Rabu, 04 Agustus 2010

Haha Taylor Lautner Fanfic

Aku tidak menyangka diriku yang kecil ini, yang bukan apa2 ini bisa ke negeri lain yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya.
Ya, Amerika.
padahal keinginanku bukanlah Amerika, hanyalah Jogja. tapi berkat dukungan pamanku, aku berhasil ke benua yang diperintah oleh Obama yang dulunya anak Menteng
"Hei, kau baik baik saja?" tiba-tiba seorang perempuan tinggi memandangiku dan berbicara bahasa Inggris. aku gagap sekali
"Iya aku baik-baik saja. maaf, ini baru pertamanya kalinya saya di Amerika"
"Oh.. tenang saja. kamu tidak usah gugup seperti itu." ujar perempuan kaukasoid yang manis itu, "Aku Lara, aku tinggal 2 blok dari sini. kamu?"
"Aku Ichan" jawabku, "Aku menumpang di salah satu rumah saudaraku di Michigan"
"Michigan? tempat yang bagus." jawabnya singkat. "Kau tahu kan disitu ada tetanggamu yang hot?"
aku berfikir agak lama, "Maaf. aku orang baru jadi aku tidak tahu. memang siapa ya?"
Lara tertawa "Sumpah kau tidak tau?"
aku manggut manggut karena aku berhasil dibuat bingung oleh Lara
"Taylor Lautner sayang. kamu benar2 tidak tahu?"
Mataku membesar seketika. aku lupa kalau Taylor Lautner benar2 tinggal di Michigan.

Taylor Lautner.. siapa pula yang tidak kenal pria berotot besar yang dulunya main Twilight Saga itu? serialnya saja baru selesai 2 tahun yang lalu dan kini aku sudah lupa dengan idola yang dulu aku anggap sebagai suamiku waktu di bangku SMA , Taylor Lautner
"Ichan, kamu baik2 saja?" tiba2 suara Lara membuyarkan lamunanku
"Maaf aku agak syok, tapi aku baik2 saja. hhehehe" jawabku sambil tertawa hambar "Aku benar2 lupa dia tinggal di Michigan. waktu aku duduk di bangku SMA, aku sangat mengidolakannya."
"Benarkah?" tanya Lara tidak percaya. "Aku kira cuman aku saja yang ngefans dengannya"
hah? apa katanya? oh GOD, sainganku ini ternyata. batinku "oh ya? aku juga tidak percaya. hehe"
"Bisa bawa aku kerumahnya nanti?" tanya Lara tiba-tiba "Sumpah, aku ingin sekali minta tanda tangannya"
Aku terkejut. Sudah 2 tahun aku disini dan aku baru punya kenalan yang kebetulan menyukai Taylor Lautner juga? benar2 mencengangkan "Tapi, aku tidak tahu letaknya dimana. maaf sekali ya." jujur aku tidak bohong. aku memang tidak tahu letak rumah idolaku itu.
Lara menunjukkan ekspresi kecewanya "Oh its ok, lagipula Michigan itu luas" jawabnya "kamu ada kelas lagi sekarang?"
"Oh tidak. aku baru saja mau pulang, lihat. pamanku sudah jemput" aku menoleh ke arah sedan biru dongker Yang dari tadi parkir di seberang ku.
"Oke. see you soon" jawab Lara

"Sepertinya kamu sudah dekat dengan salah satu mahasiswa kampus mu" ujar Bibi ku.
"Yeah sedikit, gara2 aku bengong tadi" jawabku sambil mengunyah roti bikinan Bibi
"Kamu jangan terlalu sering bengong, kamu bisa jadi bahan bullying nanti" jawab Paman.
"Jangan khawatir paman. gini2 aku sabuk merah taekwondo. haha" candaku, "Lagipula disini tidak ada yang namanya penghipnotisan kan? jadi baik2 saja kalau mau bengong"
"Ah Ichan hobinya ngeles terus" jawab Jean sepupuku yang 3 tahun lebih tua dariku. "Kamu kan baru 2 tahun disini"
"Jean, 2 tahun itu tidak secepat yang kau kira." jawabku, "Aku sudah semester 3 dan aku baik2 saja"
Jean mengelus rambutku pelan, "Aku hanya khawatir Chan. kamu sudah ku anggap adik perempuanku meski kamu cuma sepupuku."
Aku beranjak dari kursi sesudah menghabiskan roti, tangan Jean yang lebar mulai membuat rambutku berantakan. "Iya aku tahu, terima kasih"
Aku keluar dari ruang tamu menuju beranda, rasanya memandangi keadaan rumah sekitar bisa jadi alternatif untuk menjauh dari Jean yang usil itu.
Di sebrang rumahku, banyak sekali mobil2 parkir di sebuah rumah yang sama bagusnya dengan rumah Pamanku ini, aku pikir orang Amerika bgitu kaya hingga mobil mereka bisa lebih dari 7
tapi sepertinya pikiranku salah, karena pada pukul 5 mobil2 itu beranjak pergi. fiuh syukurlah. daripada menimbulkan kesenjangan sosial di pikiranku. hehe
beberapa menit kemudian keluar cowok berkulit coklat sedang membuang sampah, lengannya berotot luar biasa, rambutnya cepak dijabrik keatas dan pandangan matanya tajam.
pandanganku membesar ketika dia menyahutiku dari sana. "Hai tetangga," jawabnya sambil nyengir memperlihatkan giginya yang rapih dan luar biasa putih..

sumpah... aku tidak salah liat kan???
itu.. TAYLOR LAUTNER kaaaaan??

bersambung...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar