Aku lagi-lagi melamun karena kejadian pagi tadi.. aku tak percaya bahwa pak guru yang tadi mengajar bahasa inggris adalah pria yang menolongku dan mebuatku tersipu-sipu kemarin
Tiba-tiba Taemin mengagetkanku
Taemin: Haneul-sshi, kamu lagi2 bengong.. kan udah dibilangin sama Jonghyun hyung supaya tetap waspada disekitarmu
aku: maaf Taemin, aku tiba2 teringat sama Pak Jinki.
Taemin: Dia yang menyelamatkanmu ya? pantas saja kamu tidak bisa mengalihkan pandangan darinya
aku: ya.. kau tahu lah
Minho masuk ke kelas kami berdua. tampaknya ia agak lelah karena kelasnya berada di lantai 4
Minho: Yo... ada berita baru?
Taemin: teman kita ada yang penasaran dengan Pak Jinki, guru baru yang mengajar bahasa Inggris
Aku menyikut badan Taemin yang tipis itu. memalukan sekali mengatakan hal itu kepada Minho
Minho: yang benar, Haneul saeng?
aku: ya.. begitulah Minho oppa.
Minho: Apa yang terjadi antara kamu dan guru baru itu? dia melakukan sesuatu padamu?
aku: dia yang menolongku kemarin. dia yang membelaku dan membuat si pengendara motor itu minta maaf padaku, ya tepatnya diwakili Taemin-sshi sih
Minho: Oh Taemin saeng, teman kita sepertinya penyuka orang tua
Minho tertawa garing sekali, membuat wajahku makin panas dan merah. sepertinya Taemin membaca situasi
Taemin: hush Minho hyung. pak guru Jinki tidak seperti guru2 kita yang lama
Minho: hem? kenapa begitu? bukannya dia umur 30an?
Taemin: Bukan, tahun kemarin dia baru saja berulang tahun yang ke 20
*************
Entah Tuhan memang sedang baik kepadaku atau ini hanya kebetulan. tapi entah kenapa pulang sekolah jadi 1 jam lebih cepat. aku jadi bingung mau pulang sendiri atau tidak karena Jonghyun baru pulang pukul 15.30, tapi berhubung lututku ini masih bergetar karena sakit jadi aku berniat untuk menghabiskan waktuku sebentar di sekolah
Taemin: Mau kemana? kata Jonghyun hyung kan tidak boleh sering jalan dulu sekarang
aku: Ke kamar mandi, nggak boleh ya?
Taemin: mau aku temani?
tanya Taemin dengan senyum jahilnya, aku mencubitnya dengan gemas dan bergegas pergi sendiri
Toilet tidak jauh dari ruang musik sekolahku yang auranya menyenangkan, waktu kelas 10 aku suka menghabiskan waktu disana sendirian. kesannya freak tapi memang inilah adanya. dulu aku penyendiri.
Sesudah aku menyelesaikan 'tugas' di kamar mandi, aku segera bergegas menyusul Taemin dan Minho yang sedang berbincang di ujung koridor sekolah, namun ku dengar dentingan tuts piano yang lama2 menjadi sebuah melodi yang dimainkan. aku berusaha mengintip dan melihat siapa orang lain yang suka menyendiri seperti aku ini? aku rasa cuman aku satu2nya orang yang suka menyendiri diruang ini.
Lagi-lagi keajaiban....
Ternyata pak Jinki yang sedang bermain piano, ekspresinya sangat bagus. sepertinya ia mahir bermain piano.
tanpa sengaja aku menendang pintu ruang musik karena lututku tiba2 perih. ah sialan
pak Jinki: hem? siapa disana?!
suara Pak Jinki seperti ketakutan dan curiga..
pak Jinki: Masuk saja, jangan coba-coba untuk kabur dan melapor!
Aku membuka pintu pelan2 dengan wajah yang pucat. baru pertama kali aku diteriaki oleh orang lain kecuali ayahku, rasanya aku ingin menangis karena ketakutan
aku: maaf pak, aku pikir bapak siapa
Pak Jinki: Oh.. kamu siswa yang tadi. masuklah jangan takut, ya tuhan mukamu pucat sekali. apa aku menakutimu?
Aku mengangguk pelan, jantungku berdebar-debar. aroma parfum Pak Jinki segar sekali
Pak Jinki: Maaf ya saya mengagetkanmu. ngomong2 tadi namamu siapa?
aku: Kang.. Kang.. Kang
Pak Jinki bangkit dari kursi piano dan menarik tanganku lembut dan menuntunku duduk disebelahnya
Pak Jinki: tenang saja. sebutkan namamu
aku: Kang.. Kang Haneul
beliau mengangguk2an kepalanya sambil tersenyum.
Pak Jinki: kamu pasti sudah tahu nama saya... tapi biar kita lebih dekat, panggil saja Onew
aku: O... onew?
Pak Jinki: iya, Onew. ada masalah?
aku: aku.. belum pernah dengar nama seperti itu pak.. Onew.
Pria yang mengaku namanya Onew itu hanya tertawa
Pak Jinki: Kalo kita sedang berdua, gimana kalau panggilnya Onew oppa saja?
Onew oppa? sepertinya beliau tidak mau dianggap tua.
aku: baik.. Onew oppa
onew: baguss..... ngomong2 kemarin kamu yang menabrakkan sepedamu ke motor itu ya?
Oh Tuhan.. dia memang tahu kalau aku MENABRAKKAN SEPEDAKU KE MOTOR kemarin
aku: ah... em... iya, aku sedang bingung atau melamun, atau entah apa itu namanya. yang jelas itu sangat bodoh dan memalukan. bisa tolong dilupakan saja?
Onew: hahahahahahaha.. baiklah, maaf kalau menurutmu itu memalukan
Onew oppa mulai memainkan tuts piano dengan melodi2 indah. dan membangkitkan keinginanku untuk vertanya padanya
aku: kalau oppa tahu aku menabrakkan diri, kenapa oppa membelaku?
Onew: karena kamu wanita, seorang wanita seharusnya lebih dibela
aku: Tapi aku kan yang salah. kenapa tetap dibela?
permainan Onew oppa terhenti, matanya memancarkan kebingungan. sambil menatapku, sepertinya ia memikirkan jawaban yang baik
Onew: karena.. you're just like me when i was in school
ha? jawaban apa itu? aku tidak mengerti sama sekali. bukannya aku tidak mengerti bahasa inggris, tapi aku tidak mengerti makna dari jawaban Onew oppa
Onew: waktu saya SMA, saya sering sekali menabrakkan diri karena terlalu sering melamun. makanya saya menolongmu, karena kamu seperti masa lalu dalam diri saya yang harus diperbaiki
wah.. jawaban yang menyentuh sekali. membuatku tak bisa berkata apa2. dengan pelan namun pasti ia mencoba meraih pipiku yang masih diplester. karena aku terbiasa dijahili Jonghyun, aku refleks menghindarinya sedikit.
onew: maaf.. apa itu sakit?
aku: kemarin iya, sekarang sudah agak berkurang. mmm terima kasih
Onew oppa hanya tertawa tanpa suara sambil memainkan piano lagi, ekspresinya lucu sekali seperti anak kecil yang pemalu dan masih polos. kesannya dia belum berumur 20 tahun.
Onew: oh iya, kamu bisa bermain piano?
aku: emm.. sedikit, memangnya kenapa?
Onew: Coba mainkan lagu kesukaanmu, saya ingin mendengarnya.
lagi2 wajahku memerah, aku jarang berinteraksi dengan orang yang lebih tua dariku selama ini. pelan2 kucoba mencari nada dan kumainkan lagu Fall for You Secondhand serenade
Onew: hebat sekali, lagu luar negeri ya? bahasa inggrismu juga fasih sekali. kamu ikut les?
disaat permainanku sudah mencapai klimaks, Onew oppa menanyaiku seperti itu dan otomatis permainanku jadi kacau balau.
aku: em.. aku belajar dari nenekku, aku belajar sejak umur 5 tahun
Onew: hebat sekali, maaf ya jadi mengganggu permainan pianomu.
aku: ahahaha.. tidak apa2
aku melihat ke jam tanganku, yaampun.. sudah jam 5 kurang 5 sore? aku harus segera bergegas. tas ku masih di kelas dan Taemin maupun Minho oppa mungkin sudah pulang.
aku: Onew oppa, aku harus pulang. abangku menjemputku jam 5 pas
Onew: baiklah saya juga harus pulang
disaat aku hendak meraih tangannya untuk menciumnya, ia menepisnya.
Onew: hem maaf.. dengan peluk saja bisa? saya tidak terbiasa dicium tangan.
peluk?? ah Onew oppa mengagetkanku. jantungku berdetak keras sekali, namun dengan pelan dan pasti aku memeluknya.
Ya Tuhaaaan, mimpi apa aku semalam? bisa dipeluk oleh Onew oppa, guruku sekaligus superheroku. mungkin sekarang wajahku sudah seperti udang rebus dan mengeluarkan asap. aroma tubuh Onew oppa memenuhi hidung dan seragamku.
Onew: hati-hati dijalan ya. bilang sama kakakmu jangan mengebut
*************
Taemin: Ke WC lama sekali? sepertinya para perempuan sudah pulang lebih dulu daripada kita
aku: maaf tadi aku.. menyendiri lagi di ruang musik, aku kangen sekali dengan suasananya
aku sengaja berbohong supaya Minho oppa maupun Taemin tidak heboh dan bahkan memberi tahu Jonghyun. itu sebuah malapetaka
Minho: kurangi sifat menyendirimu itu, ini kubawakan tasmu. lututmu sudah tidak apa2?
aku: terima kasih oppa. yah.. sepertinya sudah tidak terlalu perih lagi.
dari luar, mobil Jonghyun masuk lapangan parkir yang sudah sepi dan menghampiriku.
Jonghyun: Katamu jam 5? kok sudah sepi kyk bgini?
Taemin: kami pulang 1 jam lebih awal Jonghyun hyung, Haneul-sshi tidak ingin membuat hyung terburu-buru
Alis Jonghyun mengeryit curiga (entah antara tidak suka atau curiga, Jonghyun susah ditebak) lalu membuka pintu belakang mobil
Jonghyun: naiklah. kuantar kalian sampai rumah
Minho: wah? gamsahabnida* Jonghyun hyung
Minho membungkukkan badannya dalam2, begitu juga Taemin. mereka begitu senang karena bisa menghemat ongkos, selain itu bisa lebih dekat juga dengan Jonghyun.
aku: Ayo naiklah, jangan lama2 membungkuk
seiring dengan masuknya teman2ku ke dalam mobil, dari jauh aku melihat Onew hyung berdiri sambil memandangiku.....
bersambung..
*gamsahabnida = terima kasih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar