Jonghyun’s POV
Minsu: kau kekasihnya Wonhee kan?
Aku menghentikan push up yang sedang kulakukan, darimana dia tahu kalau kami berdua pacaran? Aku masih menatapinya dengan gugup
Saya: emm emmm.. apa harus ku jawab?
Minsu: ya.. jebal, jawab pertanyaanku oppa
Aku masih mencoba melanjutkan push up tanpa menghiraukan kata2nya. Aku pura2 tidak mendengar sekaligus ingin menunjukkan otot2ku yang seksi *apaan sih?*
Saya: tanya saja sama Wonhee nya.
Minsu: aku mau pertanyaanku dijawab oleh oppa, bukan oleh Wonhee-sshi
Sialan, nekad sekali sih anak ini? Dasar keras kepala~~
Saya: menurutmu bagaimana?
Minsu: sudah sih jawab saja~~!! Kenapa pakai mengalihkan pembicaraan seperti itu sih?
Saya: astaga... apa kau perlu tahu? Kenapa tidak mengurusi ujian akhir semester mu saja?
Minsu: astaga... aku hanya butuh kejujuranmu sedikiiiit saja, Wonhee teman baikku dan aku juga turut bergembira kalau dia bahagia
Aku diam saja memandangi adik perempuanku yang keras kepala ini, push up harian yang sedang aku jalani pun terhenti karena ia memaksaku untuk bicara yang sejujurnya. aku berdiri dan menjelaskan semuanya dengan baik
Saya: nanti saja kau lihat, di tempat les ku. Jam 5 sore
Minsu: hah? Apa2an sih jawaban..
Saya: sudah sudah keluar sana~~!! Kau mengganggu push up ku dan kau juga memaksaku mengatakan hal yang tidak ingin kukatakan.
Aku mendorong Minsu yang tinggi itu keluar kamarku secara paksa, tubuhnya yang kerempeng tak mungkin bisa mengalahkan otot2ku
Minsu: mwo?? Ya!!! Jawab dulu pertanyaanku oppa~~
Saya: aku tidak bisa menjawabnya sekarang, aku sibuk! Mianhaeeee~~!!!
Aku menutup dan mengunci kamarku secepat kilat. Fiuuuuuuh, rasanya lega sekali tidak perlu memberi tahu Minsu tentang masalah percintaanku, aku paling malu kalau masalah love story ku diketahui salah satu dari keluargaku.
Aku mencari-cari HP dan mencari nomor HP Yeoja Chingu-ku. Lalu kupencet tanda telpon...
Tuut tuuut tuuut
Suara: Yeoboseo, ada apa jagiya?
Saya: Wonhhe, kamu memberi tahu Minsu masalah hubungan kita?
Wonhee: tidak kok, memang kenapa?
Saya: sepertinya kok dia mengetahuinya ya?
Wonhee: ah, yang benar? Aku sih tidak apa2 kalau ada yang tahu. Tapi bagaimana denganmu?
Saya: aku... masih malu kalau semua orang tahu, apalagi keluargaku yeobo..
Wonhee: semuanya akan baik2 saja kalau mereka tahu, Chingu.
Saya: aku tahu, tapi tetap saja, hhhhhhh..... aku menyuruh Minsu untuk ke tempat les jam 5 sore, aku ingin memberitahunya secara tidak langsung
Wonhee: oke, tidak masalah jagiya.
Saya: baiklah, jangan lupa nanti les ya Yeobo. Saranghaeyo, muaaaaah
Aku menutup telpon dan melanjutkan Push up ku lagi, bagaimana aku bisa tenang kalau hubungan kami sudah diketahui oleh dongsaeng perempuanku yang serba curiga dan ingin tahu itu?
Entahlah, aku hanya pasrah. Mungkin saja karena Wonhee pacar pertamaku dan hubungan kami nyaris 3 bulan, jadi aku gugup sekali untuk memberi tahu status kami berdua..
.....
Taemin’s POV
Saya: hyung, kau tahu Choi Hyunsu noona?
Minho: tentu saja, dia kan teman baik Minsu. Ada apa?
Saya: apa kalian berdua juga dekat?
Minho: yah terkadang kami suka mengobrol sedikit kalau di kantin. Tapi jarang sekali, ada apa sih?
Aku menghela nafas sebentar, menghadapi fakta yang sangat membingungkan
Saya: beberapa bulan yang lalu ia sering menjemputku pulang dari les. Tapi sekarang ia tidak pernah menjemputku, ada apa ya?
Minho: mwo?? Kamu sering dijemputnya? Aku pikir itu kendaraan dari tempat les mu
Saya: bukan. Aku jadi bingung, apa salahku ya? Apa aku terlihat seperti memanfaatkannya? Jujur aku senang setiap kali ia menjemputku, kami sering mengobrol bahkan ia mengijinkanku tidur di mobilnya kalau aku kelelahan
Minho: mungkin dia sedang sibuk sehingga ia lebih memilih diantarkan oppa nya daripada menyetir sendiri. Kau menyukainya?
Tiba2 jantungku melejit dan mukaku mulai memanas. Apa perkataan Minho hyung tadi benar ya?
Saya: aku... tidak yakin hyung. Aku tidak yakin ini perasaan suka, cinta atau semacamnya
Minho: dasar kau ini, masih labil saja sudah suka noona2. apa kau yakin bisa membahagiakan mereka suatu saat nanti? Hahahahaha
Aku menggaruk garuk kepalaku bingung, wajahku mungkin sudah semerah tomat yang hampir busuk. Aku tidak pantas ya, kalau jadi pacarnya Hyunsu noona? Beda umur kami kan cuman 2 tahun
Mobil Minho hyung sudah berada di depan sekolahku, mengantri dengan mobil lain yang hendak menurunkan penumpang yang juga murid2 sekolahku
Minho: sudah jangan pikirkan dia, levelmu dengannya beda jauh. Dia suka dengan pria2 yang ada di majalah. Berwajah halus dan berbadan bagus seperti pualam, lupakan dia. Mengerti?
Saya: entahlah, dia terlalu imut dan cantik. Pautan umurku yang lebih muda darinya 2 tahun saja tidak terlihat.
Minho: mantan pacarnya banyak, sementara kau belum pernah pacaran. Kau bisa mengimbanginya? Banyak gadis di sekolah mu yang lebih cantik, cari saja..
Saya: suka2 aku dong hyuuuung. Weeeeeeeeeeeeek~~~
Aku keluar dari mobil dan segera melangkah pelan2 menuju ke kelas. Aku tidak ingin membuat kesalahan yang akan mengakibatkan para Jjang2 mengancamku lagi
Yeoja 1: hei cowok, tadi yang mengantarmu siapa? Minho atau Jonghyun oppa?
Aku diam saja. sepertinya mereka Jjang2 yang beberapa minggu ini sering menerorku
Yeoja 2: ya!! Kok diam saja?! Jawab dia babo!!
Ia mengambil buku2ku dan melemparkannya di depan mukaku, sakit sekali. Tapi untunglah aku tidak terluka
Yeoja 3: kau mau kami apakan supaya bicarakan? Jangan mentang2 kau eksis di sekolah ini ya, jadi kau sok diam seribu bhasa. Tidak usah munafik~~!!
Suara: hei kalian, Apa yang kalian lakukan?!
Yeoja 2: itu suara kepala sekolah, ayo kabur~~
Aku hanya bisa diam mengambil buku2ku sambil tetap menunduk. Aku sudah terbiasa dibeginikan, jadi aku hanya bisa diam menghadapi semuanya
Suara: hei Namja, kok kamu diam saja? Untung aku punya rekaman suara kepala sekolah untuk mengusir mereka
Aku menoleh ke arah suara itu, astaga..... Yeoja itu cantik sekali dengan gaya pakaiannya yang tomboy. Ia membantuku mengambilkan buku2ku yang terlempar jauh di belakang
Saya: gamsahabnida sudah menolongku. Kau, murid baru disini?
Yeoja: nee. Kau Lee Taemin ya? Aku banyak mendengar cerita tentangmu. Aku Emma, murid pindahan dari Inggris
Ia menjabat tanganku dengan lembut, senyumnya manis sekali...
Ommonaaaaaaaa, apa aku jatuh cinta padanya??
.....
Kibum’s POV
Ryeowook: sial, ujian yang terakhir susah sekali. Padahal aku belajar semalaman
Saya: lumayan sih, aku juga belajar semalaman dan bisa mengerjakannya
Ryeowook: ah, kau kan memang pintar Kibum
Saya: kau juga pintar, mungkin saja kamu terlalu gugup saat mengerjakan nya
Ryeowook: hhhhhhhh mungkin saja. Ayo kita pulang
Aku dan Ryeowook pulang naik bis. Dia adalah seorang pribadi yang hangat dan menyenangkan kalau diajak berbincang, dulu dia setingkat dibawahku, tapi sekarang kami sejajar.
Saya: bagaimana dengan kost2an mu?
Ryeowook: sudah hampir 2 tahun aku ngekos disana, penghuni kost Super Jjang orangnya asik2 dan mereka selalu membantu satu sama lain apabila ada yang kesusahan. Aku mencintai mereka semua
Saya: ooooooooh, minggu lalu kost2an ramai sekali. Kudengar Minsu-ah memasakkan kalian sesuatu ya?
Ryeowook: nee. Dia memasak telur yang dicampur mie istan, enak sekali loh. Mungkin kau harus meminta dia memasakkannya untukmu
Bus kami tiba di depan komplek, kami berjalan kira-kira 5 meter untuk mencapai rumah kami masing2. dari jarak beberapa meter, kulihat ada seorang Yeoja yang sedang kebingungan sambil mengutak atik Hpnya
Ryeowook: Hyunsu-ah.. kan?
Yeoja it menengok. Astagaaaaaaaaaaaaaa, rambut hitam arang pendeknya bagaikan melambai ke arahku, rok ramplenya seakan menari untukku. Yeoja ini turun dari surga kah?? *lebay mode on*
Saya: Mian, nama Yeoja ini siapa? Yang tadi kau ucapkan...
Ryeowook: namanya Choi Hyunsu, Kibum-ah...
Hyunsu: ah, temannya Wookie oppa ya? Kenalkan….. Choi Hyunsu ibnida
Ia menunduk dalam2. sekali lagi rambut hitam arangnya ikut turun kebawah seperti serangkaian tirai kamar yang tertutup dan terbuka *makin ngawur khayalannya*
Saya: rambutmu… indah sekali
Hyunsu: mian? Maaf aku tidak dengar perkataanmu barusan Namja
Aku terkesiap, apa yang kukatakan tadi? Aku hanya bisa menutup mulutku sementara Ryeowook menatapku dengan ekspresi bingung
Kibum: ah bukan apa-apa, maaf aku tadi sedang bengong. Kau kelihatan bingung, ada apa?
Hyunsu: aku lupa jalan keluar dari komplek ini. biasanya aku lewat jalan belakang dengan mobil, tapi sekarang aku jalan kaki dan jalan belakangnya ditutup. Wookie oppa, antarkan aku yaa??
Ryeowook menatapku dengan wajah yang lemas, sepertinya dia sudah kelelahan karena berjalan jauh dari depan komplek. Sepertinya ini kesempatan yang bagus
Saya: bagaimana kalu aku saja yang antar? Ryeo-ah tidak kuat berjalan jauh, ia pasti sangat kelelahan kalau bolak-balik
Ryeowook: iya betul, lihat peluhku~~ rasanya pertengahan musim gugur ini geraaah, aku tidak kuat~~
Hyunsu: oooh begitu? Yasudah, aku minta diantarkan Ki.. Kibum oppa saja kan ya?
Saya: em manggilnya Kibum-sshi saja tidak apa2 kan?
Hyunsu: oh, nee.... Kibum-sshi
Kami berjalan menuju ke depan komplek, rasanya hati berdebar tidak karuan. Padahal kemarin malam aku tidak bisa mimpi indah karena Kangin hyung memukul mukul tembok karena kesal. Tapi hari ini aku berjalan dengan Yeoja manis yang entah darimana asalnya. Senangnya dalam hati la la la la la~~~ *nyanyi nyanyi*
.....
Wonhee’s POV
Hatyiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiim~~~
Appa: Wonhee, kamu terserang flu?
Saya: mungkin saja, tapi aku merasa baik2 saja
Appa: atau hari ini kau tidak usah les dulu?
Saya: tidak bisa Appa, aku tidak mau absen satu kali pun dari les gitar. Aku benar2 serius ingin mendalami gitar
Appa: ah bilang saja kau ingin bertemu pacarmu. Ya kan?
Saya: ah Appa-sshiiiii~~ aku serius… meskipun dia satu tempat les denganku, kami jarang bertemu karena waktu belajar kami berbeda
Appa: oh ya? Memang dia les apa? Bukan gitar?
Saya: bukan, dia les vocal. Suaranya sangat indah loh Appa, kau harus menyuruhnya bernyanyi di depanmu suatu saat nanti
Appa tertawa sambil tetap membaca korannya, aku menyiapkan gitar kesayanganku di ruang tamu agar saat Jonghyun sudah datang, aku bisa segera pergi
Suara: sillyehabnida~~
Aku segera membuka pintu depan, ternyata Jonghyun sudah di depan pagar
Saya: tunggu sebentar jagiya, aku pamit dulu sama Appa
Aku segera mengambil barang2 untuk pergi les dan mencium tangan Appa
Appa: kalau mau pulang malam, telpon dulu kerumah. Dan jangan mendadak, kalau tidak begitu aku tidak akan membukakan pintu pagar untukmu.
Saya: nee Appa, aku berangkat dulu
Aku segera masuk ke dalam mobil Jonghyun yang besar dan luas untuk kami berdua. Semua barang ku taruh di bangku belakang
Jonghyun: kamu mengerti kan apa yang harus kau lakukan kalau Minsu nanti datang kesana?
Saya: mengakuinya?
Jonghyun: hhhhhhhhhhhh ya, mengakuinya. Sumpah ini adalah hal terberat yang harus kulewati
Saya: jangan berlebihan Jagiya, Minsu tidak akan mengomelimu kalau kita pacaran. Bahkan ia akan merasa bahagia, dengar2 dia juga baru jadian kan?
Jonghyun: yee. Dengan Heechul hyung. Aku tidak mengerti kenapa Minsu menyukai Ahjusshi macam dia.
Saya: hei Ahjusshi? Kenapa kamu menyebutnya seperti itu?
Jonghyun: umurnya nyaris 30 yeobo. Beda umur mereka 10 tahun, kriminal kan?
Saya: ya Tuhan, kalau Minsu-sshi memang mencintainya dan Heechul oppa juga sebaliknya, kenapa tidak? Umur itu tidak menjamin awet atau tidaknya hubung.. hatsyiiiiiiiiiiiiiiiii
Jonghyun: aigo, kamu flu yeobo?
Aku mengeluarkan masker dari kantong bajuku dan menutup hidung maupun mulutku sambil mengangguk ke arah Jonghyun. Kami sudah sampai di parkiran tempat les, Jonghyun mematikan mesin namun tidak keluar dari mobil
Jonghyun: kenapa kamu memaksakan diri untuk les?
Saya: tidak apa2, aku memetik gitar bukan dengan suaraku
Jonghyun: mwo? Aku tidak paham kata2mu, buka dong maskernya
Aku membuka masker dengan susah payah dan mencoba mengulang kata2ku barusan
Saya: aku memetik gitar bukan dengan suaraku, jadi tidak apa2..
Jonghyun mendekatiku dan merapihkan rambutku, hatiku berdesir desir sedikit
Jonghyun: tapi aku suka suaramu. dan aku selalu berdoa supaya kesehatanmu terjaga, yeobo
Ia memejamkan matanya dan pelan2 mendekati wajahku, bibir kami bertemu dan ia mendorong bibirnya ke bibirku cukup dalam
Oh my god, rasanya aku mau bersin~~!!
Aku langsung mendorongnya cepat, sepertinya ia akan memprotesiku
Jonghyun: yeobo, kenapa kau…..
Saya: hatsyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyiih
Ia memandangiku dengan wajah yang bingung, heran, sekaligus ingin tertawa.
Jonghyun: aigo, sepertinya minggu depan aku akan terserang demam.
Ia tertawa dan mengelus elus pipiku yang merona karena malu, lalukami tertawa bersama..
.....
Minsu’s POV
Heechul: Jagiya, kamu jadi kuantarkan ke tempat les Jonghyun?
Saya: nee oppa. Mau berangkat jam berapa kita?
Heechul: kamu maunya jam berapa?
Saya: Jonghyun bilang aku harus kesana jam 5, sampai tidak ya?
Heechul: nanti aku ngebut, tenang saja
Saya: tapi tetap waspada ya…
Heechul: tentu saja, lady-ku tidak boleh sedikitpun tergores. Kan dia sedang menyelesaikan ujian akhirnya, untuk mengejarku
Saya: mengejarmu bagaimana?
Heechul: kamu harus menyelesaikan kuliah mu dan mencari kerja, sesudah itu nanti aku akan melamarmu.
Wajahku memerah mendengar pernyataan dari Heechul oppa, ia yang sedang tiduran di pangkuanku langsung beranjak dan mengelus elus kepalaku
Heechul: hahaha, aku hanya bercanda~~
Aku mengangguk sambil berusaha menenangkan hatiku lagi. Kulihat jam, astaga.. sudah jam 4.
Saya: tempat ini sangat bagus dan romantis, tapi kita harus segera pergi. sudah jam 4 sore
Heechul: sebenarnya apa sih maksud Jonghyun menyuruhmu kesana? Ia akan mengumumkan jadian mereka yang sudah 3 bulan itu?
Saya: mungkin saja, aku juga sudah menyiapkan sesuatu untuk mereka, nih...
Aku menunjukkan bungkusan besar yang empuk ke arah Heechul oppa, ia hanya memegangi dengan wajah heran
Heechul: apa ini? Hadiah perkawinan?
Saya: sudahlah, nanti liat saja. Ayo kita jalan..
Ia membantuku bangkit dari padang rumput yang hijau dan nyaman dan mengajakku ke motornya. Aku akan menjalankan misiku..
Kami sampai di tempat les mereka berdua, aku melihat mobilk Jonghyun masih terparkir disana. Fiuuuuuuh untung dia belum pulang
Heechul: dia pulang jam berapa?
Saya: jam setengah 6 mungkin. Kita tunggu saja..
Beberapa menit kemudian, Jonghyun keluar dari gedung dan mencari-cari seseorang, sepertinya ia mencariku
Saya: YA~! Aku disini oppa
Aku melambaikan tangan ke arah nya, ia segera menyadari nya dan berjalan menghampiriku
Jonghyun: hei, sudah lama? Annyeong Heechul hyung
Heechul: annyeong, belum kok. Kami baru saja datang, oh iya... ada sesuatu yang ingin kau beritahu ke Minsu? Kok tumben kau menyuruhnya kesini?
Saya: jagiya, jangan berkata seperti itu ke oppa-ku..
Heechul: loh memang kenyataan kok, Kyuhyun sendiri yang bilang Jonghyun akan sangat marah kalau ada seorang keluarganya yang tahu kalau dia....
Jonghyun: hyung, tolong hentikan ucapanmu yang memojokkan ku itu. Hahahahaha
Aku menyikut rusuk Heechul oppa, kenapa sih dia bersikap tidak sopan? Biarpun ia lebih muda dari Heechul oppa, tapi kan dia tetap oppaku..
Jonghyun: aku hanya ingin mengaku pada Minsu, Wonhee~~??? Yeobo?? Sini sini
Sesuai dugaanku, Wonhee menampakkan dirinya dan berpegangan tangan dengan Jonghyun, jarak mereka begitu rapat. Tidak seperti aku dan Heechul oppa *kan bukan mukhrim* *alah*
Wonhee: Minsu-sshi, bukan maksudku menyembunyikan ini semua. Oppa yang menyuruhku untuk tetap diam dan jangan memberi tahu siapa2. Maafkan aku kalau ini semua merusak persahabatan kita. Tapi sungguh aku tidak bermaksud Minsu~~~ Mianhae...
Mata Wonhee berkaca kaca, bersiap-siap untuk mngeluarkan airmata. Tapi tiba2 Heechul oppa tertawa begitu keras
Heechul: puahahahahahahahhahahahahaha~~~
Aku tidak bisa menahan tawaku dan aku juga ikut tertawa. Kami tertawa seperti orang kecanduan obat. Jonghyun dan Wonhee masih terdiam di tempat dengan wajah bingung..
Jonghyun: hei... apa yang lucu?
Heechul: kami sudah tahu sejak bulan lalu, dongsaeng~~~ kami memergokimu popo di pantai saat Umma Key ulang tahun. Hihihihihihi
Wajah mereka berdua memerah seperti kepiting rebus, hahahaha dasar pasangan yang lucu
Saya: selamat hari jadian yang ke 3 bulan ya. Ini untuk kalian dari aku..
Aku memberikan bungkusan besar kepada Wonhee dan ia membukanya pelan2. Heechul oppa menunggu dengan rasa penasaran.
Wonhee: omonaa..... kaus couple? Gomawo Minsu-sshi... sampai kapanpun kau tetap jadi sahabat terbaikku
Cewek kesayangan Jonghyun itu memelukku sambil menangis tersedu-sedu. Aku tidak mungkin marah padanya, Wonhee adalah sahabat yang tidak pernah mengkhianati temannya. Aku selalu percaya dengan apa yang ia lakukan
Heechul: kau hanya mau jadi sahabat Jagiya ku saja? Bukan jadi kakak iparnya?
Jonghyun: hahahaha, perkataan hyung benar benar..... ha... ha.... hatsyiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii~~
Kami terdiam sebentar lalu tawa kami meledak lagi, Wonhee memeluk Jonghyun dengan suka ria sementara aku kembali bersender di badan Heechul oppa sembari ia menaruh lengannya di pundakku
Hemmmmmmm semoga saja hubungan kami seakrab mereka, secepatnya....
Bersambung..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar