… masak kau lupa?
Heechul: ah yang benar? Sepertinya bukan…
Aku menggaruk kepalaku bingung. Jangan2 Heechul oppa amnesia?!?!?!
Saya: emmm kita ke rumah sakit lagi ya? sepertinya oppa amnesia~
Ia tidak menjawab, ia memandangi sekitar dengan wajah yang polos dan bingung.
Heechul: kita dimana ya?
Astaga, dia benar2 amnesia. Bagaimana ini ?!@#$%^
Aku menunduk hampir menangis. Aku tidak tahu jalan pulang, bahkan aku tidak bisa menyetir motor Heechul oppa yang tampilannya ekstrim itu. Haduuuuuuuuh
Heechul: hahahahahahahahahaha, aku cuman bercanda kok. Kau tertipuu~~~ hahahaha
Ia memelukku sambil mengelus elus kepala atasku, wajahku sudah memerah saking malu, takut dan marah nya
Saya: kau membuatku takut tahu? Aku tidak tahu jalan pulang dan aku tidak bisa menyetir motor. Baboo~~
Heechul: haha, jangan marah dong lady…. Aku kan cuman bercanda
Aku memanyunkan mulutku dan Heechul oppa tertawa lagi sambil menarik narik mulutku, lalu membantuku bangkit
Heechul: ayo kita pulang. Sepertinya mood mu sudah membaik
Aku mengangguk dan mengikutinya menuju kea rah motor…


~~~~~~~~~~~~~


Umma: kau kemana tadi, dengan si cantik itu?
Saya: ia mengajakku ke suatu tempat yang jauhnya beberapa kilometer dari sini, ia mencoba menghiburku dengan memperlihatkan sunset
Umma: oh ya? wah, dia anak yang benar2 romantis ya… kalian resmi pacaran?
Aku terdiam sejenak, kenapa umma bisa mengatakan hal seperti itu?
Di malam hari yang sepi tanpa Appa ini, kami memutuskan untuk mengobrol dan mendekatkan diri satu sama lain. Minho dan Taemin sudah tidur dan Jonghyun menunggui Appa di rumah sakit, kami bicara banyak hal hingga tadi Umma menanyakan kepergianku dengan Heechul oppa
Saya: tidak kok, kami memang dekat sudah lama, sejak kejadian di tempat sampah itu..
Umma: tapi sungguh, dia anak yang romantis sekali.. berapa umurnya? Dia sudah bekerja kan?
Saya: emm… sepertinya tahun ini dia berumur 28, iya… dia guru bahasa inggris di bimbel sekitar sini
Umma: whaaaaaaaaaaaaaaaat?! *lagi2 umma lebay* kriminal sekali~~
Aku memandangi umma heran, apa sih maksudnya kriminal? Aku tidak mengerti
Saya: kriminal bagaimana? Dia kan bukan penjahat atau teroris..
Umma tertawa dan memeluk pundakku dari belakang. Rasanya kami jadi dekat satu sama lain, sudah lama Umma tidak memelukku di sofa seperti ini karena kesibukan kami semua
Umma: perbedaan umur kalian, jauh sekali~~ 9 tahun jauhnya..
Saya: haha, dia masih seperti remaja kok. Tingkah lakunya yang gila dan tidak masuk akal serta perlakuannya terhadapku, membuatku nyaman saat bersama dengannya..
Umma: aaaaaaah, kenapa kalian tidak pacaran??
DEG!! Rasanya ada yang mencubit jantungku cukup keras, hingga aku terdiam selama beberapa detik
Saya: aku.. tidak…
Umma: jangan bilang kau tidak memikirkannya tapi sebenarnya kau membohongi dirimu sendiri…
Aku menggaruk garuk kepalaku yang tidak gatal sambil menyembunyikan wajahku yang sangat malu, aku bingung kalau sudah membicarakan Heechul oppa
Saya: aku sih, menunggunya hingga ia mengatakannya padaku, umma
Umma: oh… kau cukup bersabar juga. Sudah kuduga, kau penyuka orang tua. Hahaha
Saya: ummaaaaaaaaaaaaa~~ aku malu~~
Umma hanya tertawa sambil mengelus elus kepalaku lagi dan menidurkanku di pahanya
Umma: jangan lupa jaga dirimu, bisa jadi Heechul itu berbahaya bagimu. Di umurnya yang sekarang seharusnya dia sudah menikah kan? Mungkin karena wajahnya yang cantik, jadi belum ada yang tertarik dengannya. Jika kau menjadi pacarnya nanti, usahakan berhati hatilah
Saya: aaaaah, aku tahu maksudmu Umma. Tentu saja, itu prioritas utamaku
Umma: aku tahu kok putriku satu2nya ini bisa diandalkan. Hihihi
Pembicaraan wanita malam ini sangat menyenangkan. Aku bahkan baru tahu sewaktu Appa dan Umma berpacaran, Umma lah yang menyatakan perasaan terhadap Appa terlebih dahulu. Yah, bisa terlihat betapa agresifnya Umma. sampai sekarang pun masih terlihat..
Saya: lalu, yang melamar siapa? Umma juga?
Umma: ya tentu saja Appa… tapi dia melamarku dengan cara yang lucu sekaligus romantis
Saya: oh ya? dia mengajak umma kemana?
Umma: ia melamarku di pantai. Tapi saking groginya, ia pingsan dan kubawa ia ke rumah sakit. Memang sih waktu itu dia agak demam, tapi dia bilang dia grogi juga.
Aku tertawa terbahak bahak mendengar perkataan Umma. Appa memang orang yang mudah grogi karena ia pemalu. tapi kalau sudah berbicara dan menyapa orang lain, kharismanya sungguh2 menyilaukan. Aku saja hampir pingsan dibuatnya *lebay mode on*
Umma: hemmmm, aku jadi kangen Appa..
Saya: Umma masih flu, nanti saja menjagainya. kalau sudah sembuh betul..
Umma mengangguk, matanya berkaca kaca.. ia mulai menangis, aku memeluknya hangat.. umma juga ada di dalam masa2 yang sulit sekarang, apalagi dengan kondisi fisiknya yang belum sembuh benar
Umma: maafkan Umma Minsu, umma memang sensitive sekali.. ini karena umma benar2 sayang sama Appa
Saya: tentu saja, aku mengerti kok. Taemin pulang telat saja Umma sampai menangis *malah ngeledek*
Umma: yah, kau tahu lah… hati Umma memang selembut bulu burung. Jadi sensitif sekali *lebay amat dah*
Aku tersenyum getir melihat Umma yang sibuk mencari tisu dan mengusap mata serta hidungnya yang mancung dan berair, lalu aku menghela nafas..
Saya: yah…. Kita semua sangat merindukan Appa..

Bersambung..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar