Saya: aku tidak tahu kalau mereka berpacaran…. Mungkin Wonhee menyembunyikannya dariku
Heechul: kita untit mereka yuk?
Aku memandangi Heechul oppa dengan pandangan aneh, kok orang pacaran diuntit?
Saya: nanti ketahuan tidak? *penasaran juga*
Heechul: aku jamin tidak. Tapi kau harus menuruti perintahku
Saya: seperti apa perintahnya?
Heechul: ya… seperti tidak melakukan hal ceroboh dan lain lain..
Aku mengangguk angguk pelan. Seharusnya menguntit itu bukan hal yang baik, tapi berhubung aku penasaran…. Lanjut saja lah~~
Jonghyun: Yeobo, kamu mau kemana lagi habis ini? Sunsetnya kan sudah habis
Wonhee: entahlah, aku lebih suka disini oppa. Suasananya segar dan menyenangkan
Pembicaraan mereka berdua dapat kudengar jelas dari jarak 2 meter, aku dan Heechul oppa sudah seperti detektif yang menguntit tersangka pembunuhan
Heechul: mesranya, bahkan Jonghyun memanggilnya yeobo..
Saya: sangat berbeda kalau dirumah, sepertinya dia juga tipe cowok yang ja..
Tiba2 Heechul appa mendorongku ke arah dalam dan menutup mulutku. Astaga~~ ia membuatku makin berdebar debar
Heechul: suaramu terlalu kerasss…. Tadi Jonghyun melihat kea rah sini.
Saya: u….up *maaf*
Pelan2 aku melepas tangan yang membekap mulutku sembari oppa kembali melihat dua pasangan itu dan memicingkan matanya, haha lucu sekali kelakuan orang ini
Heechul: omo, mereka sepertinya baru jadian ya? lengket sekali mereka, jadi agak risih
Saya: be.. begitukah?
Heechul: sepenglihatanku sih begitu. Mereka pelukan, ciuman, tertawa, lari2an, seperti anak SMA
Aku terkikik mendengar penjelasan dari Heechul oppa. Kalau mereka terlihat intens dan dekat dengan status berpacaran, kita bagaimana?
Heechul: kok tertawa?
Saya: mereka kan pacaran, biarkan saja. Kalau oppa yang belum punya status denganku ini memelukku dari belakang, seperti anak SMA tidak?
Ia memandangi tangannya yang masih memelukku dari belakang dan langsung melepaskannya dengan ekspresi cuek
Heechul: kan tadi aku menghindari pandangan mereka, sekaligus melindungimu supaya tidak ketahuan
Aku tersenyum tipis melihat wajah jaimnya yang mirip dengan Jonghyun. Apa ia menyukaiku juga ya? ah rasanya tidak mungkin, dia kan orangnya nyentrik. Pasti juga menyukai orang yang nyentrik
Saya: em sekarang jam berapa?
Heechul: jam setengah tujuh, memang kenapa?
Aku melihat baju Heechul oppa yang tergambar angka 22 di punggungnya. Eh? Kalo kemarin tanggal 22, hari ini kan tanggal….
Saya: omo!! Hari ini kan tanggal 23!! Ulang tahunnya Um, ummmmmmmmmmmmmmmmh ummmmmmmmmh
Heechul: babo, kok kamu tiba2 berteriak sih?! Jonghyun jadi curiga dan menuju kea rah sini, ayo cepat kita pergi….
Ia membekap mulutku dan membopongku ke arah motor yang terpakir beberapa meter dari tempat penguntitan kami
Saya: ummmh ummh maaf, aku baru ingat kalau hari ini ulang tahun Umma, aku ingin membelikannya sesuatu dan mengejutkannya jam 12 nanti, bersama keluargaku. Oppa mau ikut?
Aku terengah engah menenangkan jatungku yang rasanya mau copot karena gendongan Heechul oppa barusan
Heechul: oooh boleh saja, nanti akan kuajak anak SuJj lainnya. Kukira ada apa,yasudah ayo naik…
Aku naik ke motor dan menyiapkan diri, kali saja ia mau ngebut. Tapi kok… nggak jalan jalan motornya?
Saya: emmm… bensinnya habis?
Heechul: bukan. Kau kan belum memberitahuku kemana kita akan pergi membeli kado.
Astaga, babo sekali aku ini….. kok bisa2nya aku melupakan hal kecil semacam itu??
Saya: yaaaaa…… ke mall yang dekat sini saja.
Heechul: oke, ayo berang.. aigoooooooooooooo mereka popo lagi
Dengan refleks aku menutup mata Heechul oppa yang masih saja memperhatikan Jonghyun meskipun jarak kami dengam mereka jauh sekali
Saya: omo, tidak usah diperhatikan lah, membuat iri saja. Hahahahahhaha ayo berangkat
Heechul: emmmmmmmmmmmmm baiklah. Tapi buka mataku dulu dong
Aku melepaskan tanganku dari kedua matanya. Kok rasanya tanganku jadi hangat ya? apa rasa hangat ini dari wajah Heechul oppa?
~~~~~~~~~~~~~
Heechul: hei, kau pernah kesini sebelumnya?
Saya: sering kok, memangnya kenapa?
Heechul: jangan sampai pisah dariku ya.
Ia menggenggam tanganku mantap, rasanya aku ingin tertawa. Jangan2 dia..
Saya: oppa belum pernah kesini ya?
Heechul: ah, pokoknya jangan sampai pisah saja denganku..
hahahahahaha ternyata dugaanku benar, tapi kok aneh ya? anak gaul seperti Heechul oppa tidak mungkin belum pernah kesini
Saya: tidak mungkin kan oppa belum pernah kesini?
Heechul: hah sudahlah, tak usah ditanyakan lagi, nanti kau juga tahu jawabannya apa
Aku memandangi wajah Heechul oppa yang jaim dan dengan cuek nya memandang ke kanan dan ke kiri. Wajahnya menjadi agak pink karena memerah, lucu sekali Oppa ku yang satu ini.
Kami berjalan jalan sebentar sambil melihat barang apa yang kira2 berguna untuk Umma dan tentunya ia sukai. Umma suka sekali memasak, apa kubelikan panci saja ya? *kemahalan lah yaw*
Saya: kira2 mau ngasih apa ya?
Heechul: Ahjumma Key lagi ingin memiliki sesuatu tidak?
Saya: entahlah. Dia tidak pernah cerita
Heechul: belikan daster atau lingerie saja.
Saya: HAH? Buat apa itu? Umma tidak pakai hal2 seperti itu. Umma itu kan tomboy *loh?*
Ia tertawa sambil menutupi mulutnya yang lebar. Sementara tangan kirinya masih menggenggam tangan kananku hingga tangan kami berdua panas berkeringat
Heechul: eh, disini ada barang2 antik. Mau lihat2 disini saja?
Saya: oh, ide bagus. Ayo kita lihat lihat
Kami masuk ke sebuah toko dengan harga barang di sama ratakan. Disana banyak sekali barang unik2 dari negeri Sakura, dan harganya lumayan murah menurutku.
Heechul: Umma mu suka berkebun tidak?
Saya: ia lebih suka memasak. Memang kenapa?
Heechul: ada pot warna pink tadi di sebelah sana, kupikir bagus juga kalau dijadikan hadiah.
Aku kembali mencari lagi, lagi dan lagi…. Ah sial, apa yang sangat diinginkan seorang tukang masak seperti Umma ya?
Di bagian kitchen, aku melihat celemek kuning dengan gambar kunci kunci pink disekitarnya. Hem… lucu sekali, pasti Umma suka.
Saya: Heechul oppa, aku menemukan i….
Ow ooooooooooooooooooow, aku terpisah dengan Heechul oppa~~!!!
Aku mencari cari sosok tinggi berambut coklat dengan baju bernomer 22 di punggungnya. Kok tidak ada ya? mana toko ini luas sekali, oh crap. Aku takut ia tersesat dan tidak bisa pulang~~
Aku mengecek pulsa, mungkin saja aku bisa menelponnya…
Omonaaaaaaaaaaaaaaaaa, pulsaku tinggal 1 perak? *miskin mode on* bagaimana ini?! Aku tidak bisa menelpon bahkan mengiriminya sms. Aku terlalu malu kalau harus melapor ke information center. Masak seorang pria berumur 27 tahun *atau 28 tahun ya?* bisa tersesat dan hilang?
Tiba2 aku menubruk seseorang di belakangku. Barang2 yang ia beli berjatuhan
Suara: Aigooo, kalo jalan lihat li…. Loh, Minsu-sshi?
Saya: Kangin oppa? Apa yang kau lakukan disini??
Aku memperhatikan bawaan Kangin oppa yang kerangjang belanjaannya mayoritas membawa makanan dan minuman kesehatan. Mungkin ia ingin menjaga otot2 besarnya..
Kangin: aku tadi sedang belanja di swalayan sebelah dan menemukan toko barang antik ini, aku tertarik dan masuk saja
Saya: kenapa belanjaannya.. tidak dititipkan?
Kangin: memangnya kenapa?!
saya: sssssh ssssssssssh pelankan suaramu oppa~~! Ini kan tempat umum.
Kangin: eh, maaf maaf… aku tidak bermaksud untuk berteriak, emmmm memangnya kenapa kalau tidak dititipkan?
Saya: ya… memangnya tidak repot? Lagipula memangnya tidak risih apa memegang belanjaan 3 kantong seperti itu?
Kangin: kata penjaganya tidak apa2 kok, sekalian aku melatih otot tanganku. Hehehe oh iya, kau kesini dengan siapa?
Saya: dengan Heechul oppa, tapi kami berpisah dan aku tidak punya pulsa untuk menelpon atau mengiriminya sms
Kangin: Heechul? Siapa dia? Bagaimana kalau kau jalan denganku saja? Nanti ku antar pulang
Eh? Tidak bisa begitu lah….. aku berangkat dengan Heechul oppa, pulang harus dengannya juga.
Saya: dia anak kost Super Jjang. Maaf aku tidak bisa, aku pergi dengannya dan harus pulang bersamanya juga.
Kangin: kenapa begitu? Rumah kita kan dekat. Mungkin saja dia sudah pulang dan mengerjakan sesuatu, ayo temani aku
Ia menggaet tanganku menuju ke bagian lain, aku segera menyamber celemek kuning yang akan kubeli dan menemani Kangin oppa (untuk sementara waktu). Aduh, kemana ya Heechul oppa?
Kangin: celemek itu, buat siapa?
Saya: ini untuk Umma, hari ini ia berulang tahun. Aku ingin memberi kejutan untuknya
Kangin: ooooooh, aku boleh ikutan tidak?
Saya: hah?? Buat apa?? Ini cuman acara keluarga kecil2an. Lagipula kami mau merayakannya jam 12 malam
Kangin: kali saja Umma mu mau mengijinkan aku bersamamu, hehehehehe
Aku terdiam dan terpaku. BARUSAN DIA BILANG APAA???
Saya: me… mengijinkan bagaimana?
Ia masih cengar cengir sambil menggaruk kepalanya dan wajahnya mulai bersemu aneh.
Kangin: mengijinkan putrinya jadi kekasihku…
Saya: Ke…. Kekasiiiiiiiiiiiiiiiih?!?!?!? Maksudnya bagaimana?
Kangin oppa menaruh belanjaannya dan menatap mataku dalam2. Rasanya aku bagai tersihir karena pandangannya, jantungku serasa mau copot karena pernyataan frontal barusan.
Kangin: aku mau kamu menjadi Yeoja Chingu ku…
DUAAAAAAAAAAR~~~~~~~~~!
Rasanya badanku mau roboh bagai patung yang dipukul oleh palu….
Aku tidak percaya kalau Kangin oppa akan menyatakan sesuatu padaku, di toko peralatan antik pula?!
Kenapa sejak awal aku bisa tidak tahu kalau dia menyukaiku?? Kalau aku sudah tidak tahu sejak awal, aku kan bisa menyiapkan hatiku dan tidak berdiri dalam keadaan syok seperti ini~~~~~~~
Kangin: bagaimana? Aku sudah menyukaimu sejak pertama kali bertemu. Wajah jutekmu itu menggemaskan. Apalagi kalau mengahadapi suara kerasku, aku sangat suka itu…
Saya: emmmmm bagaimana ya? aku tidak tahu harus jawab apa
Kangin: tolong jangan tolak aku, malah mungkin kau akan menyesal nantinya. Mantan2ku yang mengatakannya, mereka menyesal setelah putus dariku.
HAH? APA-APAAN PERNYATAAN ITU?? Narsis sekali. Iuuuuuuuuuuuuuuuuh~~
Saya: maafkan aku oppa, aku suka…..
Suara: Minsu-sshiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
Aku menengok ke belakang dan mendapati Heechul oppa yang terengah engah berlari ke arahku.
Saya: o… oppa? Kok bisa menemukanku?
Heechul: entahlah, ayo cepat. Kyuhyun bilang kejutannya akan dimulai dua jam lagi. Mereka sudah minta ijin pada keluargamu untuk ikut berpartisipasi
Aku mencari cari jam disekitar toko, what?! Sudah setengah sepuluh?? Cepat sekali waktu berjalan
Kangin: hei, Minsu sshi~~ jawab dulu dong pertanyaanku!!
Heechul oppa menarik tanganku menuju kasir, dan terpaksa aku mengatakannya sambil berteriak
Saya: maaf oppa~~!!! Aku tidak bisa menerimanyaaaaaaa
~~~~~~~~~~~~~
HAPPY BIRTHDAY KEY UMMAAAAAAAAA~~!!!!!
Kami semua yang turut hadir, memberikan kejutan untuk Umma. Kami sengaja pergi dari rumah untuk mempersiapkan segalanya, sementara Umma dirumah sendirian. Bahkan beberapa mata2 bilang *anak2 kost SuJj* Umma sempat menangis sebentar di dalam rumah, benar2 cengeng Ummaku
Umma: kalian semua jahat sama Ummaaaaaaaaaaaaaa… umma ditinggalkan dirumah sendiriaaaan~~ huhuhuhuhu
Kami semua tertawa, sementara Appa maju dan memberikan kue dengan penuh lilin diatasnya. Umma meniupnya dan kami semua bertepuk tangan
Sungmin: Saengil chukka hamnida Tante Key.. ini kado dari kami, Super Jjang
Jonghyun: ini dariku dan Wonhee. Kami mencarinya bersama
Taemin: kado ini buat Ummaku dari Hyunsu noona dan akuuuu~~
Minho: baju ini buat Umma dari aku dan Appa.
Umma: uwaaaaaaah gamsahabnida semuanya…. Aku benar2 terharu dengan surprise ini, kalian benar2 jahat. Ohohohohohoho tapi aku suka
Appa: hahahahaha maaf Yeobo.. ayo kita potong kuenya.
Taemin: eh, Minsu noona tidak memberikan kadonya?
Semua mata tertuju padaku. Omonaaaaaaaa, aku gugup sekali. Aku takut kado pemberianku jelek dan tidak berarti buat Umma
Heechul: kenapa diam saja? Ayo maju dan berikan
Oppa mendorongku pelan pelan kea rah Umma. Beliau yang begitu cantik tanpa make up pun wajahnya merona. Mungkin karena berdebar debar
Saya: eemmmm Umma, ini kadoku buat Umma. Semoga Umma suka, maaf ya kalau jelek..
Umma: apa yang kau katakan sih sayang… aku sudah cukup senang karena kau ikut berpartisipasi untuk mengejutkan Umma. Pokoknya aku senang sekali hari ini, sekali lagi gamsahabnida ya semua~~~
Kami semua bertepuk tangan lagi setelah Umma berbicara. Sungmin dan Eunhyuk oppa sangat gembira karena rencana yang kami jalankan sukses besar
Jonghyun: oke okeeeee sekarang ayo kita makan kuenyaaaaaaa
.....
Aku duduk di ruang tamu menjauh dari kerumunan yang masih berpesta dan membuat Bulgogi di halaman belakang. Aku cukup lelah, namun semuanya menyenangkan
Heechul: kau senang tidak hari ini?
Oppa menghampiriku dan duduk di sebelahku, upps lagi2 jantungku berdebar-debar
Saya: tentu saja, ini kan ulang tahun Umma ku
Heechul: dengan hal yang sudah kita lakukan hari ini?
Saya: hahahaha buat apa kau tanyakan lagi oppa? Tentu saja aku senang. Aku selalu senang menghabiskan waktu denganmu
Kami tertawa berdua, memandangi Eunhyuk oppa yang menari nari lucu di antara kerumunan, begitu juga Taemin
Heechul: beritahu aku dong, nama kucingnya~~
Saya: em……. Tapi oppa jangan marah ya. aku punya alasan menamai kucingnya dengan nama itu
Heechul: kenapa harus marah? Beritahu saja. Aku akan sangat siap mendengarnya
Oppa menaruh sebelah tangannya di leher sofa yang kusenderkan. Ia mulai mendekati wajahku lagi dengan wajah ingin tahu.
Saya: aku… menamainya Heemin, itu gabungan namaku dan nama oppa
Heechul: oh ya? lucu sekali~~ kenapa kau menggabungkan namaku dan namamu?
Jantungku berdebar debar semakin parah. Apa sudah saatnya aku jujur kepada perasaanku sendiri?
Saya: aku ingin….. suatu saat, entah kapan… menjadi seseorang yang kau panggil ‘Yeobo’… atau ‘Yeoja chingu’.. atau apalah.
Wajahku mulai panas dan memerah, apalagi Heechul oppa menatap dan mendengarkan setiap kata2ku dengan baik
Saya: karena…. Aku menyukai…….mu?
Heechul oppa tertawa sambil menutupi mulutnya. Sialan, kenapa aku ditertawai?? Kejadian barusan sudah hampir merenggut nyawaku tahu *lebay mode on*
Heechul: kau bisa membaca pikiran orang ya?
Saya: emm.. tidak kok. Memang kenapa? Apa hubungannya?
Oppa mendekati wajahku dan memegangi pipiku yang panas….
Heechul: karena, kamu pasti mengetahui isi hatiku.....
Saya: maksudnya bagaimana?
Heechul: sejak pertama menolongmu hingga sekarang, jantung ini selalu berdebar karenamu, Minsu..
Om mo naaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa, maksudnya… ia juga menyukaiku?
Heechul: semua hal yang kulakukan selama ini, semuanya karena…. Aku ingin selalu bersamamu.
Saya: op…. oppa? jadi….
Ia mulai mendekatkan wajahnya lagi, kini nafasnya mulai menyapu pipiku yang entah sudah berwarna seperti apa. Wangi menthol dari mulutnya pun menyeruak memasuki rongga hidungku, jantungku berdetak semakin keras
Heechul: aku tidak menyukaimu lagi…..
Eh??? Dia tidak bercanda kan? Ya Tuhan, apa selama ini harapan dan kesenangan ini hanya sesaat ya?
Mataku yang terpaku pada mata Heechul oppa mulai berkaca-kaca, dan mungkin ia mengetahuinya. Ia mengusap dan mencium kelopak mataku..
Heechul: hei, kok nangis sih?
Saya: jadi selama ini…… aku hanya berharap akan hal yang tidak pasti?
Heechul: eh? Bukaaaaaaan…. Maksudku tidak menyukaimu lagi itu, bukan membencimu.
Saya: terus kenapa? Jebaaaaaaal, kenapa sih oppa selalu membuatku…
Tanpa sadar, Heechul oppa mendekati wajahku lagi dengan mantap dan menempelkan bibirnya di bibirku. Jantungku rasanya mau meledak, ia menciumku lembut dan melepaskannya dalam waktu 5 menit
Heechul: aku tidak menyukaimu lagi Minsu…. Tapi aku sudah mencintaimu.
Astagaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa, Heechul oppa kurang ajar!!! Tadi membuatku menangis, lalu mengambil ciuman pertamaku, sekarang memberikanku kejutan seperti ini~~~ *marah, malu tapi seneng juga*
Aku tertawa sambil menutupi mulutku. Debaran jantungku kini sudah mulai mereda, aku malu sekali dengan ciuman yang tadi
Saya: hei, itu ciuman pertamaku oppa. Kembalikan kembalikan, hihihihi
Heechul: tidak mau weeeeeeek, kamu kan sudah resmi jadi Yeoja Chingu ku
Saya: hah, terus apa hubungannya?
Heechul: tidak ada, hehehehehe
Ia memeletkan lidahnya dan mencium keningku. Kami tertawa berdua disaat orang2 masih sibuk berpesta, menari dan bersenang-senang
Aku masih tidak percaya, karena semuanya berlalu bagaikan mimpi…
Heechul oppa dan aku resmi jadi pasangan kekasih.
Bersambung...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar