New Cast:
Lee Donghae, sepupu dari Sungmin. Dulu tinggal serumah sebelum Sungmin ngekos
Eunhyuk’s POV
Satu.... dua.... tiga.... empat.... lima....
....... dua puluh..... dua satu..... dua dua..... dua tiga.....
....... tiga delapan..... tiga sembilan.... empat puluh!!
Ryeowook: hyung, kenapa tidak bangunkan aku?
Aku melihat Wookie mengucek matanya sambil terus menguap dan melihat lihat ke arah sekitar. Wajahnya yang kecil masih terlihat linglung dan mengantuk
Saya: ini masih jam 5 pagi, Wookie. Aku sengaja bangun pagi supaya latihanku lebih lama dari yang biasanya
Ryeowook: ada acara apa hari ini hyung, sampai2 kau bangun pagi?
Saya: tidak kok, aku hanya ingin latihan lebih lama saja.
Aku mengelap keringat yang bercucuran dari lengan, leher dan kepalaku. Aku membuka baju dan mengambil handuk kecil di kursi kayu.
Ryeowook: ah hyung, kau selalu membuatku cemburu
Saya: cemburu bagaimana? Dengan apa?
Ryeowook: dengan lekuk tubuhmu yang seperti atlit angkat besi. Lihat abs mu, mungkin sebentar lagi menjadi eight pack
Aku memegang megang perutku yang rasanya memang semakin kencang dan berotot saja, hemmm ternyata hasil sit up selama ini membuahkan hasil, betapa senangnya diriku..
Saya: makanya, banyak2 sit up dan push up, untuk membesarkan lengan dan perutmu yang kecil, hehe
Aku menepuk pundak Wookie dan turun ke lantai bawah, meminum susu yang dibuatkan Ahjumma Teukie setiap harinya.
Yesung: pagi Eunhyuk, tumben kau sudah rapih pagi ini
Saya: aku mau jogging pagi dulu hyung, bersama si tetangga seberang..
Yesung: hem? Minsu?
Saya: bukan, si kecil Taemin. Dia akan mengikuti dance battle di les tari minggu ini, aku jadi trainer pribadinya.
Leeteuk: wah, jadi trainer pribadi? Pasti Taemin akan menang dalam kompetisi itu~ Hyukjae kan jago sekali dalam masalah dance
Saya: hahahahaha Ahjumma, aku tidak sehebat itu
Leeteuk: mungkin aku belum melihatmu ngedance secara langsung, tapi paling tidak aku bisa mengetahuinya biarpun hanya mendengar informasi dari Ryeowook. Hihi
Aku jadi salah tingkah, jadi selama ini Wookie menjadi mata2 Bu Teukie? Bahkan sampai masalah ngedance saja ia tahu?! Betapa memalukan. Wookie menyebalkaaaan~~
Saya: ah.. eh.... um.... baiklah Yesung hyung, Ahjumma... aku mau segera pamit untuk menemui Taemin
Saat aku hendak keluar, tiba2 Yesung hyung menghentikanku, ia memegangi celana panjang yang ku kenakan
Saya: eh, ada apa Hyung?
Yesung: kamu mau jogging tanpa baju seperti itu? Nanti masuk angin loh, ini kan sudah musim gugur
~~~~~
Shindong’s POV
Sudah 30 menit aku duduk di depan kamarku dan membongkar puzzle berbentuk hati yang sudah kupasang dan kubongkar lebih dari 4 kali. Puzzle ini adalah salah satu puzzle kesukaanku, kau tahu kenapa? Karena puzzle ini adalah pemberian dari Nari, kekasihku..
Sungmin: sudah berapa kali hyung membongkar dan memasang puzzle hati itu?
Saya: ah, Sungmin... entahlah, mungkin ini yang ke enam kalinya.
Sungmin: lihat, bahkan hyung sudah hafal letak mereka masing2.
Aku memandangi puzzle nya yang ternyata sudah terpasang lagi seperti semula. Aku tak menyangka, tanganku begitu cepat menyelesaikan puzzlenya.
Sungmin: ada yang hyung pikirkan? Kenapa akhir2 ini hyung selalu bingung dan murung? Apa harus kubelikan puzzle lain yang lebih bagus?
Aku menggeleng sambil tersenyum, sebenarnya bukan masalah puzzle. Ini masalah antara aku dan Nari, masalah hubungan kita...
Saya: ini masalah hubunganku dengan Nari, Sungmin
Sungmin: oh, pacar hyung itu ya? Kalian sudah berpacaran lebih dari 3 tahun kan?
Saya: ya aku tahu itu, aku ingin sekali melamarnya...
Sungmin: wah, daebak~ kenapa tidak segera dilamar saja?
Saya: aku... belum punya pekerjaan yang tetap, lagipula aku takut lamaranku ditolak karena keadaan yang tidak mendukung
Saat aku membongkar puzzlenya lagi, Sungmin merebutnya dan mencoba memasangkannya pelan2
Sungmin: hidup kita seperti puzzle, harus melengkapi satu sama lain... jadi kalau hyung sudah yakin akan pilihan hyung, kenapa harus menunggu waktu lagi?
Aku melihat HPku, disana ada beberapa jadwal siaran di stasiun radio SK dan YS, di wallpaper terpampang foto lucuku bersama Nari. Kalau melihatnya, rasa kangenku ini jadi terobati
Saya: kalau melihat foto di wallpaper, aku jadi ingin bertemu dengannya. Tapi dia juga sibuk, aku tak ingin mengganggunya..
Sungmin: kalau hyung mau, bawa cincin saat bertemu dengannya. Sekalian melamarnya, ide bagus kan?
Saya: kalau ditolak bagaimana?
Sungmin: paling tidak cobalah dulu, jangan langsung patah semangat gitu. Aduuuuh~~ kok kalau aku yang mebuat puzzlenya, tidak selesai2 ya? Ommonaaaaaa huah aku menyerah *capek*
Aku mengambil tangan Sungmin yang hampir melorot ke bawah dan menaruhnya di atas puzzle yang masih 30 persen terbentuk
Saya: katamu, yang penting mencoba dulu, jadi cobalah susun puzzle ini sampai selesai... aku mau mandi dulu
Sungmin: eh? Aku sudah menyeraaaaah, aku capek.. mataku pusing, huhuhu
Saya: ayolah, kalau kau sudah menyelesaikannya aku berjanji akan mengajak Lee Sungmin yang sebentar lagi akan diwisuda menjadi mahasiswa tingkat 2 untuk jalan2, bahkan ikut siaran di radio..
Aku masuk kamar mencari cari handuk, dan peralatan mandi lainnya. Sementara Sungmin menoleh dan mengikutiku masuk ke dalam kamar
Sungmin: ikut siaran di stasiun radiomu hyung? Benarkah?
Saya: pokoknya ikut saja denganku setelah kau selesaikan puzzle itu. Berkat kau, aku mendapatkan inspirasi
Sungmin: hemmm inspirasi apa?
Saya: untuk membeli cincin dan melamar Nari. Aku juga ingin mentraktirmu sebelum kau diwisuda minggu depan
~~~~~
Minho’s POV
Duaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaagh~~~
Aku mengelus kepalaku yang terantuk pilar pintu setiap harinya, untung saja kepintaranku tidak berkurang setiap pentokannya. Malah aku bertambah pintar *ga mungkin bgt*
Umma: kamu mau berangkat Minho? Makan dulu sarapannya
Aku mengangguk dan menatapi makan pagi kali ini: nasi hangat dengan fried chicken dan sayur dengan tofu
Appa: kenapa hanya ditatapi saja? Ambil piringmu dan ambil secentong nasi, ambil lauknya semaumu saja.
Aku mengangguk lagi dan mengambil piring sambil menatapi ayam2 goreng di dekat Appa, entah kenapa akhir2 ini aku sering melamun dan melayang dalam pikiranku sendiri. Tapi aku tidak tahu apa yang sedang kulamunkan
Taemin: hyung, kau sudah mandi kan? Kenapa wajahmu masih seperti baru bangun tidur?
Aku mengucek mata dan mengucek seluruh wajahku supaya penampilanku terlihat lebih segar. Padahal saat mandi tadi, aku sudah mencuci muka...
Minsu: Minho, maaf ya. Aku tidak jadi berangkat bareng denganmu, aku bareng Heechul oppa saja.
Saya: hah, kenapa? Kau kan sudah janji mau bareng denganku?
Minsu: aku mau kerumah temanku dulu, dan kebetulan jalur kami sama. Mian ya saeng, miaaaaan.... aku berangkaaat
Sesudah kepergian Minsu, aku duduk dan menikmati makan pagiku dengan baik. Ku kunyah pelan2 agar pikiranku pun bisa kembali seperti semula..
Taemin: lihat hyung, Jonghyun hyung dan Minsu noona saja sudah punya pacar. Kenapa hyung tidak mencari pacar saja?
Rasanya ada bilik pisau yang menancap di jantungku, memangnya aku harus segera mencari pacar ya supaya tidak kalah dengan mereka? Tapi aku malas, kegiatanku saja sudah menyita waktu. Tidak ada waktu untuk meluangkan hari bersama seorang wanita
Umma: Minho, Appa dan Taemin menunggumu makan, ayo bergegaslah...
Saya: nee Umma, gamsahabnida. Aku sedang merasa kehilangan sesuatu akhir2 ini, jadi aku sering melamun
Taemin: ah, hyung mah memang sering melamun
Appa: Taemin, jangan ledek hyung mu seperti itu dong... memang benar sih, ada yang mengganggu pikiranmu akhir2 ini nak?
Umma: apa hasil ujianmu buruk, sehingga kau susah berkonsentrasi?
Saya: bukan Umma... aku juga tidak tahu apa sebabnya, aku sedang mencoba mengingatnya
Appa: tangan Appa yang patah sudah sembuh kok, kau tidak perlu sekhawatir itu..
Taemin: bukan Appa yang hyung khawatirkan, mungkin hyung mengkhawatirkanku di sekolah dan di les tari, tidak apa2 hyung. Aku mencoba menjaga diriku sebaik mungkin...
Mereka semua mengganggu konsentrasi makanku dan mengganggu pengingatanku, aku segera menghabiskan makan pagiku dan menaruh piring di dapur
Taemin: hyung, jangan diam saja dooong~~!! Beritahu kami apa yang kau khawatirkan
Astaga, kok mereka bertingkah seperti keluarga yang ada di sinetron2 sih? Ingin mengetahui setiap pikiran anggota keluarganya, sangat mengganggu
Umma: hemh yasudahlah kalau kau tidak mau memberi tahu, ayo ayo... antar Taemin dan Appa ke tempat mereka masing2.
Tiba2 pikiranku yang tadi tidak keluar2, terlontar di ujung bibirku,......
Saya: haaaaaah, aku rindu Minsu yang dulu menemaniku menyetir selama perjalanan menuju kampus, sepi sekali tanpa dia di sebelahku..
~~~~~
Yesung’s POV
Namja: Yesung hyung, kau tidak makan siang dulu?
Saya: belum, nanti saja kalau sudah lapar. Lagipula costumer masih banyak, aku mau membantu mereka
Namja: baiklah, aku makan siang dulu ya…
Namja tadi keluar dari gedung untuk makan siang bersama karyawan yang lain, sementara aku masih sibuk dengan urusanku sendiri. Namja tadi begitu baik padaku, dia sudah bekerja lebih lama di bank ini. padahal umurnya saja masih lebih muda dariku
Yeoja: Yesung-sshi~ shift mu sudah selesai?
Aku memandangi Yeoja berambut panjang kecoklatan itu, hari ini dia cantik sekali. Ah tidak, dia memang selalu cantik
Saya: belum. aku habis dari kamar mandi, Taehee..
Taehee: baiklah, kembali bekerja Yesung-sshi.. hwaiting~~
Ia menghilang lagi ke ruangan lain, aku hanya bisa terdiam sambil mengulum senyum untuknya..
Jung Taehee adalah wanita yang sudah kusukai 3 tahun belakangan ini, tapi aku masih tidak berani menyatakan cintaku padanya. Aku malu sekali… aku tidak tahu apakah sesoerang yang cantik sepertinya mau menerima orang yang pendiam sepertiku ini.
.....
3 jam kemudian…
Hankyung: Yesung, kapan kamu mau menikah?
Aku melihat Appa membaca Koran tanpa menengok ke arahku, pertanyaan apa barusan? Apa ia sengaja ke kantor untuk melihatku bekerja?
Saya: Appa tidak kesini hanya untuk menanyakan hal itu kan?
Hankyung: aku hendak mendepositkan beberapa uang hasil gaji kantorku, nak.. tapi aku juga ingin tahu wanita idaman yang waktu itu kau ceritakan. Dia bekerja disini juga kan?
Saya: nee.. tapi, kenapa disini Appa masih sempat2nya baca Koran? Kostumer yang lain sudah menunggu..
Appa menengok ke kanan dan ke kiri, menyadari keadaan yang sangat2 ramai di sekitarnya
Hankyung: yasudah, kita ngobrol di ruang tamu saja bagaimana?
Saya: apa, mengobrol? Appa~~ aku masih dalam jam kerja.
Hankyung: yasudah kalau kau tak bisaa…. Tunjukkan saja wanita yang kau sukai itu.
Aku menghela napas dan bangkit dari kursiku. setelah menyuruh seseorang untuk menggantikan, aku mengajak Appa ke ruang staff.
Saya: hemh Appa, dia yang ada di buffet itu, namanya Jung Taehee… Taehee~~
Aku memanggil Taehee dan ia segera menghampiriku dengan wajah yang senang, ia membawa sebuah undangan dengan kertas warna kuning gading di tangan kecilnya
Taehee: hei Yesung, ini Appamu ya? annyeong haseo Ahjusshi~~~ Jung Taehee imnida, kebetulan sekali bisa bertemu denganmu.
Hankyung: Han Kyung imnida. Kau teman baik Yesung ya?
Taehee: Ahjusshi betul sekali~~ Yesung-sshi adalah pria yang baik dan selalu mendengarkan setiap kata2ku.
Yesung: ah Taehee-sshi, kau bisa saja…
Taehee: kebetulan Appa mu ada disini, aku ingin memberikan surat undangan ini. Semoga kamu bisa datang ya… oh iya, aku harus pergi, ada urusan lain…
Setelah kepergian Taehee, aku membaca lembaran depan surat itu. Astaga….. undangan pernikahan. Pernikahan Taehee dan seorang laki2…..
Hankyung: masalah cinta, mungkin itu bisa ditunda beberapa tahun lagi, ya kan anakku?
Aku hanya menghela nafas panjang, kisah cintaku memang kurang sukses…
~~~~~
Sungmin’s POV
Jalanan rasanya makin dingin dan daun2 makin banyak berguguran, di bulan Oktober tahun ini, cuaca sangat dingin. Padahal musim dingin baru dimulai bulan Desember, tapi rasanya bulan ini sudah musim dingin saja
Bulan Oktober…. Kok rasanya aku teringat sesuatu?
Saya: nawaseo…
Yesung: habis dari mana kau?
Saya: aku ke swalayan hyung, membeli bahan makanan untukku
Yesung: beli apa saja?
Saya: banyak sih, mau lihat?
Yesung hyung mengambil kantong plastik yang menggantung gantung di tanganku, ia sepertinya menemukan sesuatu yang menyenangkan buatnya…
Yesung: susu bubuknya satu renceng buatku ya… punyaku habis, nanti aku ganti
Saya: tidak usah ganti hyung, aku masih punya banyak.
Hyung bergegas ke dapur dan menyimpan susu yang ia minta tadi, sementara aku mengambil kantong plastik yang masih penuh
Hankyung: Sungmin, tadi ada seseorang yang mencarimu..
Saya: benarkah Ahjusshi? Siapa?
Hankyung: dia tidak memberikan namanya, tapi dia akan kembali lagi. Wajahnya sederhana sekali.. tapi sepertinya ia sedang kebingungan
Sederhana? Jangan jangan….
Tok tok tok… pintu depan diketuk. Aku segera membukanya, dan…..
Namja: Sungmin-sshi… apa kabar?
Namja itu memelukku. astaga….. ternyata yang mencariku adalah Donghae, sepupuku…
.....
Saya: apa kabar Donghae? Bagaimana sekolahmu?
Donghae: kuliahku lancar hyung, kenapa hyung tidak pernah mengabari rumah?
Aku terdiam, aku memang sengaja tidak mengabari rumah selama ini karena aku takut dengan Appa. Beliau tidak setuju dengan jurusan kuliah yang kutempuh, itu juga sebab ku tinggal disini. Aku pergi dari rumah tanpa sepengetahuan Appa, hanya Donghae dan Umma yang tahu.
Saya: aku tidak mau bertengkar lagi dengan Appa, aku ingin membuat hari tua nya tenang. Kau yang sudah dianggap anaknya mungkin bisa lebih menyenangkan hatinya
Donghae: aku hanya keponakan dari Ahjusshi… em… ah!! Baiklah, aku langsung ke inti pembicaraan saja. Hyung, pulanglah ke rumah..
Tanpa sengaja aku membelalakkan mataku, aku tidak percaya apa yang dikatakan Donghae barusan
Saya: kenapa.. tiba2 begini? Aku tidak bisa pergi begitu saja, teman2 di Super Jjang sudah kuanggap saudaraku sendiri. Semua orang disini… aku tidak bisa meninggalkan mereka begitu saja.
Donghae: kumohon pulanglah. Sebenarnya aku kesini untuk memberitahukan hyung kalau Ahjusshi… sudah hampir 6 bulan sakit keras, beliau ingin kau pulang dan menemani beliau di sisinya
Aku menelan ludah, kenapa keadaannya jadi begini? Di satu sisi, aku tidak bisa menolak permintaan Donghae, tapi di sisi lain… aku tidak bisa meninggalkan Super Jjang begitu saja..
Super Jjang sudah menjadi bagian dalam hidupku…
Bersambung..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar