Senin, 18 Oktober 2010

SuSHINee Fanfict Part 14

Ahjusshi Hankyung’s POV

Saya: kamu mau keluar dari kost ini?
Sungmin: niatnya sih begitu, Ahjusshi. Tapi…… aku tidak bisa melakukannya.
Saya: kenapa? Kami tidak memaksamu untuk tetap tinggal disini, itu murni keputusanmu.
Sungmin: Super Jjang sudah jadi bagian dari kehidupanku, aku tidak bisa meninggalkannya begitu saja.
Saya: tapi kau tidak boleh egois Namja, Appamu sakit keras di rumah. Paling tidak kau harus menjenguk dan menemaninya dalam waktu yang lama.
Sungmin menundukkan wajahnya dan naik ke lantai atas. aku tahu perasaannya yang bingung harus memilih siapa, lagipula Sungmin juga sudah kuanggap anakku sendiri. Semua anak Super Jjang adalah anak2ku.
Leeteuk: Yeobo, ada apa dengan Sungmin?
Saya: dia ingin keluar dari rumah ini, Appanya sakit keras dan dia harus tinggal dirumahnya lagi.
Semua anak2 yang berada di dalam kamar langsung keluar dan turun kebawah, beberapa anak2 ke kamar Sungmin, mungkin untuk menenangkannya
Yesung: Appa, Sungmin mau pergi dari sini?
Ryeowook: benarkah Ahjusshi? Kabar tadi benar2 mencengangkan kami
Kyuhyun: memangnya ada apa sih? Aku tadi hanya mendengar sedikit dari kamar..
Oh… ternyata anak2 ini menguping dari kamar mereka, hebat sekali pendengaran mereka
Saya: Appa nya sakit keras, dia harus kembali ke rumah dan menemani Appanya sampai sembuh
Yesung: eh? Tapi rumah Sungmin itu di KyungGi. jauh sekali dari sini, mungkin dia tidak akan bisa kembali lagi kesini.
Aku hanya bisa menghela napas dan memutuskan yang terbaik untuknya.
Saya: tidak apa2. kalau itu pilihannya, aku akan merelakannya

.....

2 hari kemudian

Tok tok tok…
Ryeowook: nee…. Siapa disana?
Saat pintu dibuka, terlihat laki2 berumur 24 tahun berwajah sederhana. Itu Donghae, sepupu Sungmin
Donghae: aku mau menjemput sepupuku, dia sudah siap?
Sungmin: nee. Aku sudah siap, tapi beri aku beberapa menit saja
Ia keluar dari kamar singgahnya, dan turun dari lantai 2. Heechul yang dari tadi menemaninya berkemas menghampiri Donghae
Heechul: kau yakin ia tidak bisa kembali kesini? Sungminnnie sudah jadi saudara kami.. kami tidak bisa melupakannya begitu saja.
Donghae: maaf Namja, ini keputusan dari Appa nya Sungmin hyung.
Sungmin memeluk semua orang termasuk Teuki, ia menangis sesenggukan disusul dengan mata Sungmin yang berkaca kaca.
Heechul: mau kutitipkan salam buat Minsu?
Ia mengangguk lemah dan menghampiriku, lalu memelukku sambil mulai sesenggukan
Sungmin: Ahjusshi, aku pasti kangen sekali sama Super Jjang. Tapi aku yakin aku pasti kembali, tapi entah kapan…
Aku mengangguk dengan mata berkaca-kaca. Hari ini Super Jjang kehilangan salah satu penghuninya

~~~~~

Ryeowook’s POV

Saya: sillyehabnida, Minsu-sshi~~
Di hari minggu ini, aku sengaja bermain kerumah Minsu yang menurut orang2 sih, besar, luas dan nyaman. Aku belum pernah masuk ke dalamnya, jadi aku mau melakukannya hari ini
Minsu: oh, Wookie oppa. Ayo masuk…
Minsu membukakan pintu gerbang dan mengajakku masuk ke dalam rumahnya
Saya: mian, aku tidak membawa makanan atau hal semacamnya.
Minsu: tidak apa2. Kok tumben oppa kesini?
Saya: hanya ingin bermain saja, dirumah sepi. Apalagi tanpa Sungmin hyung, hhhhhh……….
Minsu: oh iya, dia kan sudah pulang kerumahnya ya? aku juga sedikit menyesal karena tidak sempat berpamitan dengannya.
Saya: hem, tidak apa2 deh kalau itu yang terbaik untuk keluarganya. Boleh aku masuk?
Minsu: astaga, aku lupa. Hehehehe ayo masuk oppa
Ia mempersilahkanku masuk ke rumahnya. Aku terkejut luar biasa, rumah Minsu besar dan luaaaaas sekali. Tapi kebersihannya juga terjaga, tidak ada sarang laba2 di pojok ruangan, dan lantainya mengkilap
Saya: woaaaaaaaaaaaaaaaaah, siapa yang melakukan pekerjaan rumah ini?
Minsu: kami mengerjakannya bersama-sama oppa. Kalau bagianku sih di lantai 2 bersama Taemin dan Minho, oh iya oppa mau minum apa?
Saya: terserah saja, kan aku kesini hanya untuk mengobrol
Minsu mengangguk dan segera menghilang entah kemana, disaat itu juga Taemin melintas dengan pakaian olahraganya.
Taemin: oh, annyeong haseo Ryeowook hyung. Mau bertemu siapa?
Saya: oh tidak, aku hanya ingin main kerumahmu saja Taemin. Ngomong2 kamu mau latihan lagi dengan Hyukie hyung?
Taemin: nee, hari2 menjelang dance battle nya sudah dekat. Aku harus semangat latihan, apalagi guru pribadiku Eunhyuk hyung. Baiklah aku pamit dulu..
Minsu datang membawakan kue dan air putih di dalam nampan berwarna putih sesaat sesudah Taemin pergi
Saya: gomawo, Minsu-sshi… Appa dan Umma mu kemana?
Minsu: mereka berdua sedang pergi entah kemana, Minho tidur dan oppa ku kerumah Jagiya nya
Saya: kau tidak pergi dengan Heechul hyung?
Minsu: dia sedang ada promosi untuk menjadi dosen di almamaternya. Jadi hari ini aku dirumah..
Saya: oh ya? dia tidak pernah cerita sama sekali dirumah, pantas saja dia akhir2 ini pulang malam.
Minsu: ya begitulah. Oppa sendiri bagaimana? Kuliahnya sudah mau selesai kan?
Saya: tahun depan aku akan melakukan sidang, Sungmin hyung dan Kibum hyung yang akan diwisuda sabtu besok. Ngomong2 aku boleh minum?
Minsu: tentu saja oppa, silahkan… hhhhh kalau mengingat wajah Sungmin oppa, rasanya aku sangat sedih
Aku mengambil 2 potong kue dan minum air yang diberikan Minsu, sementara ia memanggil kucingnya dan memangku kucing itu di pahanya
Saya: aku juga masih sedih mengingat hari saat ia pergi. Waktu itu aku sampai menangis karena tidak rela Sungmin hyung pergi dari rumah.
Minsu: ah, oppa…. Matamu berkaca-kaca. Ambil tisunya satu..
Tanpa sadar aku mengusap mataku dan mengambil tisu dengan tergesa-gesa, akan sangat memalukan kalau menangis di depan wanita..
Saya: maaf, aku memang sensitif sekali. Mungkin kau melihatku seperti laki2 yang cengeng, tapi…. Ya…. hiks, maaf… aku masih teringat 2 hari yang lalu…
Aku mengambil tisu sebanyak banyaknya untuk mengusap airmataku yang bercucuran. Minsu hanya memperhatikanku dengan wajah yang bingung dan sedih
Minsu: em…………. Tidak kok, aku…. Baru pertama kali melihat laki-laki yang menangis karena hal kecil
Saya: aku tahu, hhhh maafkan aku, hhhh… huk huk…
Minsu masih terus memandangiku yang sesenggukan ini sambil mengelus elus kucingnya. Rasanya aku jadi ingin menangis lebih keras karena aku sangat malu.
Minsu: lihat oppa, Heemin bulunya tebal sekali ya??
Tangisku terhenti sejenak melihat Minsu yang kini sudah di sebelahku dengan kucing warna vermillion nya di pahaku..
Saya: eh eh eh? Dia tidak akan menggigit kan?
Minsu: tidak kok, dia kucing yang manja sekali. Padahal dia jantan loh. Hehehe
Kucing itu bergelut dan mengelus elus dirinya di perutku, buntutnya yang panjang dan tebal seakan mengelus elus daguku.
Saya: hahahaha…. Hentikan~ geli sekali, hahahaha.. geliiii~~~
Minsu: namanya Heemin, hyung mu yang memberikannya untukku
Saya: Heechul hyung?
Minsu: iya, katanya Heemin untukku. Waktu itu dia ingin sekali memeliharanya, tapi Ahjumma Teukie tidak memperbolehkannya
Saya: Heechul hyung sangat menyukai kucing, banyak sekali foto dia dengan kucingnya di kamar.
Minsu: benarkah? Kok dia tidak pernah cerita padaku ya?
Saya: entahlah, dia punya 2 kucing dirumahnya. Namanya Heebum dan Baengsin, hyung menyayangi keduanya.
Minsu: aku juga menyukai kucing, tapi aku tidak pernah memeliharanya di rumah, aku hanya menyapa mereka saja
Saya: eh? Menyapa mereka? Bagaimana caranya?
Minsu: yaaaaa dengan mengeong kea rah mereka, hehehehehehe. Senangnya Wookie oppa sudah tidak sedih lagi~~
Aku tertegun, jadi… yang ia lakukan ini semata-mata ingin menghiburku??
Saya: Minsu-sshi….. gamsahabnida.
Minsu: eh, kenapa pakai bahasa baku seperti itu sih? Oppa kan lebih tua dariku
Aku mengelus elus Heemin yang kini duduk maniis sambil mendengkur di pangkuanku, aku merasa sangat senang dan kesedihanku memudar bahkan hilang
Saya: tidak apa2… aku, merasa sangat berterima kasih karena kamu mau mengerti keadaanku. Biasanya orang bilang kalau aku sangat cengengatau lemah… tapi kau tidak
Minsu: yah………. Semua orang punya kekuatan dan kelemahan masing2. Kita tidak bisa berpura pura kuat kan kalo di dalam keadaan sebenarnya kita tidak kuat? Makanya, aku tidak pernah mengatai orang seperti itu. Aku menerima sikap mereka apa adanya
Aku tertegun mendengar perkataan Minsu barusan. Apa dia benar2 berumur 19 tahun? Omongannya saja sudah seperti Ummaku di rumah sana..
Saya: kau…. Belajar hal ini dari siapa?
Minsu: hem? Aku belajar dari Appa. Beliau orang yang lembut dan selalu menerima setiap perlakuan orang kepadanya, mau itu kasar sopan atau keterlaluan. Waktu itu aku pernah bertanya kenapa ia terima saja diperlakukan seperti itu, dan Appa menjawabnya persis seperti jawabanku barusan.
Aku mengulum senyumku sambil terus mengelus elus Heemin. Hemmmmm Minsu-sshi benar2 perempuan yang baik sekali, tidak salah kalau Heechul hyung memilihnya

~~~~~

Donghae’s POV

2 Hari yang lalu..

Ahjumma: Sungminnieeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee
Sungmin yang kini sudah pulang bersamaku dipeluk oleh Ummanya, air mata Ahjumma berderai derai menyambut kedatangan anak sulungnya. Sementara Sungji berdiri di belakang Umma nya
Sungji: Hyung, aku kangen sekali..
Sungmin: mian kalau aku tidak memberi kabar. Aku, sangat sibuk kuliah…
Ahjumma: tidak apa2 selagi kau masih bisa pulang. Donghae, terima kasih ya sudah mengantar Sungmin pulang. Tanpa kau mungkin kami tidak akan bertemu dengannya lagi.
Saya: tidak apa2 Ahjumma. Sudah kewajibanku memenuhi permintaan Ahjusshi, oh ya Sungmin hyung. Temui Appa mu.
Wajah Sungmin yang tadinya agak mendung menjadi semakin mendung, bibir asimetrisnya tertekuk kebawah
Sungmin: bisa nanti saja kan? Aku… lelah sekali, aku ingin istirahat
Sungji: tidak apa2 kan Umma? Lagipula aku ingin mengobrol dengan hyung, aku kangen sekali dengannya
Sungmin hanya menepuk nepuk pundak adiknya dan mengajaknya ke kamar yang sudah lama tidak ia huni.
Aku hanya menghela nafas melihat tingkah lakunya, aku tahu dia masih kecewa. Tapi… Ahjusshi ingin menyampaikan sesuatu, beliau takut waktunya tidak akan sempat

.....

Hari Kamis..

Sungmin: Appa, mau kubawakan sesuatu untukmu?
Ahjusshi: tidak usah Sungmin. Aku ingin mendengar cerita tentang kuliahmu yang sekarang..
Aku mengintip Sungmin hyung yang sudah beberapa hari ini menghabiskan waktunya bersama Ahjusshi. Kondisi beliau terlihat membaik sesudah Sungmin hyung pulang
Ahjumma: lihatlah, mereka akrab sekali kan? Aku senang sekali melihatnya, sudah lama mereka tidak mengobrol seperti itu.
Saya: ya, aku tahu Ahjumma.
Aku hanya bisa tersenyum miris melihat kebahagiaan Ahjumma. Beliau tidak tahu apa yang akan dihadapi olehnya, tidak ada yang tahu. Hanya aku saja yang tahu bahwa umur Ahjusshi tinggal hari ini saja. Tapi aku harap itu tidak terjadi, semoga dengan kedatangan Sungmin hyung, Ahjusshi akan cepat sembuh
Sungmin: Appa?? Appa?! il-eona, Appa~~ Appa!!!!
Terdengar teriakan dari kamar Ahjusshi, aku tahu itu teriakan Sungmin hyung. Dengan segera, aku berlari kea rah kamar. Kulihat Sungmin hyung memeluk Ahjusshi dengan tubuhnya yang melemah.
Saya: hyung!! Ada apa?!
Sungmin: Appa membicarakan sesuatu denganku. Setelah ia bicara, tiba2 ia tersenyum dan tubuhnya ambruk. Tangannya dingin sekali….
Mata hyung berkaca kaca hebat, sementara Ahjumma menyusul bersama Sungjin dan ketika mereka sampai di kamar, Ahjumma menangis hebat sambil memeluk Ahjusshi..
Aku memeluk Sungmin hyung dan Sungjin, mereka berdua terlihat ingin menangis namun tak bisa. Aku yang sudah menitikkan airmata hanya bisa berkata..
Saya: beliau sudah tenang karena dia sudah bertemu denganmu, hyung.. doakan kepergiannya,,

~~~~~

Leeteuk’s POV

Hankyung: Appa nya Sungmin tiada.
Aku refleks menutup mulutku, tidak percaya pada apa yang barusan dikatakan suamiku
Saya: kau jangan bercanda, Chingu..
Hankyung: buat apa aku bercanda Umma, Heechul-sshi yang memberitahuku. Ya kan nak?
Heechul yang sedang bermain game dengan Kyuhyun manggut2 sambil tetap menatap layar televisi dengan serunya
Saya: apa kalian sudah kerumahnya untuk berbela sungkawa?
Kyuhyun: Yesung hyung yang kesana, Ahjumma. Dia akan kesana sesudah pulang kerja.
Saya: memangnya dia tahu jalan untuk pergi kesana?
Heechul: Shindong-ah yang akan menemaninya. Makanya hari ini dia tidak siaran, dia mau mengsurvey kendaraan yang melewati rumah Sungmin saeng
Hooooh, aku menghela napas dengan kelakuan dua laki2 yang beda umurnya terlampau jauh itu. Bisa2nya mereka berbicara denganku sambil menatap TV?! Tidak sopan sekali.
Dari lantai 2, Ryeowook dan Eunhyuk keluar dari kamarnya. Terdengar suara Ryeowook yang parau dan Eunhyuk yang panik
Saya: neo uneungeoya Wookie-sshi? Ada apa?
Ryeowook: anii Ahjumma, aku merasa sedih sekali dengan berita duka yang menimpa Sungmin hyung. Apa jadinya kalau orangtuaku yang pergi? Uhuk uhuk huhuhuhu
Eunhyuk: astaga Wookie, sudah kubilang padamu kan? Jangan menangisi hal2 seperti itu.
Ryeowook: mianhae hyung, aku terlalu sensitif. Huk huk…
Aku hanya memandangi Ryeowook yang masih tersedu sedu dengan sedih. Kurasa aku akan mengalami hal yang sama jikalau yang mengalaminya itu aku
Kriiiiiiiiiiiiiiiiiing…. Telepon rumah di sebelahku berbunyi.
Saya: Yeoboseo, kediaman Pak Hankyung…
Suara: Ini Ahjumma Teukie kan? Saya Donghae, sepupu Sungmin hyung
Saya: nee. Ada apa Namja? Oh iya, saya turut berduka cita dengan kepergian pamanmu.
Donghae: gamsahabnida, Ahjumma. Aku ingin memberitahukan sesuatu kepada anda.
Saya: apa itu?
Donghae: Sungmin hyung dan kami akan pindah ke daerah dekat rumah Super Jjang. Tapi berhubung aku ini hanya sepupunya, bolehkan hanya menyewa satu kamar atau satu tempat tidur?
Aku cukup terkejut dengan apa yang dikatakan Donghae barusan. Memang masih tersedia satu tempat tidur lagi, tapi aku tidak tahu apakah Shindong-sshi mau berbagi kamar dengan orang baru.
Saya: emmm nanti aku tanyakan ke Shindong dulu ya, aku khawatir dia tidak mau berbagi kamar dengan orang baru.
Donghae: baiklah. Oh iya, Sungmin hyung mengundang beberapa penghuni Super Jjang untuk datang ke wisudanya. Dan tolong sampaikan salam ke tetangga perempuannya yang namanya…. Gamsahabnida, saya lupa.
Saya: gwechana Donghae-ah, maksudmu Lee Minsu
Donghae: nee.. benar, begitulah amanat dari Sungmin hyung. Maaf kali ini dia belum bisa diajak bicara
Saya: gwechana, akan kusampaikan…
Tuuuut tuuuuut, Donghae memutuskan pembicaraan di telepon.
Donghae akan menjadi penghuni baru Super Jjang? Hem~ terdengar menarik

Bersambung..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar