Rabu, 22 September 2010

SuSHINee Fanfict Part 8

New Cast:
Kim Kibum: adik dari Kangin, kuliah semester 8.
Choi Shiwon: Kakak dari Hyunsu. calon pemilik perusahaan mobil terkenal di dunia

Bulan September, Minggu kedua..
Saya: Oppa, aku berangkat ya..
Jonghyun: baiklah, hati2 di jalan

Hari Senin ini aku dapat kelas di pagi hari, sementara Minho mendapat kelas siang. Tak ada yang mau mengantarku, bahkan Jonghyun sekalipun. Aku tidak mengerti kenapa, mungkin dia juga ada kuliah siang sehingga ia malas mengantarku. Dan kini aku tidak begitu dekat dengan Heechul oppa karena kesibukanku, ia mengirim SMS aja jarang kubalas
Suara: Hei cewek!! Pagi pagi begini sudah berangkat.. mau kemana kau?!
Aku menoleh malas ke sebuah rumah besar bercat biru yang baru saja dihuni. Suara itu berasal dari seorang laki-laki bertubuh besar dengan potongan rambut pendek yang mantap, ia sepertinya sedang melakukan olahraga kecil di teras rumah.
Saya: tentu saja aku mau kuliah!!
Suara: Barengan saja dengan adikku~~!! Dia kuliah di Universitas dekat sini, dan jalannya sejalur denganmu!! Temani saja supaya dia tidak nyasar!!
Aku berdiri terpaku di depan rumah si laki-laki kekar yang mengaku bernama Kangin itu. Jarakku dengannya tidak begitu jauh, tapi suaranya yang keras sangat menggangguku
Saya: terserah adikmu saja lah~~!! *ngobrolnya jadi ikut teriak2an*
Kangin oppa masuk ke dalam rumah, tapi suaranya tidak terdengar sama sekali. Sungguh kebiasaan yang sangat aneh
Suara: em…. Kau kuliah dimana?
Aku menengok kea rah pagar rumah Kangin oppa dengan wajah yang sangat terkejut, baru saja aku menengok ke arah lain tiba2 ada pria lain di dekat pagar
Saya: em… aku di Universitas T, namja dimana?
Si namja: oh aku di Universitas A, sejalur denganmu. Mau tidak jalan bersamaku?
Saya: em… boleh saja kalau kau takut tersasar.
Namja itu tersenyum simpul dan hendak mengambil tasnya, tiba2 Kangin oppa keluar dan menyahut lagi *tepatnya berteriak*
Kangin: KIBUM!! Kucari cari kau di dalam rumah ternyata kau sudah di depan pagar!! Tuh cewek manis yang kau ajak ngobrol itu akan menemanimu jalan!!
Ia tersenyum dan membungkuk kea rah Kangin oppa dan berbicara lagi denganku
Si namja: maaf ya, oppa ku memang suaranya kencang sekali. Dia guru judo di SMA di komplek ini. Ehm, aku Kibum. Namamu siapa?
Saya: aku Lee Minsu, boleh kita langsung jalan? Aku takut terlambat
Kibum: oke baiklah. Oppa, aku berangkat dulu ya..
Kangin: Hati2 di jalan ya?! jangan sampai kalian berdua tersesat!!
Astaga, kakak dan adik kok jauh sekali perbedaannya? Kakaknya bersuara lantang dan keras sementara adiknya halus dan tenang
Kami mulai jalan keluar dari kompleks dan mencari kendaraan umum yang langsung menuju ke kampus masing2.
Kibum: ah, bus nya sudah datang. Ayo kita masuk
Ia masuk ke dalam bus terlebih dahulu tanpa memegang pergelangan tanganku seperti laki2 biasanya. Hem, keren juga dia…. Jadi aku tidak perlu malu atau berdebar-debar karena perlakuannya
Kibum: em.. kudengar appa mu sedang sakit keras ya, Minsu-ah?
Saya: iya, sudah sebulan beliau tidak menunjukkan kemajuan. Hhhhhh
Kibum: sabar ya, Appa mu mungkin sedang beristirahat untuk beberapa waktu, tapi beliau tidak memberitahu keluargamu
Saya: oh begitukah? Tapi aku takut ia dipanggil Tuhan, aku belum siap
Kibum: percayalah, semua yang dilakukan oleh Tuhanmu, itu yang terbaik untuknya bahkan untukmu.
Saya: ya, aku selalu percaya. Ngomong2 Kibum-ah… kau kuliah semester berapa?
Kibum: aku semester 8 bulan ini. Seharusnya aku sudah wisuda, tapi aku mengulang lagi. Hehe
Saya: oh, jadi seharusnya aku memanggilmu Oppa dong?
Kibum: ah, memang umurmu berapa Minsu-ah?
Saya: tahun ini aku genap 19 tahun. Kalau Oppa?
Kibum: minggu depan aku sudah umur 23. Tapi panggil aku Kibum juga tidak apa2…
Saya: baiklah Kibum-ah.. kalian pindah kesini.. karena apa?
Kibum: entah lah, Umma kami baru saja menjadi single parent jadi kami tidak ingin merepotkannya. Dengan pindah kesini, jarak antara kampusku dengan rumah.. atau sekolah tempat oppa mengajar dengan rumah, akan semakin dekat. Kita tidak perlu membuang waktu di jalan.. kami jadi lebih sering menghabiskan waktu dengan Umma dirumah.
Aku manggut manggut, Kibum ini berbeda sekali dengan Oppa nya yang berisik dan kasar itu. Dia jauh lebih kalem, diam, dan bahasa bicaranya seberat bahasa bicara Appa *kecil tua dong?* memperlihatkan kalau dia orang yang jenius. Tapi kok bisa sih dia mengulang 1 semester lagi?
Kibum: Ahhhhh, jadi… sudah berapa tahun kau tinggal disana?
Saya: ya… sekitar 20 tahunan. Orangtua ku membeli rumah disana ketika Umma ku masih mengandung Jonghyun oppa
Kibum: kalian berapa bersaudara?
Saya: kalau berdasarkan kelahiran sih tiga. Tapi kalau berdasarkan jumlah, kami empat bersaudara. Aku punya saudara kembar, Minho namanya
Kibum: kembar identik berbeda jenis kelamin? Langka sekali. Hahaha~~
Kami berdua tertawa dan mengobrol panjang lebar. Kibum adalah sosok yang mudah bergaul meskipun kelihatannya pendiam, aku senang sekali bisa pergi ke kampus bersamanya hari ini. Aku jadi ingin *sedikit* berterimakasih kepada Kangin oppa. Hehe
Saya: oh, itu kampusku. Baiklah Kibum-ah… aku duluan ya.
Kibum: baiklah, hati2 ya Minsu-ah
Aku turun dari bus dan berlari menuju gerbang kampus. Tanpa sengaja aku menjatuhkan buku2ku yang tebal dan banyak. Sial, kenapa harus di hari senin???
Suara: hai nona, mau kubantu?
Aku menengok ke arah suara yang memanggilku. Aigooooooo~ laki2 berlengan kekar dan leher yang jenjang dengan jambul hitamnya yang rapih menghampiriku dan membantuku mengambil semua buku2..
Namja seksi *cuihhh jijik bgt nicknamenya*: Buku2mu jadi kotor deh. Tidak apa2?
Saya: oh….. tidak apa2 kok, mianhae.. jadi merepotkan namja
Namja seksi: tidak apa2 kok, aku juga sedang menunggu dongsaengku selesai berdandan di mobil.
Saya: oh, dongsaeng mu kuliah disini?
Namja seksi: ya. dia berambut sebahu dengan poninya yang rata, rambutnya sehitam arang. Kau kenal?
Sehitam arang panjangnya sebahu? Kok rasanya familiar ya?
Suara: Oppa, aku sudah selesai dandannya. Apa yang oppa lakukan di…. OH!! Minsu-sshi~~
Saya: eh, Hyunsu?? Ini Oppa mu?
Hyunsu: ahahahahahaha…. Begitulah. Oppa, kenalkan.. dia teman kampusku, Lee Minsu
Namja itu memberikan semua bukuku, dan menjulurkan tangannya dengan senyum seperti artis2 iklan pasta gigi ditambah dengan lesung pipit yang membuat sosok machonya berubah menjadi manis.
Namja seksi: kenalkan, aku Choi Shiwon….


~~~~~~~~~~~~~


Aku masih terpekur di kantin sambil mengunyah ngunyah sedotan minuman yang sudah habis.
Wonhee: tidak percaya ya, kalau itu oppa nya Hyunsu?
Saya: tentu saja.. dia seperti artis iklan pasta gigi~~!! Rapih sekali giginya, putih pula..
Hyunsu tertawa lucu sekaligus menunjukkan kebanggaannya
Wonhee: Keluarga Hyunsu adalah pemilik perusahaan mobil yang terkenal di seluruh dunia loh
Mataku semakin melebar mendengar pernyataan itu. Tak kusangka Hyunsu adalah orang dengan ekonomi yang super duper tinggi, namun penampilannya sangat sederhana
Saya: aku minta satu mobilnya…
Hyunsu: bilang dulu sama Appa ku~~ hihihi.. Shiwon akan memegang alih perusahaan 3 tahun lagi. Kalau mau minta sama Shiwon ya tunggu 3 tahun lagi saja
Tanpa basa-basi, aku langsung mengajukan pertanyaan yang amat sangat bodoh
Saya: dia fitness dimana? Kok badannya bagus sekali ya? aku jadi salting waktu melihatnya
Wonhee: whaaaat???? Seorang Lee Minsu bisa salting ya? hahahahahaha
Aku merengut, memang sih aku jarang menunjukkan perasaan tertentu kepada seorang namja di hadapan mereka. Sebenarnya aku juga belum pernah berpacaran, dan aku pun susah mengekspresikan perasaanku secara langsung
Hyunsu: Shiwon ikut taekwondo dan sudah sabuk hitam sekarang, dia kuliah jurusan fisika
Saya: aigooooooooooooo~~ beda sekali dengan dunia kita yang penuh dengan uang *kan ceritanya anak ekonomi*
Wonhee: iya, benar2 beda. Kok kamu tidak masuk jurusan alam saja sih?
Hyunsu: aku lebih suka sosial ketimbang alam, sudah lah tidak usah dibahas lagi
Saya: baiklah, tapi kok tumben dia mengantarmu?
Hyunsu: nggak tahu juga ya, dia bosan dirumah mungkin. Biasanya setiap pagi dia ada kelas, tapi kali ini tidak. Dan kebetulan mobilnya sedang di servis, jadinya ia pakai mobilku
Wonhee: dasar orang kaya, katanya kau punya helicopter. Kenapa oppa mu tidak memakainya?
Apa kata Wonhee? Hyunsu punya helicopter?? Ternyata selama ini dia berbohong pada kita semua kalau rumahnya kecil dan lain lain
Hyunsu: itu semua punya Shiwon dan orang tua ku. Aku masih belum menghasilkan apa2, jadinya aku tidak seharusnya bangga dengan semua itu..
Saya: ya ampun Hyunsu-sshi… kau rendah hati sekali
Aku memeluk Hyunsu yang masih tersenyum senyum dari tadi..
Hyunsu: oh iya, bagaimana ujian Taemin? Dia bisa tidak?
Saya: hahahaha aku tidak tahu Hyunsu-sshi.. tanya saja sama anaknya, kau punya nomor HPnya kan?
Hyunsu: tapi aku malu~~ oh iya, nanti aku mau menjenguk Appa mu ya.
Saya: baiklah. Wonhee, gimana hubunganmu dengan Jonghyun oppa?
Wajah Wonhee berubah dari yang gembira menjadi kaku dan terkesan menyembunyikan sesuatu
Wonhee: emmmmmm dia suka menjemputku kalau pulang les. Kebetulan waktu les kami sama, jadi kami pulang bersama. Kami bicara banyak hal..
Saya: cieeeeeeeeeeeeeeeeee…. Sebentar lagi sepertinya ada yang akan resmi menjadi kekasih Jonghyun oppa nih, hehehehe
Wonhee: apaan sih, Minsu-sshi~~~ aku maluuuuuuuuuuuuuuuu
Saya: hahahahahahaha… ngomong2 kau mau menjenguk Appa jam berapa? Sehabis pulang dari kampus?
Hyunsu: entahlah, mungkin agak sore karena aku baru pulang 3 jam lagi. Kau pulang jam berapa?
Saya: aku sudah pulang, hehehehehehe
Wonhee dan Hyunsu menggelitiku hingga aku berteriak histeris dan semua orang kantin memperhatikanku
Saya: kalian ini baboooooooooo~~ geli sekali tauk
Hyunsu: kau ini curang sekali, selalu pulang cepat. Huuuuuuuuuu
Saya: aku kan tidak minta begitu
Wonhee: tetap saja curang, huuuuuuuuuuuuuu
Kami bertiga tertawa dan beberapa detik kemudian HPku berdering, telepon dari Umma. Aku segera mengangkatnya
Saya: yeoboseyo Umma, ada apa?
Umma: kamu mau jam berapa ke rumah sakit??
Saya: mungkin 30 menit lagi, memang kenapa?
Umma: Umma sudah pulang ke rumah…
Saya: Loh, terus yang menjagai Appa siapa? Jonghyun Minho dan Taemin kan masih sekolah
Umma: ada Heechul disana, nanti kau temani dia ya..

.....

Heechul oppa sedang meminum teh kotak dengan tenang saat aku masuk ke ruang rawat Appa, dia melihat kea rah pintu dan kembali memandangi jendela yang ada di seberangnya
Saya: ada angin apa oppa mau menjagai Appaku?
Ia menjawab pertanyaanku sambil tetap meminum tehnya sambil menghadap kea rah jendela
Heechul: aku mencarimu dan kebetulan kutemui Umma mu disini, aku menyuruhnya pulang. Wajahnya terlihat lelah
Saya: ada apa sih di jendela itu, sampai2 oppa tidak mau melihatku?
Ia membuang bungkus teh kotak tanpa menengok ke arahku, kenapa sih dia?
Saya: ada yang salah di mukaku? Apa jerawatku bertambah atau aku semakin kurus, sehingga Oppa tidak mau melihatku?
Tiba2 ia menatapku tajam sekali, bola matanya yang hitam seakan menusuk mata hingga otakku. Rasanya tanganku agak gemetar karena tatapannya
Heechul: tidak apa2, memang sifatku begini adanya..
Aku menghela napas. Hhhhhhhhhhhhhhhhhhh, aku pikir ia marah padaku.
Saya: jangan lakukan hal seperti itu lagi, menakutkan tau? Oh iya.. bagaimana keadaan Oppa?
Heechul: tangannya sedikit bergerak tadi, sepertinya beberapa hari lagi ia akan tersadar.
Saya: benarkah??? Wah, semoga saja harapan Oppa terkabulkan
Ia tersenyum simpul sambil menyibukkan diri dengan melihat ke sekitarnya, suasana menjadi sangat kaku sekali. Apa yang harus kulakukan?
Saya: sudah kuduga, pasti ada sesuatu
Heechul: sesuatu apanya?
Saya: sesuatu di dalam diri Oppa!!
Aku menyerbu ke arahnya dan menatapnya dalam2. Jantungku berdebar debar keras, rasanya mau loncat dari dadaku
Heechul: sesuatu apa?
Saya: oppa pasti sedang kesal padaku kan??
Ia diam dan melepaskan pandangannya dariku, mukanya terlihat kesal sekali
Heechul: kau sepertinya salah lihat. Aku baik2 saja kok
Saya: bohong…. Oppa marah padaku kan?
Heechul: hmmm? Kenapa aku harus marah padamu?
Kesabaranku sudah mencapai puncak, aku tidak mau menebak nebak hatinya lagi. Menyebalkan sekali sih Heechul Oppa~~!!
Aku duduk di sofa lebar yang ia duduki, aku duduk dengan jarak yang dekat dengannya.
Saya: a… aku tidak tahu. Tapi sorotan mata oppa yang mengatakannya padamu
Heechul: hah, kau sok tahu sekali… seberapa sering sih kita pergi bersama pekan ini?
Mataku berkaca-kaca, sudahlah oppa.. jangan membuatku menerka nerka lagi. Dasar menyebalkan
Saya: tanpa sadar oppa sudah memberitahuku. Oppa marah padaku karena aku tidak bisa meluangkan waktu lebih banyak lagi dengan oppa kan?! Karena aku sibuk kuliah dan menjagai Appaku? Ya kan?!
Heechul oppa memandangiku dari atas hingga bawah dengan tatapan anggunnya..
Heechul: kenapa kamu jadi emosi begitu?
Saya: a…. aku tidak suka di beginikan~~ aku tidak suka diacuhkan dan dipandangi seperti ini, aku tidak sukaaaaa~~~
Air mataku jatuh lagi, sialan.. disaat saat seperti ini kok aku malah menangis? Babo babo
Heechul: maafkan aku, aku hanya merasa kesepian kalau tidak menjemput atau mengantarmu ke suatu tempat. Kau terlalu sibuk dan kau melupakanku. Ya kan?
Saya: ah!! Kenapa Oppa bilang begitu?? Aku tidak ber…. Maksud. Ah maaf, aku kesal sekali..
Aku mengusap air mataku dengan cepat, namun Heechul oppa menghalau tanganku dan memegangi pipiku
Heechul: aigooo lady, berhentilah menangis… nanti wajahmu tidak cantik lagi~~
Ia mendekatkan wajahnya ke wajahku, menghapus air mataku sebentar dan kembali memegangi wajahku yang mungkin sudah memanas dan merah. Jantungku tidak berhenti berdebar-debar
Heechul: kalau begitu, maafkan perlakuanku tadi ya..
Ia makin mendekatkan wajahnya ke wajahku, memegang lembut daguku dan mulai menyilangkan wajahnya sambil terus mendekatkan wajahnya ke wajahku. Ia memejamkan matanya dan hembusan nafasnya menyentuh pipiku, bibirnya terbuka sedikit… jarak kami sudah terlampau dekat hingga hidung kami sudah nyaris bersentuhan, begitu juga bibir kami
Tiba2 aku merasakan sesuatu bergerak di kasur tempat Appa tertidur, segera saja kulihat apa yang terjadi disana…
Suara: hmmmmmmmmmmmh, ini…. Dimana?
Saya: a….. appa??

Appa telah terbangun dari tidur panjangnya…
Dan dengan refleks, aku segera menghambur ke pelukannya. Menangis sejadi jadinya…

Bersambung..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar