Bulan September…
Jonghyun masih belum sembuh benar untuk menjalani kegiatannya di SM Academy. Dia masih berbaring sambil mengerjakan tugas kuliahnya yang tertunda dengan bantuanku. Ia juga akhirnya mengakui kepada umma dan appa tentang keadaan yang sesungguhnya, bahwa dia sebenarnya menjalani training di SM Entertainment
Jonghyun: untung saja aku sakit, kalau tidak appa akan menamparku
Aku: ditampar sekali saja kok, pasti tidak akan sakit
Jonghyun: ini menyangkut masalah harga diri saeng, akan terdengar lucu kalau seorang laki2 berumur 20 masih saja menghadapi konflik dengan orangtua dan ditampar appa nya
Aku: terus seharusnya bagaimana? Segera menikah dan punya anak?
Jonghyun: ya tidak juga sih…. Haneul, tolong ambilkan minum dong.
Aku terbirit-birit kebawah untuk mengambil gallon mini dan menuangkan segelas air untuk oppa, beliau segera meminumnya
Aku: berapa hari lagi oppa akan pulih?
Jonghyun: entahlah Haneul, aku juga bosan tiduran dan mengerjakan tugas di laptop. Aku ingin bergerak bebas, menari. Mengeluarkan vokalku setinggi tingginya, sepanjang panjangnya…
Aku: iya, aku mengerti kok sebagai salah satu orang yang sering mendengarmu bernyanyi. Waktu di academy, suaramu membuatku merinding loh
Jonghyun: oh ya? Kapan kau ke academy?
Aku: waktu oppa jatuh kejang2 karena H1N1, aku diajak Onew oppa kesana. Melihat kalian2 menunjukkan bakat yang luar biasa mengagumkan
Wajah oppa merona sedikit, dalam hati aku tertawa geli. Karena sudah lama aku tidak memuji Jonghyun seperti ini
Jonghyun: Onew hyung itu misterius sekali ya, hanya beberapa orang yang tahu kalau dia anak SM Academy. Bahkan Key saja tidak tahu
Aku: pantas saja Key marah sekali mendengar aku kesana bersama Onew oppa, rasa cemburunya membuatku tidak nyaman. Tapi dia janji kok mau berubah
Jonghyun: ooooh, jadi itu sebabnya saat masa pelatihan si Key melamun terus?? Maklumi saja Haneul, dia cerewet pemarah dan posesif karena sebenarnya dia peduli
Aku: tapi aku tidak suka, aku lebih senang dengan laki2 yang di depanku cuek tapi sebenarnya dia peduli, seperti oppa
Hahahahahahaha, wajah Jonghyun merona lagi seperti kepiting bakar, ia mengelus elus rambut depanku seperti mengelus kucing
Jonghyun: kamu ini ada2 saja memujinya, oh iya 3 minggu lagi kan Key ulang tahun yang ke 19
Aku: oh ya? Dia tak pernah memberi tahu aku, kira2 aku memberinya apa ya?
Jonghyun: dia pintar sekali masak, jadi kamu tidak perlu memasakkan sesuatu untuknya
Aku: haaaaaaah kalau yang itu sih aku juga tahu~~ aku mau hadiah yang spesial dan akan selalu diingat olehnya…
Jonghyun: aku punya lagu yang baru aku buat, kau mau memainkannya dengan piano?
*************
Onew: Love like Oxygen? lagu apa itu?
Aku: ini karangan Jonghyun oppa. Aku ingin memainkannya dengan piano untuk ulang tahun Key
Onew: waaaah, kamu romantis juga ya Haneul-sshi, hehehehehe
Aku: haaaah berhenti meledekku. Kesimpulannya, oppa bisa memainkan instrument yang bagus untuk lagu ini atau tidak?
Onew memencet HPnya, mengetik SMS. Beberapa saat kemudian ia menekan tombol sent dan message nya terkirim
Aku: SMS siapa?
Onew: aku mau minta tolong seseorang untuk membantuku membuatkan instrument untuk lagu ini. Tuh.. orangnya sudah datang
Pintu ruang musik dibuka, terlihat bodi mini Taemin yang kini agak berotot sedang melongok dan agak terkejut melihat kami sedang berdua
Taemin: ah Onew hyung…. Ada apa?
Onew: teman kita ingin dibuatkan instrument untuk lagu ini
Taemin membaca baca sebentar dan terkesiap membaca judul lagunya
Taemin: ini projek kelompok kami, Onew hyung. Love like Oxygen ini salah satu ide Jonghyun hyung untuk penampilan terakhir training. Dan kalau tidak salah, nama Onew hyung ada di dalam kelompok kita
Onew: oh bagus dong~~ jadi kita tidak usah susah2 mencari cari nada lagi kalau Haneul-sshi sudah meminta tolong dari sekarang. Hehehehe
Aku: jadi ada untungnya juga dong aku meminta tolong pada kalian semua? Hehehehe
Mereka berdua merenggut dan mencubiti pipiku berkali kali, nyeri sekali~~~
Onew: baiklah, akan kami carikan nada2 untuk lagu ini. Kamu konsentrasi belajar saja
Aku: baiklah oppa, Taemin-sshi, gamsahabnida ya..
Bel tanda istirahat kedua berakhir telah berbunyi…. Aku dan Taemin segera berpamitan dengan Onew oppa dan menuju ke kelas
Saat kami hendak berjalan ke kelas, Taemin bertanya padaku
Taemin: aku dengar selama aku belum masuk sekolah, kamu diteror ya?
Eh, darimana Taemin tahu???? Kan Cuma Onew apa yang tahu?!
Aku: aku merasa biasa saja, memang kenapa?
Taemin: kamu tidak pandai berbohong Haneul-sshi… tadi pagi aku melihatmu kewalahan membersihkan lokermu yang penuh dengan tanah basah. Aku tidak salah liat kan?
Aku tidak bisa menjawabnya, aku mengangguk sekilas tanpa kuulang. Taemin mendengus
Taemin: kenapa tidak kau laporkan kepada pihak sekolah? Lama2 kamu bisa gila kalau diteror terus seperti itu. Kamu ingat tidak waktu kelas satu aku kan selalu diteror dan di bully
Aku: Key bilang aku harus kuat dan tegar walaupun sedang sendiri. Sampai sekarang aku bersyukur aku belum kehilangan kesabaran
Taemin: kamu tidak berusaha mencari si pelaku sesungguhnya? Dia bisa merugikan waktumu, bahkan sesuatu yang menurutmu berharga
Aku: sampai sekarang aku baik2 saja Taemin. Percayalah, kalau nanti aku hampir mati karena teror aneh itu, aku pasti akan melapor padamu
Taemin: kamu ini aneh ya Haneul. Sebenarnya kamu ini kuat seperti laki2, tapi kamu juga cengeng seperti anak kecil juga, hehehehe
Wajahku rasanya mau meledak mendengar perkataan Taemin barusan
Aku: aaaaaaaaah Taemin-sshiiiiii~~ aku kan perempuan, ya wajarlah kalo aku lebih sering menangis. Ga boleh yaaaaa???
Kami berpandangan dan saling tertawa. Tapi dalam pikiranku, sebenarnya aku juga penasaran dengan sang pelaku. Tapi aku mencoba menunggu hingga waktu yang tepat
……………………
3 hari kemudian
Aku meminta Onew oppa untuk kembali ke Academy Karena kudengar dengar para Super Junior oppas sedang melakukan reherseal untuk konser mereka yang akan datang di Korea Utara tempat Hyunsu tinggal sekarang
Onew: kamu tidak minta tolong Key?
Aku: dia sedang sibuk kuliah untuk mengejar ketinggalannya. Kalau dia bisa sih aku akan minta tolong dia
Onew: ya sudah deh. Lagipula aku juga ada urusan dengan pihak SM.
Baru saja kami melangkah, tiba2 air tumpah dan membasahi seluruh bajuku, bagus sekali, sepertinya ini pekerjaan si peneror bodoh yang sakit jiwa itu!@#$?><
Onew: kamu pasrah sekali, jangan seperti itu dong
Aku memandangi Onew oppa yang memeluk kepalaku, wajahnya tertutup ember yang terjatuh
Aku: Oh crap!! Oppa tidak apa2?!
oppa melepas ember besar itu dari kepalanya, lalu bersin
Onew: yah.. mau nggak mau kita harus pulang kerumah ku dulu
Aku: tidak apa2 kah? Umma nya oppa nanti tidak marah apa?
Onew: umma suka sama anak perempuan yang main kerumah kok, ayo kita ke mobil
Dalam perjalanan kerumah Onew oppa, beliau tidak berhenti bersin2. Mungkin karena baju yang basah dan terkena AC, aku juga menggigil karena dinginnya AC
Aku: matikan AC nya ya? Nanti oppa sakit. Lagipula aku juga kedinginan
Onew: baiklah. Mereka sudah sangat keterlaluan Haneul, kalau ember tadi mengenai kepalamu mungkin kamu sudah pingsan.
Aku: aku nggak peduli masalah embernya, tapi airnya oppa…. Dingin sekali, lagipula kenapa sih oppa malah melindungiku begitu? Oppa tidak takut sakit apa?
Onew: huh, air segitu tidak akan membuatku, ha.. ha… ha… hatsiiiiiiiiiiii~~!!
Aku mengambil tisu dari jok belakang dan memberikannya pada Onew oppa yang meler
Aku: dirumah oppa ada piano nggak? Nanti aku mau latihan lagu untuk Key.. sudah dapat instrumennya?
Onew: ada kok, aku sudah dapat instrumennya sedikit, Taemin membantuku banyak sekali. Nanti tinggal di pelajari
Kami sudah sampai di rumah Onew oppa. Rumah beliau sangat megah dan indah, bersih pula. Oppa punya grand piano warna hitam yang sangat indah, letaknya tepat di depan kamarnya. Umma nya Onew oppa juga ramah, dia menjamuku dengan baik. Kami ngobrol sebentar dan aku minta ijin untuk berlatih piano sebentar
Onew: ini instrumennya, aku mandi dulu ya. Mungkin agak lama…
Aku membaca baca instrument sebentar dan memencet mencet nada satu persatu dan pelan2 kunyanyikan lagu Love like Oxygen itu, inti dari lagunya adalah tentang keindahan seseorang yang kita sukai, dia bagaikan oksigen dalam hidup kita
Lagu yang lambat, tapi aku suka… liriknya manis sekali.
Onew: well, sepertinya kamu menikmatinya… Taemin memang jenius
Permainanku berhenti, Onew oppa sudah rapih sekali. Wangi parfumnya menyeruak ke seluruh ruangan, termasuk hidungku
Aku: ya.. begitulah. Aku suka grand piano ini, ngomong2 waw… rapih sekali. dan wangi…
Onew oppa tertawa dan memberikan baju t-shirt wrna hijau dan jeans denim yang bagus
Onew: ganti baju sana, nanti kamu juga masuk angin. Apa perlu kubelikan dalamanmu?
Aku: frontal sekali, tidak usah oppa terimakasih….
Onew oppa mendekatiku dan mengambil instrumennya.
Onew: aku akan mencoba memainkannya, kalau bagus kan bisa jadi lagu untuk rekaman. Hehe
Aku masuk ke kamar mandi, ya ampun…. Kamar mandinya bersih dan luas. Rasanya aku merasa betah dan ingin menginap, hahahaha
Beberapa menit kemudian setelah aku selesai, kami segera berangkat untuk melihat reherseal Super Junior oppas
*************
Minggu kedua, Bulan September…
Persiapan sudah selesai, aku sudah bisa memainkan lagu Love like Oxygen dengan baik dan lancar, semuanya berkat Taemin dan Onew oppa pastinya
Taemin: 2 hari lagi ya?
Aku: iya… hatsyiiiiiii
Taemin memandangiku heran, ia memberikan selembar tisu
Aku: kenapa? Pilekku tidak sembuh2 ya? Uhuk.. uhuk..
Taemin: iya, sejak akhir minggu pertama. Jangan2 kau ketularan Jonghyun hyung?
Aku: jangan begitu dong, uhuk uhuk…. Aku tersiram air dingin dari atas.
Taemin: pasti pekerjaan si tukang teror itu.
Aku: aku tidak tahu pasti, yang pasti yang flu bukan aku saja
Taemin: Onew oppa juga ya? Pantas saja tiap mengajar suaranya jadi lebih berat seperti perokok
Aku: iya, dia malah melindungiku dari siraman itu. Dia malah lebih banyak tersiramnya daripada aku. Bodoh sekali guru kita itu
Taemin: hahaha, terus.. bagaimana dia dengan Jihye? Masih pacaran?
Ekspresiku berubah. Aku lupa kalau aku belum memberitahu Taemin tentang keadaan yang sesungguhnya, tapi aku juga tidak mau Taemin mendekati Jihye lagi
Aku: aku tidak pernah menanyakannya. Oh iya, bagaimana hubunganmu dengan Hyunsu? Dan menurutmu, untuk ulang tahun Key aku pantasnya pakai baju apa ya?
Taemin: kami sudah bertukar email dan smsan, dia pribadi yang menarik dan mudah tertarik dengan hal baru, kami sering sekali mengobrol. Masalah baju…. Pakai gaun saja
Aku: aku tidak punya gaun, baju pesta yang serba terusan atau rok aku tidak punya.
Taemin: oh iya, aku lupa kalau kau tidak suka pakai rok, hehe… seadanya saja
Aku: aku mau terlihat cantik tapi simple, masak aku harus tanya Onew oppa? Dia payah dalam style wanita, uhuk uhuk.. hatsyiiiiiii~~
Taemin: sebaiknya pakai yang tertutup saja, ini sudah musim gugur.. cuaca semakin dingin, jangan sampai saat kamu bermain piano, kamu pingsan karena suhu badanmu panas
Aku: benar juga ya….. baiklah, nanti aku minta belikan Jonghyun oppa deh, dia kan baru dapat uang
Taemin: oh ya? Dia bekerja?
Aku: bukan, uang hasil menjadi panitia pelatihan waktu itu. hehehehe
………………….
Jonghyun: kamu sudah cantik kok, saeng
Aku: jangan bohong ya, berminggu minggu aku latihan buat hari ini, oh iya tisu dong.. hidungku meler terus nih
Jonghyun: jangan bilang kamu tertular virus H1N1 dariku
Aku: jangan didoakan seperti itu doooong!! Oppa jaga di depan deh, kali saja dia sudah di garasi
Aku dan Jonghyun bersepakat untuk masuk kerumah Key tanpa sepengetahuannya dan memberinya kejutan
Jonghyun: kalau dia sudah sampai, aku langsung pergi ya, ada urusan dengan pihak SM Entertainment
Aku mengangguk, sungguh gugup rasanya. Aku mengenakan sweater warna kuning keemasan dan celana jeans hitam. Rasanya aku jadi mirip Jonghyun karena dia juga suka warna kuning keemasan
Jonghyun keluar dari rumah Key dan bersembunyi di mobil yang di parkir tertutup yang tidak jauh dari rumah Key, ia berjanji untuk mengirim satu sms dan….
What?? Sudah ada sms? Cepat sekali.. aku belum siap~~~
‘Semoga berhasil ya Haneul-sshi, aku mendoakanmu dari sini’
Fiuuuuuuuh, ternyata sms dari Onew oppa. Lalu datang satu sms lagi
‘Good luck Haneul~~ doakan aku masuk rekaman bersama Minho oppa, Jonghyun oppa dan Key oppa ya’
Dari Taemin, aku hanya tersenyum senyum sambil membaca lagi instrumennya…
Drrrrrt drrrrrrt, kok ada sms lagi?
‘Sayang, kamu ada dirumah? Aku kesana ya~~’
Yaaaaaaah, Key malah mau ke rumah pula?! Aku langsung membalas smsnya
‘aku sedang sibuk, pulang saja kerumahmu. Maaf ya Key’
Hatsyiiiiiii….. sial, bersin batuk dan flu ini bisa mengganggu permainanku nih.
Beberapa menit kemudian….
Terdengar suara mobil masuk ke dalam garasi, dan Jonghyun tidak meng smsku. SIAL, pasti dia lupa@#!@$% yasudah lah, aku segera menyiapkan hatiku untuk memainkan piano.. mana lampu dimatikan, jadi aku harus meraba tuts awal yang akan ku pencet
Suara: *misuh misuh* kenapa sih, disaat seperti ini dia tidak mau dikunjungi?? Padahal aku kangen sekali sama di……
Saat lampu dinyalakan, aku langsung memainkan lagu Happy birthday dan dilanjutkan dengan lagu buatan Jonghyun
Aku menyanyi dengan hati yang benar2 tulus dan gembira…
Key yang tadi misuh misuh hanya termenung memandangiku yang masih bermain piano…
*************
Setelah memainkan pianonya, aku mengangkat kue dari meja dan hendak memberikannya kepada Key
Aku: happy birthday, Ke…..
Tanpa sengaja aku tersandung sesuatu…
Kue untuk Key melayang di udara…
Oh tidak, rencanaku gagal total…..
Tidak kusangka, Key menyelamatkan kuenya dan juga menyelamatkanku yang nyaris terjerembap di lantai. Cekatan sekali Key, membuatku tersipu sipu
Key: Aigoooooooo permainan pianomu bagus sekali aejeong, dan kamu memberikan atraksi kue melayang di depanku. Aku kagum sekali, hahahahaha
Wajahku memanas dan rasanya mengeluarkan asap. Sumpah aku malu sekaliiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii~~!!!!
Aku: ti.. tiup dulu lilinnya.
Key memandangi kue berlilin 19 buah itu dengan antusias, ia berdoa sebentar dan meniupnya dengan sekuat tenaga
Key: terima kasih sayang, aku benar2 senang dengan kejutan darimu
Tiba2 Key memelukku kencang dan memutar pelukannya di udara, aku berteriak teriak karena ini baru pertama kalinya Key melakukan hal itu. Setelah itu dia mencium keningku
Aku: aku mau bokk-eumbab*, kamu kan sudah janji mau membuatkannya untukku
Key: tidak mau ah, aku mau makan kue pemberianmu dulu. Hehehehe
Aku hanya tersenyum tipis sambil membawa piring dan gelas untuk kami berdua, kami makan dikamarnya. Key duduk, memotong kue dan memberikan potongan pertamanya untukku.
Key: kau mau pulang jam berapa? Nanti aku antar ya, tapi aku tidak bisa lama2… teman2ku nanti akan datang kesini
Aku: terserah Key saja
Acara makan kue kami diselingi dengan ngobrol dan saling menyuapi. Waktu berjalan dengan cepat dan rasanya aku mengantuk
Key: sayang….. jangan tidur sambil duduk begitu
Aku tersentak dari awang2 yang hampir saja membawaku kea lam mimpi
Aku: maaf Key, aku…. Mengantuk sekali. Mataku berat, mungkin karena efek flu yang tidak kunjung reda ini.
Key: nanti kalau sudah pulang jangan lupa minum obat ya, aku tidak mau kamu bersin2 terus….
Aku hanya mengangguk dan tanpa sadar Key menarikku ke dalam pelukannya dan menyenderkanku di pundaknya
Key: beratmu sudah bertambah ya? Kamu lebih berat daripada waktu kamu mabuk itu
Aku: emmmm kok kamu bisa bilang begitu?
Key: waktu itu kan kamu menimpaku karena kehilangan kesadaran, hehe
Aku langsung membuka mataku lebar2 dan beranjak pergi dari pelukan Key
Aku: maaf deh kalau aku bertambah berat
Karena badanku begitu lemas dan terlalu mengantuk, Key menarikku ke dalam pelukannya dengan mudah
Key: tidur saja disini, aku rindu sekali memelukmu seperti ini…
Aku melanjutkan tidurku yang terpotong di pelukan Key, sampai kapan kedekatan ini dan kehangatan Key ada untukku?
Bersambung…
Mini kamus:
bokk-eumbab= nasi goreng
Tidak ada komentar:
Posting Komentar