Minggu, 03 Oktober 2010

SuSHINee Fanfict Part 11

(sekarang saya coba2 pake POV. Supaya ga bosen. Hehe)

~~~

Heechul’s POV

Sungmin: syukurlah hyung, kalau dia sudah jadi kekasihmu…
Aku menggaruk kepalaku kencang2. Entah kenapa, Sungmin malam ini ke kamarku dan Kyuhyun. Kami mengobrol sebentar sementara si Gamekyu sudah tidur. Dengkurannya keras sekali, lebih keras dari yang biasanya
Saya: aku juga tidak mengerti darimana keberanianku berasal. Tiba2 aku menciumnya begitu saja, di bibir lagi…. Aku pikir ia akan menolaknya. Omooooooooo, aku jadi berdebar-debar kalau mengingatnya
Sungmin: ya Tuhan hyung, jangan bilang kau belum pernah berpacaran
Saya: sudah kok, enak saja…… Minsu itu pacarku yang ke sepuluh. Aku kan banyak yang suka dimana mana *narsis*
Sungmin: hahahahahahahahaha……. Kupikir hyung tidak akan segan2 untuk melakukan… cium sayang itu?
Saya: dia itu tidak bisa ditebak, Minnie. Kadang2 sedingin es, terkadang cengeng sekali, terkadang dewasa, terkadang kekanak2an. Berubah ubah sekali, tapi tidak setiap menit
Sungmin: tantangan sekali ya bisa menyatakan perasaanmu padanya
Saya: dia yang menyatakannya duluan
Sungmin: ah, yang benar saja? Tidak mungkin Yeoja seperti dia mau melakukannya, dia kan orangnya gengsian
Saya: awalnya dari kucing yang kusuruh kau berikan padanya itu. Dia menamainya dengan nama yang bagus dan bermakna, haha
Sungmin: memangnya kucing itu dia beri nama apa?
Saya: dia menamainya Heemin. Itu nama gabungan antara kami, ternyata dia juga menyukaiku. Hehehe
Sungmin: aigooooooooooooo, hyung beruntung sekali~~
Tiba2 Kyuhyun seperti tersentak dari tidurnya, ia terbatuk batuk sebentar dan mengganti posisi tidurnya. Kami terkejut sekali. Kami pikir Kyuhyun terbangun karena kami berisik
Sungmin: astaga, Kyu saeng kenapa tuh?
Saya: mungkin dia tersedak liurnya. Lihat bantalnya, agak basah kan?
Sungmin tertawa lucu sambil menutup mulutnya, begitu juga aku. Kami tertawa bersama, namun tawanya lebih keras dan suaranya lucu sekali seperti perempuan
Saya: sudah jam setengah dua nih. Besok aku harus mengantarnya ke kampus pagi sekali, maaf ya bukan maksudku mengusirmu.
Sungmin: tidak apa-apa hyung, besok aku juga harus bangun pagi. Mengerjakan skripsi, hehehe
Ia keluar dari kamarku dan saat pintu tertutup, Kyuhyun beringsut ingsut lagi. Ia mengigau cukup lama
Kyuhyun: Shiwon hyung, ooooooh apa kabarmu? Aku nyam nyam….. aku kangen…. Nyam nyam….. adikmu yang…… cantik..
Astaga~~~~ tumben sekali dia mengigau seperti itu. Aku jadi sedikit takut kalau-kalau ia mengigau lagi besok malam..
Apa aku harus minta ganti kamar ya ke Pak Hankyung?

.....

Hyunsu’s POV

Shiwon: kau sudah siap?
Hah? Shiwon mengantarku lagi? Ada yang salah dengan sifatnya akhir2 ini..
Aku mengangguk bingung dan berjalan menuju mobil. Aku duduk di sebelah kursi sopir yang diduduki Shiwon, lalu pelan2 mobil keluar dari rumah dan menuju ke kampusku
Saya: aku punya beberapa pertanyaan oppa
Shiwon: aku akan menjawabnya satu2
Saya: kok sekarang oppa sering sekali sih mengantarku?
Ia memelototkan matanya dengan ekspresi bingung, namun mencoba untuk tenang kembali sambil menatap jalan lurus2
Saya: ya~~ jawab pertanyaanku
Shiwon: apa aku harus jujur? Oppa tidak ingin mendengar omelan panjang dari dongsaengnya
Aku mendengus. Kenapa sih Shiwon selalu menjawab hal seperti itu dengan bahasanya yang formal dan terdengar sombong itu? Ketularan Umma kali ya?
Saya: jawab saja sih seperlunya.
Shiwon: beberapa orang bilang akhir2 ini kamu sering menjemput anak SMA berjenis kelamin laki-laki. Umma khawatir kamu diapa-apakan olehnya
Saya: omonaaaaaaaaaa, itu Taemin. Dongsaeng nya Minsu-sshi. Kenapa sih Umma selalu khawatir berlebihan?
Shiwon: entahlah, aku hanya menjalankan tugasnya. Nah, kita sudah sampai… kau mau dijemput jam berapa?
Saya: aku mau kerumah Minsu. Nanti antarkan kesana ya?
Shiwon mengangguk dan aku mencium pipinya tanda terima kasih sudah diantarkan. Saat aku keluar dari mobil, Minsu juga baru sampai dan ia membuka helm nya. Seperti biasa, ia diantar Heechul oppa
Saya: Minsu-sshiiiiiiiiiiiiiiiiiii~~
Minsu menengok kearahku dengan wajah yang gembira. Ia turun dari motor Heechul oppa dan kami saling menghampiri.
Minsu: Hyunsu-sshi~~~ senangnya bisa bertemu. Kita satu kelas kan di jam pertama? Oh iya, kau jadi ke rumahku?
Saya: iya. Nanti ku kabari yang masalah kerumahmu, tapi nanti kita ke kelas sama2 ya. oh~~! Annyeong haseo Heechul oppa
Aku menyapa Heechul oppa yang masih memakai kacamatanya, lalu Minsu menghampirinya
Minsu: aku pulang jam setengah 12. Bisa jemput?
Heechul: Iya, ku usahakan Jagiya..
Aku terkejut sekali melihat Heechul oppa mencium pipinya lembut dan segera berlalu pergi. Biasanya Minsu tidak mau dicium laki-laki yang bukan saudaranya??
Saya: Minsu-sshi? Ada apa denganmu? Kok kamu tadi tidak menolak ciuman di pipimu?
Minsu: emmm, kenapa aku harus menolaknya? Hehehehe
Aku tidak mengerti, mana wajahnya juga bersemu merah sekali?! Ada apa dengannya?
Saya: em…. Heechul oppa sudah tahu perasaanmu?
Minsu: ahahahahahaha, bahkan aku sudah menjadi Yeoja chingu nya~~
Aku menutup mulutku speechless.. astaga~~~ mereka sudah jadian???


~~~~~~~~~~~~~


Kyuhyun’s POV

Aku memandangi jam tanganku, jam 4 pas. Kenapa cuacanya panas sekali? Peluh ku rasanya tidak berhenti mengucur
Leeteuk: Kyuhyun, dangsin gwaenchanh-a? mukamu pucat dan berkeringat
Saya: tidak apa2, Ahjumma. Aku hanya kepanasan saja
Leeteuk: Mau kubuatkan sesuatu yang dingin?
Saya: aku mau jus jeruk saja Ahjumma, pakai es.
Bu Teuki mengangguk dan segera pergi ke dapur dengan langkah langkah imutnya *yaks najis* beberapa menit kemudian, Ryeowook hyung masuk dari pintu utama
Ryeowook: na wass-eo
Saya: hwan-yeong hyung. Bagaimana kuliahnya?
Ryeowook: aku sedang ulangan, merepotkan sekali… rasanya kepalaku mau pecah
Ryeowook hyung duduk disebelahku tepat saat Bu Teuki menyajikan jus jeruk di hadapanku
Leeteuk: silahkan nak Kyuhyun~~ Ibu membuatnya dengan sepenuh hati loh *padahal itu sirop*
Saya: gamsahabnida Ahjumma, hemmmmmm jus nya enak sekali
Ryeowook: wah Ahjumma, kok aku tidak dibikinkan sih? Ahjumma curaaaaaaang~~
Leeteuk: aigoooo Wookie, aku capek sekali dari tadi mengurusi kamar2 kalian yang berantakan dan sangat laki2 *baca= jorok*
Ryeowook: huuuuuh, pokoknya bikinkan aku juga~~~
Leeteuk: bagaimana kalau kau bantu aku membuatnya.?
Mereka pergi berdua ke dapur, sementara aku keluar dari rumah sesuadah menyesap jus jeruk bikinan Bu Teuki. Aku harus olahraga jam 5 nanti, supaya badanku seperti Eunhyuk oppa, hehehehe
Suara: permisiiiiiii~~ Minsu-sshi nya adaaaaa?
Aku melihat gadis mungil berambut sepundak dengan warna sehitam arang memanggil manggil Minsu dari pintu pagar. Dari mobil hitam dibelakangnya, keluar laki2 kekar dengan wajah yang sepertinya ku kenal.
Namja: Minsu nya ada tidak? Sudah di telpon?
Yeoja: aku tadi sudah bilang padanya oppa. Oh………. Namja, Minsu nya sudah pulang be…. Eh? Namja kan…?
Gadis mungil itu hendak bertanya kepadaku dan kalimatnya terhenti saat menatapku, ia menutup wajahnya.
Namja: eh, bukannya kau Cho Kyuhyun yang dulu tinggal di sebelah rumah kami ya?
Saya: eh….. Shiwon hyung?
Namja itu langsung menghampiriku yang keluar dari rumah, kami berpelukan dan bersalaman
Shiwon: ya tuhaaaaaan, kau jadi bertambah tinggi dan tambah ganteng sesudah pindah dari sebelah rumahku, hehehehe
Saya: hyung juga demikian, badannya semakin kekar. Hahahaha
Shiwon: hahaha kau bisa saja. Oh iya, masih ingat adikku Hyunsu?
Aku menatap Yeoja yang namanya Hyunsu itu, oh ya.. dia salah satu teman kampus Minsu. Aku baru ingat kalau dia teman bermainku waktu kecil, apalagi kemarin malam ia masuk ke dalam mimpiku. Apakah ini Déjà vu?
Hyunsu: apa kabar Kyuhyun…. Oppa?
Ia menjabat tanganku dengan wajah yang tersipu. Aigooooo manis sekali senyumnya~~
Saya: kabarku baik, Hyunsu.. sudah lama ya sejak yang waktu itu?

.....

Minsu’s POV

Eunhyuk: yeeeeeeeeeeeeeeeee traktir traktir~~ masak masaaaaak~~ Minsu-sshi harus masak dirumah kami!!
Aku menundukkan kepalaku malu sekali. Semua oppa termasuk Shiwon oppa bersorak sorak memintaku untuk masak dirumah Bu Teukie. Sementara beliau hanya tersenyum senyum mendukung semua oppa
Leeteuk: untuk masa depanmu nanti Minsu-sshi~ biarkan pacarmu mencicipi masakanmu
Saya: aaaaaaaaah Ahjumma Teukie~~ aku malu~~~~~
Hyunsu: kenapa harus malu sih Minsu-sshi? Kamu kan memang pintar masak, ayolaaaaaah. Masak masak masak~~
Seluruh isi rumah Bu Leeteuk bersorak sorak lagi, apalagi ditambah dengan kehadiran Shiwon oppa dan Hyunsu yang melepas kangen dengan Kyuhyun oppa yang ternyata tetangga mereka waktu kecil.
Cklek~~ pintu depan dibuka, Pak Hankyung masuk ke dalam dan semua oppa langsung menghentikan sorakannya.
Hankyung: na wass-eo, ada apa nih? Kok pada ribut sekali? Sampai terdengar dari pintu pagar loh
Yesung: Minsu-sshi sekarang berpacaran dengan Heechul hyung, oppa…
Shindong: jadi kami minta traktir Minsu dengan cara menyuruhnya memasakkan makanan untuk kami.
Pak Hankyung terdiam sebentar, aku berharap Ahjusshi menolaknya dan menyuruhku pulang atau apa kek gitu, yang penting jangan masaaaaaaak~~
Hankyung: nee, ide bagus. Kebetulan aku juga sedang lapar.
Semua orang disana bersorak sorai lagi, aku hanya memegangi kepala dan telingaku yang mulai berdenging mendengar kehebohan ini. Aduh, dimana Heechul oppa? Kenapa ia tidak membelaku siiiih~~?? *cry* *cry*

Akhirnya aku membuat dalgyal gugsu (telur dadar dicampur mie rebus) untuk mereka semua, dapur Bu Teukie sangat bersih dan jauh dari yang namanya binatang jorok seperti kecoa dan tikus.

Heechul: Jagiya, kamu benar2 memasak untuk mereka?
Ia menghampiriku di dapur dengan muka yang mengantuk dan kusut, sepertinya ia baru bangun tidur. Ah.. dia memang selalu terlambat dalam masalah apapun kecuali menjemputku *cieeeeee*
Saya: iya. Kamu tidur dimana sih? Kamu tidak mendengar sorakan2 di ruang tamu? Itu kan berisik sekali
Heechul: aku tidur nyenyak sekali, tadi malam aku tidak bisa tidur karena Kyu mendengkur keras sekali, selain itu juga… karena kejadian beberapa jam sebelumnya
Jantungku berdebar debar lagi karena perkataannya, ia juga merangkulku dari belakang dan menaruh kepalanya di leherku. Aigooooooooooo aku belum terbiasa dengan situasi seperti ini!@#$@!~
Saya: op…. oppa, bagaimana kalau kamu membantuku memasak saja. Aku.. tidak bisa berpikir karena.. Kamu mendengus di leherku.
Ia langsung melepaskan pelukannya dan terkikik di ujung dapur. Jantungku berdetak lagi dengan normal
Heechul: kamu bilang itu mendengus? Aku hanya memelukmu dan bernafas seperti biasa, yeobo
Aku menaruh masakan yang sudah jadi ke piring besar sambil melengos memandanginya yang masih di pojok dapur
Saya: tapi oppa membuatku berdebar…. Debar
Heechul oppa mendekatiku lagi dan memegangi kedua pipiku, detak jantungku kacau lagi..
Heechul: aku suka melihatmu yang berdebar-debar dengan wajah yang memerah, Jagiya..
Ia maju dan membungkam bibirku dengan bibirnya yang lembut, lalu mencium kelopak mataku sambil cengar cengir. Astaga…. Rasanya aku mau mati saja karena debaran jantungku tidak berhenti2..

.....

Kangin’s POV

Kibum: kau menyukai si Minsu itu, hyung?
Saya: iya.
Kibum: kok aku tidak pernah tahu ya?
Aku mendengus mendengar dongsaengku yang dari tadi menanyakan pertanyaan cuek nya, sifatnya yang cuek sangat menggangguku.
Saya: kau ini benar2 mendengarkan ceritaku tidak sih?
Kibum: iya kok, cuman hyung tidak pernah mengeluarkan tanda2 kalau hyung menyukainya.
Saya: memangnya iya? Aku memanggilnya manis, cantik dan sebagainya. Kamu bilang itu apa hah?
Kibum: panggilan akrab
Astaga~~ kenapa dongsaengku yang cuek ini bisa bisanya punya mantan pacar yang lebih banyak dariku dan semuanya cantik2? Dan mereka mau2 saja diputuskan olehnya karena alasan sibuk kuliah. Mereka itu bodoh atau termakan oleh pesonanya?
Saya: aku memanggilnya itu karena aku menyukainya tahu!
Kibum: kenapa hyung bisa suka cewek kurus seperti dia?
Saya: hemmmmmh, entahlah. Mungkin karena wajah juteknya. Walaupun dia marah2 dan kasar padaku, tapi dia tetap terlihat manis.
Kibum: memang sih dia baik, tapi… aku heran saja, ini baru pertama kalinya hyung ditolak kan?
Saya: mwo?? Sialan kau Kibum, rasakan nih pitinganku!
Kibum hanya tertawa tawa sambil menahan pitinganku dengan kepalan tangannya yang kuat, kami selalu melewatkan malam dengan mengobrol di depan rumah. Apalagi rumah yang sekarang diisi dengan pemandangan gunung yang beribu ribu kilometer jauhnya. Puncak gunungnya bisa kami lihat dari sini
Kibum: hem? Kost SuJj ramai sekali, apa mereka sedang berpesta ya?
Aku melihat kea rah rumah Bu Leeteuk. Beberapa orang keluar mengantar sepasang Namja Yeoja yang wajahnya mirip ke mobil mereka, lalu kulihat Minsu keluar bersama dengan seseorang berparas cantik dengan tubuh yang besar dan rambut berwarna coklat terang.
Saya: siapa wanita itu? Dia akrab sekali dengan Minsu-ah
Kibum: dia bukan wanita, dia pria.. namanya Kim Heechul, guru bimbel di dekat sini. Dia mengajar bahasa Inggris
Saya: kau bisa tahu dari mana? Hem.. ternyata diam2 kau sudah akrab dengan tetangga2 disini
Kibum: Ryeowook yang tinggal disitu kan teman kampusku, katanya sih mereka tadi meminta Minsu-ah memasakkan sesuatu untuk mereka
Saya: kenapa begitu? Memang masakannya enak?
Kibum: mereka memintanya dalam rangka Heechul hyung yang resmi jadi pacar…
Saat Kibum menjelaskan semuanya, kulihat Minsu dan laki2 itu berpelukan di depan pagar rumah Minsu. WHAT THE HELL?!@#$$%
Saya: apa2an itu?! Buat apa Yeoja ku *ngarep bgt* berpelukan dengan banci itu?!
Kibum: heeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeh, pasti hyung tidak mendengarkan penjelasanku yang tadi.
Saya: oh, Mian… memang kau tadi bilang apa?
Kibum: Minsu memasak untuk mereka dalam rangka hari jadian mereka kemarin, Heechul hyung dan Minsu berpacaran.
Aku masuk ke dalam rumah dengan gusar dan marah. Kemarin kan aku yang menyatakan, kenapa malah si banci itu yang diterima?!?!?!
Sial, aku cemburu dan marah sekali~~!! Aku harus merebut hati Minsu, harus!!

Bersambung..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar