Kamis, 05 Agustus 2010

Taylor Lautner Fanfict part 2

"Kamu baru tau?" kata Jean sibuk dengan laptopnya. "katanya kamu sudah 2 tahun tinggal disini"
"Tapi kan dia artis Jean, tidak mungkin kan dia ada dirumah terus. sementara aku juga sibuk kuliah." jawabku. aku masih tidak percaya akan apa yang aku lihat tadi sore.
"Kamu lagi2 ngeles." jawab Jean. "sudah lah, aku sibuk nih"
"Ah maaf," jawabku malas.

Aku masih tidak menyangka Taylor.. seorang artis pria berbadan kekar itu, tadi sore ia menyapaku sambil membawa 2 bungkusan sampah di tangannya yang indah itu. GOD, apa aku bermimpi?
Jean hanya memberi info sedikit, ia sangat sibuk akhir2 ini karena ia akan segera melamar pekerjaan sambilan. di umurnya yang hampir 22, dia ingin memulai karir nya.
"Kamu terlihat bingung chan, ada apa?" tiba2 Paman membuyarkan lamunanku.
"Tidak apa-apa. hanya saja aku baru tahu kalau Lautner tetangga kita. GOD heaven, padahal aku sudah 2 tahun di Michigan" jawabku.
Paman tertawa, "Sudah lah tidak usah dipikirkan. keluarga Lautner memang jarang keluar rumah. yah sometimes... but without Taylor"
"Hah pasti mereka bosan dengan para paparazzi itu kan?" jawabku. Paman hanya tertawa
"Ya.. karena keluarga Lautner punya artis di dalamnya"

======================================================

Untung hari ini hari Minggu, aku bisa bersantai sejenak setelah seminggu aku habiskan dengan berkutat membaca buku karena ujian yang berat dan memusingkan
"Ichan, kamu tidak ikut bibi ke supermarket?" tanya bibi.
"Maaf bi, aku ingin skali ikut.. tapi aku sedang sibuk mengerjakan sesuatu" bohongku, entah kenapa aku jadi ingin lebih sering menghabiskan waktu di beranda untuk melihat Taylor keluar membuang sampah dan mungkin saja dia akan menghampiriku, berbicara denganku, dan sebagainya dan sebagainya...
"Kamu ingin menunggu Taylor kan? tidak usah bohong. mama dan aku tau dari ibumu kalau kamu cinta sekali sama Taylor Lautner" lagi-lagi Jean membuka rahasiaku dengan cengirannya yang menyebalkan
"Jean.. please, kamu membocorkan rahasiaku lagi!!" teriakku, aku sangat malu dengan pernyataan yang dikatakan Jean tadi karena sebenarnya, itulah faktanya.
Bibi hanya tersenyum memaklumi, "Enjoy yourself Ichan. sudah waktunya kamu santai sejenak. bibi akan pergi bersama jean."
"Maafkan aku Bibi, aku cumaaaan... penasaran dengan si tetangga" ujarku tidak enak pada bibi, namun beliau hanya mengacungkan jempolnya sambil tersenyum.

Aku memasang headset di kedua telingaku dan mulai memainkan lagu-lagu MUSE, band luar negeri kesukaanku. Aku tidak jadi keluar di beranda, hanya duduk di balkon kamar sambil bersenandung kecil. Muse benar2 membuat hatiku girang dan tenang.
tiba2 terdengar suara ketukan dari bawah "permisi..." sahutnya dalam bahasa Inggris.
"Tunggu sebentar" jawabku sambil berlari cepat menuju ke lantai bawah. aku baru ingat bibi dan Jean ke supermarket sementara paman pergi main golf, jadi hanya aku sendiri dirumah.

ku buka pintu depan dengan terburu-buru "Maaf lama, ada yang bisa saya ban.." ucapanku terpotong melihat seorang pria berlengan besar dengan gigi rapih putih berdiri di depanku.
"Hai tetangga, kita ketemu lagi." cengirnya "Boleh aku pinjam..."

Ah, Taylor Lautner adalah maha karya Tuhan yang luar biasa...
dan dia berdiri di depanku..
dan kau tau apa yang kurasakan? semuanya jadi lebih indah dan.. lebih gelap.

Bersambung..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar