Jumat, 26 November 2010

SuSHINee Fanfict Part 17

Kibum’s POV

“Kemarin… sangat menyenangkan Hyunsu-sshi. Aku bahkan berkenalan dengan orang tua dan Shiwon hyung” ujarku pada Hyunsu. Sudah beberapa hari kami sering mengobrol lewat telepon.
“Shiwon bilang kau orang baik sekali sudah mau mengantarkanku kemarin malam. Soalnya Shiwon juga sedang sibuk dengan urusan bisnisnya.” Jawab Hyunsu di seberang telepon.
Yah….. ini juga semata-mata karena aku menyukaimu, Yeoja… batinku dalam hati “Ya… aku hanya ingin menolongmu. Jadi… kau ada waktu malam ini?”
“Sepertinya aku tidak ada jadwal, memang kenapa Kibum-sshi?” jawab Hyunsu di seberang telepon
“Mau kah kau makan malam denganku di restoran Babtol? Disana makanannya enak, kau pasti suka.” Jawabku was-was, karena sebenarnya aku ingin menyatakan perasaanku sesudah makan di restoran itu, aku pikir ke restoran merupakan ide yang bagus. Selama ini cintaku selalu diterima kalau menyatakan cinta sehabis makan malam bersama.
“Ide bagus. Aku pasti akan menyukainya Kibum-sshi,” jawab Hyunsu antusias. Rasanya dadaku lega sekali mendengar jawabannya.
“Baguslah, nanti ku jemput ya.” ujarku sambil menutup pembicaraan. Semoga saja ia menerima cintaku, aku sungguh-sungguh menyukai dia apa adanya…

Pukul 21.00

“Yaa… mian kalau makanku terlalu lama, masakan di restoran ini enak sekali. Aku tidak ingin makan cepat2, hehe” ujar Hyunsu sambil menyendokkan nasi ke dalam mulutnya yang kecil. Hari ini ia cantik sekali dengan mantel bulu hitam dan celana jeans putih ketat yang ia kenakan, aku tak bisa berhenti memandangi Yeoja ini sejak menjemputnya di rumah.
“Gwechanayo, santai saja.” Jawabku sambil meminum anggur yang tadi kupesan. Jujur dadaku berdegup kencang. Apa yang harus kukatakan nanti di mobil? Aku memang sudah menyiapkan sebuket mawar untuknya, tapi aku belum menyiapkan kata2 dan hatiku untuk menyatakan perasaan yang meledak ledak ini.
“Nee Kibum-sshi, aku sudah selesai~~” jawabnya riang. Aku segera membayar tagihan dan mengantarnya jalan2 sebentar di tengah kota Seoul, mungkin suasananya bisa menenangkan hatiku.
“Bagaimana makanan di restoran Babtol? Enak kan?” aku memulai pembicaraan sambil tetap melajukan mobil ke tengah kota.
“Nee, dan harga nya pun juga murah. Aku harus sering2 kesana mengajak teman2ku makan, hehe gomawo ya Kibum-sshi, sudah mentraktirku makan.” Jawabnya sambil tersenyum.
“Yee, itu sih bukan hal besar.” Jawabku sambil menyunggingkan senyumku yang mematikan *caelah* “Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu.” Aku menepikan mobil di dekat air mancur yang mati dan membeku. Disini sepi, semoga saja tidak ada yang mengganggu. Aku menyiapkan bunga nya sementara dia menunggu di dekat air mancur.
“ada apa Kibum-sshi? Ada yang ingin kau bicarakan?” tanya Hyunsu sambil menengok ke kanan dan ke kiri, tanpa ragu aku menyodorkan buket bunga mawar itu padanya.
“Ini untuk Yeoja cantik dan indah, seindah mawar ini.” Ujarku sambil tersenyum. Wajah Hyunsu merona bagaikan tomat segar
“Kibum-sshi…. Mawar ini indah sekali. Kenapa kau memberikannya untukku?” tanya Hyunsu sambil menatapi mawar itu dengan antusias.
“Karena…. Aku menyukaimu.” Jawabku pelan sambil berlutut di hadapannya, “Saranghaeyo Choi Hyunsu, would you like to be my princess?”

~~~~~

Hyunsu’s POV

Omonaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa……..
Apa yang tadi Kibum-sshi katakan padaku??????
Jantungku berdebar-debar mendengar perkataan Kibum-sshi barusan. Ia memberikanku sebuket mawar dan pernyataan cinta. Buket nya begitu indah, tapi… bagaimana dengan pernyataannya?
“Aku…. Harus jawab sekarang?” jawabku ragu, jujur aku tidak bisa menjawabnya sekarang. Aku butuh waktu dan saran dari teman2ku dalam memilih pasangan, karena aku tidak ingin lagi sakit hati seperti yang dulu2..
“Kalau belum siap ya tidak apa2. Tapi jangan tolak bunga nya ya,” ujar Kibum dengan senyum manisnya yang membuat jantungku semakin berdebar-debar
“Anii… aku tidak mungkin menolak pemberian orang.” Ucapku mantap. “Tapi.. kita bisa pulang sekarang kan? Kakiku rasanya sudah membeku”
“Omo? Baiklah, kenapa tidak bilang dari tadi?” ia membukakan pintu mobilnya dan menyuruhku masuk. Bagaimana aku bisa bicara kalau hatiku dibuat berdebar-debar seperti ini karenamu? Batinku.

.....

“Kibum-sshi menyatakan cintanya padamu?” tanya Minsu tidak percaya, aku mengangguk pelan.
“Kibum itu yang mana ya?” tanya Wonhee polos. “Aku tidak biasa main di sekitar sini, paling aku hanya kenal oppa-oppa dari Super Jjang.”
“ Kibum itu dongsaeng nya Kangin hyung kan, Minsu?” Jonghyun memastikan dan dibalas dengan anggukan Minsu, “mereka orang baru di sekitar komplek ini Jagi, makanya bergaul dong.”
“Ih, nanti kamu cemburu…” cetus Wonhee sambil menunjukkan muka ngambeknya yang aegyo, membuat Jonghyun ingin mencubitnya habis-habisan.
“Yaa!! Aku harus bagaimana ini?! Apa yang harus kulakukan??” tanyaku panik. Aku mengumpulkan mereka dirumah Minsu untuk meminta saran, bukan melihat mereka berdua bermesraan dengan Namja Chingu nya~~~~
“Terima saja, Hyunsu-sshi” jawab Minsu sambil meminta persetujuan Heechul oppa. “Jadi kau tidak perlu iri dengan kami berdua. Lagipula dia sudah dekat denganmu kan? Bahkan kalian sudah sering menghabiskan waktu bersama-sama.”
“Nee, apa yang kau bingungkan lagi Hyunsu-ah? Ada sesuatu yang mengganjal hatimu?” tanya Heechul oppa sambil mengelus-elus kucing Minsu.
“Tidak ada.. tapi, ih~~ singkirkan kucingnya oppa!! Aku takut dan geli melihatnya~~” ujarku sambil mengibas-ngibaskan tangan, sementara Heechul oppa hanya tersenyum jahil dan tetap menggendong kucing Minsu yang bernama Heemin kalau tidak salah
“Jadi, apa yang kau tunggu Hyunsu?” tanya Wonhee. “kalian cocok kok. Kudengar kau selalu tertawa kalau berbicara di telpon dengannya. Apa kau mau tanya Shiwon oppa dulu?”
“Anii, aku tidak tahu.” Aku menggeleng pasrah. Bukannya aku tidak mau, tapi masih ada yang mengganjal hatiku. Ada seseorang yang akhir2 ini membuatku tidak bisa tidur, seseorang di masa laluku yang kembali lagi ke kehidupanku. Seseorang yang…..
“Yaa. Melamun saja, ada telepon tuh.” Celetuk Jonghyun, “Oh iya, kalian semua mau makan apa? Nanti aku masakkan.”
Aku mengangkat telepon sementara yang lainnya mengikuti Jonghyun oppa ke dapur untuk minta dimasakkan sesuatu, “Yeoboseo?”
“Hyunsu-sshi? Jumat ini ada acara?” tanya seseorang di seberang, “Aku ingin mengajakmu main ski.”
“Mian…. Ini siapa ya? telepon nya tidak ada dalam daftar kontakku,” jawabku ragu2.
“Kyuhyun imnida,” jawabnya. Omonaa… ternyata ini Kyuhyun oppa “Mau ya? nanti kuajarkan main ski”
Aku menggigit jariku ragu, “Kuusahakan ya, Kyuhyun oppa.”

~~~~~

Wonhee’s POV

“Dengar itu, Kyuhyun mengajaknya main ski di Vivaldi park. Itu tempat favorit Kyuhyun untuk menghabiskan waktu nya” ucap Heechul oppa sambil berbisik bisik, “Dan Hyunsu menyetujui ajakannya.”
“Lalu kenapa kalau Hyunsu setuju?” tanya Jonghyun oppa yang masih sibuk dengan alat masaknya.
“Bisa terjadi sesuatu kah diantara mereka berdua?” Minsu mencoba menebak perkataan Heechul oppa dan ia menyetujuinya.
“Jadi…..” sambungku, “Apa yang harus kita lakukan?”
“Kita untit saja.” Jawab Heechul oppa. “Sekalian berlibur, bagaimana? Hehe”
“Mwo? Menguntit mereka ke Vivaldi park? Pasti menyenangkan.” Jawab Jonghyun antusias, “Aku mau coba belajar main ski. Jagi, kamu ikut kan?”
Aku mengangguk senang, “Tentu saja. Menurut perasaanku, Hyunsu sepertinya menyukai Kyuhyun oppa. Maka itu ia bingung, bagaimana harus menjawab pernyataan Kibum oppa.” Ujarku.
“Menurutku sih juga begitu,” tambah Heechul oppa, “Setiap Kyuhyun pulang dari rumah keluarga Choi, dia pasti tidak bisa berhenti tersenyum dan mengigau dalam tidurnya, kkkkk~~”
“Aku punya rencana.” Ujar Minsu, “kita untit mereka. Tapi jangan sampai ketahuan, kita dibagi menjadi 2 tim. Mungkin saja nanti ada sesuatu antara mereka berdua.”
“Oh ya, aku boleh menambahkan?” ujarku. “Selama kita disana, jangan ada yang mengaktifkan HP, nanti aku pinjam Walkie talkie milik Appaku saja untuk komunikasi. Bagaimana?”
“Setuju~~~”

Hari Sabtu…
Suasana di Vivaldi Park sangat ramai pengunjung, mungkin karena musim salju yang belum terlalu parah sehingga lokasi bermain ski cukup bagus. Kami menginap di kamar yang berbeda sejak hari Jumat yang lalu, dan syukurlah sampai hari ini penguntitan kami belum terbongkar.
“Cuacanya bagus sekali,” ucap Jonghyun oppa. “Kita jadi bisa main FBI-FBI an lagi deh, hehe”
“Iya sih, tapi perasaanku tidak enak Jagi,” ujarku sambil memandangi lokasi ski dengan teropong. “Kemarin sebelum kita berangkat, ada yang memperhatikan kita. Ciri2nya pakai kacamata dengan hidung yang mancung, itu siapa ya?”
“Lokasi kejadiannya dimana? Kalau di rumah yang cat nya biru itu, mungkin Kibum atau Kangin hyung.” Jawab Jonghyun, “Yaa…. Liat, mereka sudah meluncur saja. Waw, Kyuhyun hyung cepat sekali”
“Oppa, aku ambil alih.” Terdengar suara Minsu dari HT. “aku ikut berselancar dengan jarak 3 meter dari mereka. Kalau oppa mau ikut, pertemukan Wonhee dengan Heechul oppa di dekat warung kecil. Kita ketemu di km 1, ganti.”
“Kau dengar itu kan? Kita ganti posisi untuk sementara dulu ya Chingu,” Jonghyun mengelus pipiku yang kemerahan dan mengantarkanku ke warung yang dituju.
“Eh tapi nanti bilang sama Minsu untuk bergantian ya, aku juga mau berselancar dengan Heechul oppa.” Ujarku sambil menggosok gosok sarung tangan. “Sumpah, kita mirip sekali dengan FBI. Hahaha”
“Minsu dan Heechul hyung selalu punya ide gila. Mereka pasangan yang cocok.” Ucap Jonghyun sambil menggenggam tanganku, “Kalau kita…. Cocok tidak ya?”
Pandangan mata Jonghyun oppa membiusku, aku tidak berkutik saat ia mulai mendekati wajahku dan menyunggingkan senyum khasnya. Ia memegang lembut tengkukku sampai terdengar suara Heechul oppa
“Yaa…. Ini waktu nya ber FBI, bukan ber kissu~~~”

~~~~~

Minsu’s POV

“Rasanya lelah sekali ya oppa? Tapi berhubung disini dingin sekali, jadi tidak mungkin berkeringat.” Ujar Hyunsu sambil tertawa tawa senang
“Ini tempat favoritku, sejak SD aku selalu berlibur kesini bersama keluargaku,” jawab Kyuhyun oppa, “ayo kita meluncur lagi”
Aku mengamati gerakan mereka bersama Jonghyun oppa dengan jarak yang lumayan jauh di tempat yang strategis. Untung saja mereka berhenti, aku harus mengurus oppa ku yang dari tadi terjatuh saat meluncur. Lututnya lecet dan baju ski nya kotor
“Omo, skill ku harus diasah lagi,” komentarnya sambil menepuk nepuk bajunya. “masak dongsaengku bisa main ski sementara aku tidak bisa? Aku harus melebihinya dong, aku kan oppa nya”
“yasudah lah, kan baru pertama kali main ski.” Celetukku, “sudah menyamai jalurku saja sudah bagus buat pemula.”
“Ah tapi kan………………. Mwoooooooo? Liat mereka~~” tunjuk Jonghyun kea rah dua target kami.
Mereka bertindihan, Kyuhyun oppa diatas sementara Hyunsu dibawah. Waw~~~ mencurigakan.
“Ah mianhae Hyunsu-sshi.” Jawab Kyuhyun. “Tadi saat aku mau melempar bola saljunya kearah mu, aku malah terpeleset.”
“Lihat itu. Wajah Kyuhyun hyung merah sekali, begitu juga Hyunsu.” Komentar Jonghyun oppa, “Laporkan laporkan. Laporkan ke Heechul hyung”
Saat aku hendak memencet tombol HT, jagiya ku sudah keburu bicara dari sana. “Jagi, kali ini sudah sampai disini saja, kita lanjutkan nanti malam di restoran.”

“omo? Ada Kibum-sshi disini?” ujarku heran. Hal ini diluar rencana sepertinya, “Jangan sampai gerakan kita terbaca olehnya. Mungkin saja dia bisa membocorkan gerakan kita ke mereka.”
“ah, jangan2 dia pria yang memperhatikan kita secara mencurigakan di rumahnya yang bercat biru?” ujar Wonhee. “Oh iya aku jadi ingat Kyuhyun oppa dan Hyunsu. Kita tidak ke restoran mmenguntit mereka?”
“Anii. Kau dan Jonghyun duluan saja. pahaku sepertinya masih kaku sejak tadi.” Ujarnya. Oh iya, aku baru ingat kalau paha Jagiya ku tidak bisa bergerak dengan optimal semenjak kecelakaan yang ia alami saat duduk di bangku kuliah
“Baiklah, kami berangkat.” Wonhee mengambil HT dan keluar dari kamar bersama oppa ku menuju restoran
Aku duduk disebelah Jagi ku yang sedang memijat mijat pahanya, “Ada yang harus kubantu? Apa harus kuambilkan salep?”
“kissu saja sudah menyembuhkan kok, kissu ya~~~” jawab Heechul oppa dengan wajahnya jahilnya. Saat aku sudah mengambil ancang ancang untuk menepuk pipinya, Wonhee memanggil dari HT.
“Heechul oppa, disini Wonhee.” Suaranya terdengar sangat panik, “Kalian berdua harus segera kesini, ppali~~!!”
“Ada apa Wonhee? Chingu, kau sanggup lari?” aku memastikan Heechul oppa mampu berlari dan menyusul mereka berdua.
“Nee Jagiya, ayo kita kesana. Wonhee, posisi kalian dimana?” Heechul oppa mengambil alih pembicaraan.
“Disini Jonghyun, di taman belakang restoran hyung.” Jawab oppa ku dari seberang sana. Kami bergegas dan langsung menemukan Wonhee Jonghyun oppa di lokasi yang ia bicarakan tadi.
“Ada apa sih? Kenapa kalian menyuruh kami cepat2?” sergah Heechul oppa. “Ah sial, aku capek sekali.”
“Mianhae oppa,” jawab Wonhee takut-takut, “ Bukan maksudku memebuat kalian lelah, tapi… lihat disana.”
Aku mengikuti arah telunjuk Wonhee mengarah ke arah 3 orang…
Ya. itu Hyunsu, Kyuhyun oppa, dan……………….. Kibum-sshi????

~~~~~

Kyuhyun’s POV

“Hyunsu, aku datang untuk meminta jawabanmu. Sudah hampir seminggu kan?” ucap Namja itu dengan percaya diri.
“Kibum-sshi???? Kok…. Kok…. Bisa kesini?” tanya Hyunsu dengan wajah yang pucat, tubuhnya semakin mendekat dan tangannya menempel di lenganku.
“Mungkin…. Karena kontak batin antara kita?” ucapnya dengan senyum seperti artis2 di iklan pasta gigi
“joesonghabnida, kau siapanya ya?” aku memberanikan diri bertanya pada Namja yang sok cool itu
“Oh, maaf aku lupa memperkenalkan diri. Kim Kibum imnida, panggil saja Kibum.. aku calon Namja Chingu Yeoja ini, yah.. tepatnya dia hampir menjadi kekasihku”
Telingaku rasanya panas sekali mendengar perkataan Namja yang namanya Kibum itu, percaya diri sekali dia.
“Yaa~!! Kenapa kau bilang seperti itu? Bahkan aku belum memberikanmu jawaban.” Protes Hyunsu, wajahnya merah sekali. Entah karena menahan emosi atau malu.
“Kenapa dengan percaya dirinya kau bilang, kalau dia Yeoja Chingu mu?” tanyaku kesal, “Apa kau cukup hebat dan cukup layak untuk menjadi Chingu nya?”
“Mwo????? Siapa kau, berani2nya mengatakan hal seperti itu padaku? Dilihat dari wajahmu saja, sudah ketahuan kalau aku Sunbae mu. Tidak sopan sekali!!” Kibum mulai memperlihatkan amarahnya.
“Aku Cho Kyuhyun, kami berdua sudah bersahabat sejak kecil.” Ujarku mantap, “Dengan begitu, aku pun harus menentukan Namja mana yang cocok untuk Hyunsu. Mau mencoba, Kibum?”
“Keterlaluan, bahkan kau tidak memanggilku hyung?! Hah sopan sekali.” Jawabnya angkuh, “Kau mau menantangku adu fisik? Aku bahkan tidak yakin kalau kau akan menang.”
“Fisik?? Andwae Kibum-sshi~~ jebal…. Jangan” pinta Hyunsu. “Kau juga Kyuhyun oppa, kenapa sih kau berlaku tidak sopan seperti itu?”
“Biarkan saja, aku tidak kenal dia.. begitu juga sebaliknya” jawabku santai, meskipun sebenarnya hatiku panas sekali melihat tingkah Kibum yang sok keren itu, “Lagipula kau ini tidak pernah mengikuti perkembangan dunia ya? adu fisik itu sudah ketinggalan jaman.”
“Mwoooo? Berani sekali kau mengataiku ketinggalan jaman.” Nafas Kibum kini sudah memburu, aku tahu dia ingin memakiku habis2an. Tapi karena ada Hyunsu, ia menahannya. “Lalu kau mau apa hah?”
“Kita lakukan sesuatu yang sportif.” Ujarku mantap. “Berselancar lah sampai kesana, yang sampailah yang akan menang.” Aku menunjuk titik jalur selancar yang lampunya sudah meredup.
“Kesana? Andwae Kyuhyun oppa. Jangan babo, disitu kan berbahaya” ujar Hyunsu gusar. “bisa saja terjadi sesuatu disana, seperti Yeti atau semacamnya.”
“Hahahahaha, Yeti cuman ada di Himalaya.” Tawa Kibum dengan sok tahunya. “Baiklah, kita mulai saja pertandingannya.”
Kibum pergi mendahului kami berdua. Sementara itu aku menyuruh Hyunsu, “Kau duduk di titik yang aku tunjukkan ya, lewat sini juga bisa. Supaya pemenangnya bisa terlihat dan tidak ada kecurangan.”
“Kyuhyun oppa, benarkah ini tidak apa2?” tanya Hyunsu takut. “Main ski disaat seperti ini rawan kecelakaan dan berbahaya, lagipula penerangannya minim sekali.”
Aku menghembuskan nafas, menenangkan hatiku yang dari tadi berdebar keras sekali. “Gwechanayo Hyunsu-sshi. Aku pasti akan menjaga diriku, berdoa saja ya untukku.”
Saat aku hendak pergi ke tempat peminjaman, Hyunsu menahanku. Ia memegangi lengan jaketku kencang sekali.
“Jebal…. Jangan lakukan hal yang ceroboh selama pertandingan. Nanti Shiwon oppa bisa marah padaku kalau kau terluka, baginya.. kau adalah dongsaengnya.”
“Nee.. aku janji.” Aku menyunggingkan senyum dan melangkah pergi. Akan kulakukan yang terbaik untukmu Hyunsu, akan kubuktikan kalau hanya aku yang pantas untuk selalu disisimu, batinku.
“Baiklah, kau lihat Hyunsu-sshi disana?” tanyaku pada Kibum, “Disitulah garis finish nya. Yang sampai lah yang menang.”
“Nee.” Jawab Kibum singkat. “Bersiaplah untuk kalah, dongsaeng tidak tahu diri.”
Aku tersenyum sebelah dan mempersiapkan tongkat ski ku, terlihat disana Hyunsu mengacung acungkan senter dan segera bersiap meniup peluitnya..

Priiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit………………………………

Segera kuluncurkan papan ski yang kukenakan, terlihat Kibum meliuk liuk indah di salju. Huh, bahkan gerak geriknya menunjukkan kesombongannya.
Saat kami sudah sampai di lintasan yang terjal, tiba2 papan ski di kakiku tersandung batu yang tidak terlihat sehingga aku jatuh dan terus meluncur dalam posisi berguling-guling dengan kecepatan tinggi.
“Hahahahahahahahahaha~~~~!!!!! Berguling lah terus sampai menjadi boneka salju, sampai jumpa Cho Kyuhyun!!!!”
Hanya itu kata terakhir yang dapat kudengar. Ya Tuhan, matilah aku… selamat tinggal Hyunsu, aku harap dia bahagia dengan Kibum.

.....

“Kyuhyun oppa!!”
Terdengar suara Hyunsu memanggil-manggil, suaranya makin lama makin dekat dan dekat…..
“Oppa jebal…. Bangun~~ banguuuun~~~”
Aku membuka mataku, ternyata di depan wajahku memang ada Hyunsu. Keadaan sekitarku menjadi terang sekali, ini dimana?
“Untung saja dia tidak frostbite.” Loh… kok ada suara Heechul hyung? Kulihat ada Minsu, Wonhee dan Jonghyun disana. Kenapa jadi ramai sekali, dan kapan mereka semua kesini?
“Jadi……….. yang menang aku kan, Hyunsu?” tanya Kibum hyung *aisssh tidak enak sekali memanggilnya seperti itu*
Semua orang yang tadi mengelilingiku keluar dari ruangan, kini tinggal kami bertiga di ruangan kesehatan ini. Hyunsu memandangiku dan Kibum hyung bergantian…. Dan tiba2 ia menggenggam tanganku erat.
“Kyuhyun oppa lah yang menang.” Jawab Hyunsu, membuat Kibum hyung syok setengah mati.
“Wae?? Jelas2 ia menjadi bola salju dan aku yang sampai dengan keadaan utuh.” Sanggahnya tidak suka.
“Kyuhyun oppa bilang yang sampailah yang menang. Ia sampai duluan dengan keadaan menjadi bola salju. Berarti dia yang menang kan?” jelas Hyunsu. “Lagipula, apapun caramu menyatakan perasaan padaku, aku hanya menganggapmu sahabat Kibum-sshi, tidak lebih.”
“Gwechana, kalau selama ini aku terlalu memaksakan kehendakku.” Ujar Kibum hyung, “Aku… permisi dulu Hyunsu, nanti aku telepon lagi oke?” ia pergi dengan wajah ceria, berbeda sekali dengan yang tadi.
“Hyunsu-sshi… biarpun kita sahabat sejak kecil, tapi kau tidak perlu menolaknya seperti itu kan?” tanyaku, “Biarpun aku yang menang, aku kan cuman……..”
“Kyuhyun oppa, nan dangsin-eul johahaeyo” potong Hyunsu. “Biarpun mantanku sudah banyak, tapi…. Rasa suka dan sayang ini hanya selalu untuk Hoobaeku, sahabat kecilku Cho Kyuhyun.”
Aku tersenyum dengan wajah yang merona, “Tuhan memang maha adil dan baik ya?” kuelus tangannya yang hangat dengan ibu jariku.
“Em…. Yah, memangnya kenapa?” jawabnya grogi, wajahnya memerah seperti udang rebus.
“Karena meskipun waktu dan tempat memisahkan kita…. Waktu dan tempat juga yang mempertemukan kita, dan menjaga perasaan kita.” Ucapku sambil menatap matanya lembut, “sayang dan cintaku, hanya untuk Sunbae kecilku, Choi Hyunsu. Tidak ada yang bsa merubahnya”
Aku menarik Hyunsu ke dalam pelukanku, ia mempererat pelukannya seakan tidak ingin lepas dariku…
Pelukannya menghangatkanku, Gomawo Hyunsu Chingu…. Saranghaeyo.

Bersambung..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar